Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»EKONOMI BISNIS»“Sudah Dibantu, Usahanya Nambah Dong”

“Sudah Dibantu, Usahanya Nambah Dong”

EKONOMI BISNIS redaksi11/01/2019 - 12:30 WIB

Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertemu dengan penerima Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera), yang merupakan layanan bagi wanita pra sejahtera yang tidak memiliki modal untuk membuka usaha maupun modal untuk mengembangkan usaha mereka.

Dalam sambutannya Presiden Jokowi mengatakan, usaha-usaha supermikro yang dibantu oleh pemerintah di setiap provinsi diharapkan betul-betul bisa menaikkan usaha ibu-ibu penerimanya. “Jangan sudah dibantu Rp 2 juta, Rp 3 juta, usahanya teteeep aja,” ujarnya di Lapangan Bola Persima, Kelurahan Kalianyar, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, Rabu (9/1).

Kepala Negara berharap kalau sudah dibantu Rp 2 juta atau Rp 4 juta, ada yang 3 juta, usahanya bisa tambah. Biasanya jualnya nasi uduk, lanjut Kepala Negara, sudah dibantu Rp 2 juta, tambah jualan gorengan. Kalau dibantu Rp 4 juta lagi, sambung Presiden, berarti tambah ada jualan baksonya lagi.

“Masa Rp 2 juta hanya jadi gorengan. Dulunya gorengan, setelah diberi Rp 2 juta tetep gorengan, gimana? Ya mestinya tambah dong, kalau dulu gorengan, ya kan, 1 meja, enggak apa-apa jualan gorengan tetep tapi bisa 3 meja, gitu,” tutur Kepala Negara.

Presiden memberikan contoh waktu melihat di Bogor. Yang dapat Rp 2 juta, mejanya tambah, 1 meja jadi 2 meja. “Mejanya yang satu gorengan, yang satu nasi uduk, tambah. Lah ini baru usahanya namanya berkembang. Kalau enggak nambah namanya enggak berkembang,” terang Presiden Jokowi.

Presiden juga berpesan, agar bantuan yang sudah diperoleh dari program Mekaar tidak dipakai untuk beli baju baru, apalagi handphone. “Hati-hati, hati-hati,” ucapnya mengingatkan.

Kepala Negara juga mengingatkan pentingnya para penerima bantuan Mekaar bisa disiplin, mengangsur tepat waktu, disiplin, sampai nanti 25 minggu, lunas.

“Kita harapkan disiplin semua lunas, tambah lagi di level atas, tambah lagi, terus gitu, disiplin terus,” kata Presiden seraya menambahkan, pemerintah ingin membiasakan disiplin mengangsur, disiplin mencicil setiap minggu tetapi usahanya juga berkembang.

“Kita inginkan itu. kalau dulu warungnya, tadi segini, kalau sudah ditambahi misalnya 4 juta, warungnya jadi segini, jadi berkembang. Atau dulu warungnya segini, jualannya hanya separuhnya, nah sekarang jualannya menjadi penuh. Itu yang kita harapkan. Jangan dulu warungnya segini, sudah setahun saya kunjungi segini lagi, tetep segini, barangnya juga tetap segini. Ini namanya tidak benar, tidak berkembang,” sambung Jokowi.

Tampak hadir dalam kesempatan itu antara lain Menko Perekonomian Darmin Nasution, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dan Direksi PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar). (sak)

Jokowi Mekaar Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

Comments are closed.

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.