Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • D-8 Youth Dialogue UNAIR Soroti Ketahanan Energi, Peran Anak Muda Dinilai Penting dalam Mendorong Inovasi
  • Dishub Surabaya Tempuh Proses Hukum Usai Dugaan Pencurian Rambu Parkir di Satpas Colombo Viral
  • RICH Pakal Jadi Ruang Belajar Bahasa Inggris Gratis, Ratusan Anak Antusias Ikut Kelas
  • Chelsea Rilis Jersey Kandang 2026-2027 dengan Strategi Peluncuran Unik
  • Cross Musea Pertiwi 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan AI dan Wayang
  • ITS Perluas Kerja Sama Global dengan HSE Rusia, Fokus Sains dan Teknologi
  • Khofifah Tinjau SPMB 2026 di Surabaya, Antrean Lebih Tertib dan Layanan Meningkat
  • Khofifah Sambut Jemaah Haji Kloter I, Apresiasi Layanan Imigrasi Digital
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»KOMUNITAS»Kampung Anak Negeri Raih Prestasi

Kampung Anak Negeri Raih Prestasi

KOMUNITAS redaksi11/01/2019 - 14:00 WIB

Kepedulian Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terhadap masa depan anak jalanan, ternyata bukan isapan jempol belaka.

Di Pondok Sosial Kampung Anak Negeri, Dinas Sosial (Dinsos) Surabaya, yang bertempat di Jalan Wonorejo Timur, Rungkut Surabaya, Pemkot membina anak-anak jalanan, anak putus sekolah, hingga anak-anak dengan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS).

Pembinaan tidak hanya dilakukan secara formal, namun juga pengembangan bakat dan minat hingga anak-anak itu mampu menorehkan prestasi.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kampung Anak Negeri Dinsos Surabaya Erni Lutfia menyampaikan anak-anak yang tinggal di Kampung Anak Negeri memiliki berbagai latar belakang.

Mereka berasal dari anak putus sekolah, anak hasil penjangkauan, hingga anak-anak hasil penertiban razia Satpol PP di jalanan.

”Bagi anak jalanan yang terkena razia Satpol PP selanjutnya didata, jika masih mempunyai keluarga akan dipulangkan. Sementara yang tidak mempunyai keluarga, kami bina di Kampung Anak Negeri,” kata Erni, sapaan-akrabnya, Rabu (09/02).

Erni mengatakan, saat ini Kampung Anak Negeri ditinggali sebanyak 35 anak. Mereka berusia rata-rata mulai dari 7 hingga 18 tahun. Sistem pembinaan yang diterapkan pun ada dua jenis. Yakni pendidikan formal dan non formal. “Untuk pendidikan formal, mereka bersekolah. Kalau SD di SDN Kedung Baruk, SMPN 23 dan SMKN 10 Surabaya,” tuturnya.

Sementara itu, bagi anak yang mengalami putus sekolah atau di drop out, akan diikutkan kejar paket. Setiap hari, Kampung Anak Negeri tidak pernah sepi dari aktivitas. Sejak pagi, mereka sudah diajak untuk sholat subuh berjamaah. Selanjutnya, bagi yang menempuh pendidikan formal, akan diantar ke sekolah.

Sementara itu, bagi anak yang menempuh pendidikan kejar paket, siangnya diberi kegiatan wirausaha. Bahkan, Erni mengaku, ada juga pembinaan untuk keagamaan yang berkaitan dengan baca tulis Al-Qur’an setiap malam sehabis shalat maghrib.

“Untuk malam harinya, usai shalat isya mereka kemudian belajar keterampilan minat dan bakat. Ada yang berlatih seni melukis, musik, olahraga tinju, balap sepeda, dan silat,” katanya.

Tak pelak, banyak dari mereka yang telah berhasil menorehkan berbagai prestasi, baik tingkat regional maupun nasional.

Seperti Ari Mukti (14), pernah meraih juara satu pertandingan tinju kelas 38 kilogram, Kejurda Tinju Amatir Yunior Youth se-Jawa Timur tahun 2017. Dari cabang silat, Muhammad Hasyim (14), pernah meraih juara satu tapak suci usia dini, se-Kota Surabaya.

Di cabang balap sepeda, Marfel Maulana (7), meraih juara tiga, Kejuaraan Balap Sepeda MTB Piala Koni Kota Surabaya. Dan Luhur Aditya Prasoja (16), juga pernah meraih juara dua, Kejuaraan Balap Sepeda Usia Dini Seri ke 3, Trophy Ketua ISSI Jawa Tengah.

Bahkan, kata Erni, di tempat ini mereka juga diajak belajar berwirausaha. Seperti cuci motor, pembuatan ayam geprek, servis handphone, dan minuman tradisional kunir asam. Beberapa produk mereka kemudian dipasarkan ke hotel dan kantoran.

Pihaknya berharap, agar ke depannya anak-anak itu bisa hidup secara mandiri. “Jadi ada pembinanya juga yang membimbing mereka, dan mereka juga dapat tambahan uang saku dari hasil wirausaha tersebut,” ungkapnya.

Berbagai cerita suka dan duka pun tidak luput dari upaya membimbing anak-anak itu agar meraih masa depan yang cerah. Erni menuturkan, ketika awal mereka tinggal di Kampung Anak Negeri, biasanya akan sulit untuk mulai beradapatasi. Sehingga, beberapa kali anak sempat ingin kabur.

Namun demikian, dengan kesabaran dan pendekatan secara psikologis, akhirnya anak-anak itu mau menurut tinggal di Kampung Anak Negeri.

“Kami juga punya tim khusus yang bertugas mencari anak-anak yang kabur. Mereka kami cari mesti ketemu. Kita kemudian lakukan pendekatan assesment kepada mereka dengan didampingi psikolog,” imbuhnya.

Upaya yang dilakukan Pemkot Surabaya ini, semata-mata tidak lepas dari keseriusan pemerintah memperhatikan masa depan anak bangsa.

Menurut Erni, anak-anak yang biasa dipandang sebelah mata jika diperhatikan dan dibimbing dengan benar, ternyata juga mampu berprestasi. “Kita juga dibantu TNI, mereka dilatih belajar disiplin. Yang pasti kita harus terus telaten dan sabar untuk membimbing mereka,” pungkasnya. (ita)

Dinas Sosial (Dinsos) Surabaya Pemkot Surabaya Pondok Sosial Kampung Anak Negeri
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

D-8 Youth Dialogue UNAIR Soroti Ketahanan Energi, Peran Anak Muda Dinilai Penting dalam Mendorong Inovasi

03/06/2026 - 19:21 WIB

Dishub Surabaya Tempuh Proses Hukum Usai Dugaan Pencurian Rambu Parkir di Satpas Colombo Viral

03/06/2026 - 19:05 WIB

RICH Pakal Jadi Ruang Belajar Bahasa Inggris Gratis, Ratusan Anak Antusias Ikut Kelas

03/06/2026 - 18:57 WIB

Chelsea Rilis Jersey Kandang 2026-2027 dengan Strategi Peluncuran Unik

02/06/2026 - 22:55 WIB

Cross Musea Pertiwi 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan AI dan Wayang

02/06/2026 - 22:01 WIB

ITS Perluas Kerja Sama Global dengan HSE Rusia, Fokus Sains dan Teknologi

02/06/2026 - 21:50 WIB

Comments are closed.

D-8 Youth Dialogue UNAIR Soroti Ketahanan Energi, Peran Anak Muda Dinilai Penting dalam Mendorong Inovasi

03/06/2026 - 19:21 WIB

Dishub Surabaya Tempuh Proses Hukum Usai Dugaan Pencurian Rambu Parkir di Satpas Colombo Viral

03/06/2026 - 19:05 WIB

RICH Pakal Jadi Ruang Belajar Bahasa Inggris Gratis, Ratusan Anak Antusias Ikut Kelas

03/06/2026 - 18:57 WIB

Chelsea Rilis Jersey Kandang 2026-2027 dengan Strategi Peluncuran Unik

02/06/2026 - 22:55 WIB

Cross Musea Pertiwi 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan AI dan Wayang

02/06/2026 - 22:01 WIB

ITS Perluas Kerja Sama Global dengan HSE Rusia, Fokus Sains dan Teknologi

02/06/2026 - 21:50 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.