Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»KOMUNITAS»Keasaman Laut Masuki Zona Merah

Keasaman Laut Masuki Zona Merah

KOMUNITAS redaksi17/06/2025 - 14:00 WIB

Keasaman laut merupakan salah satu penanda utama kesehatan Bumi, karena jika kadarnya terlalu asam, hasilnya bisa sangat buruk. Studi baru menunjukkan perairan dunia kini memasuki zona bahaya ini, dimana meningkatnya tingkat keasaman laut.

Pengasaman laut terjadi ketika laut menyerap karbon dioksida (CO₂) dari atmosfer, yang menyebabkan penurunan pH air laut. Hal ini memiliki implikasi besar bagi ekosistem bawah laut, termasuk terumbu karang tropis dan laut dalam yang menjadi habitat dan tempat berlindung bagi berbagai spesies penting.

“Jika melihat berbagai wilayah di dunia, wilayah kutub menunjukkan perubahan terbesar dalam pengasaman laut di permukaan. Sementara itu, di perairan yang lebih dalam, perubahan terbesar terjadi di area tepat di luar kutub dan di wilayah arus naik di sepanjang pantai barat Amerika Utara dan dekat khatulistiwa,” kata ahli oseanografi biologi Helen Findlay dari Plymouth Marine Laboratory (PML) di Inggris.

Menurut sciencealert, pengasaman laut merusak terumbu karang, membuat perairan tidak ramah bagi makhluk pembentuk cangkang, dan membunuh atau melemahkan kehidupan laut lainnya. Hal itu kemudian berdampak pada ekosistem lain yang ada di laut.

Pengasaman ini terjadi ketika karbon dioksida diserap oleh lautan dan bereaksi dengan air. Semakin banyak gas rumah kaca yang memenuhi atmosfer, semakin asam pula air di dunia.

“Kebanyakan kehidupan laut tidak hanya hidup di permukaan – perairan di bawahnya merupakan rumah bagi berbagai jenis tumbuhan dan hewan. Karena perairan yang lebih dalam ini banyak berubah, dampak pengasaman laut bisa jadi jauh lebih buruk dari yang kita duga,” ucapnya.

Dampaknya memiliki implikasi besar bagi ekosistem bawah laut yang penting seperti terumbu karang tropis. Bahkan laut dalam yang menyediakan habitat penting dan tempat berlindung bagi banyak spesies.

Sejauh ini, para ilmuwan telah mengidentifikasi sembilan batas planet penting untuk menjaga stabilitas Bumi, dimana delapan di antaranya telah dikaji secara menyeluruh, dan enam di antaranya telah dilanggar. Jika tren pengasaman laut terus berlangsung tanpa intervensi, maka ini akan menjadi batas ketujuh yang terlampaui, sebuah sinyal mengkhawatirkan tentang kondisi planet saat ini.

“Pengasaman laut bukan sekadar krisis lingkungan, ini adalah bom waktu bagi ekosistem laut dan ekonomi pesisir,” ujar Steve Widdicombe dari Plymouth Marine Laboratory (PML), yang meskipun tidak terlibat langsung dalam penelitian terbaru, turut memberikan pernyataan serius.

Menurut para peneliti, tindakan cepat dan terfokus sangat dibutuhkan. Mereka menyerukan perlindungan pada wilayah laut yang masih relatif sehat dan penanganan intensif di area yang sudah menunjukkan gejala pengasaman berat.

Studi ini diharapkan menjadi peringatan global agar kebijakan iklim dan perlindungan laut diperkuat, sebelum kerusakan yang terjadi menjadi tidak dapat diperbaiki lagi. Hal ini karena dampaknya tidak hanya menyangkut makhluk di bawah permukaan laut, tapi juga bagi manusia yang bergantung pada laut untuk pangan, pekerjaan, dan perlindungan dari perubahan iklim. (rri)

keasaman laut
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

Comments are closed.

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.