Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»Khofifah Dorong Transformasi Posyandu Berbasis 6 SPM, Perluas Akses Layanan Dasar hingga Tingkat Desa

Khofifah Dorong Transformasi Posyandu Berbasis 6 SPM, Perluas Akses Layanan Dasar hingga Tingkat Desa

PERISTIWA Tiara AS29/04/2026 - 17:55 WIB
Khofifah tekankan transformasi Posyandu berbasis 6 SPM untuk perluas layanan dasar dan tingkatkan kualitas hidup masyarakat Jawa Timur.

Momentum Hari Posyandu Nasional 2026 dimanfaatkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk memperkuat peran Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) sebagai ujung tombak layanan publik berbasis masyarakat. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan bahwa transformasi Posyandu berbasis enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) menjadi langkah strategis dalam memperluas akses layanan dasar hingga ke tingkat desa dan kelurahan.

Pernyataan tersebut disampaikan Khofifah di sela agenda kunjungan kerja luar negeri di Kuala Lumpur, Malaysia. Ia menilai bahwa Posyandu kini tidak lagi sekadar berfungsi sebagai pusat layanan kesehatan ibu dan anak, melainkan telah berevolusi menjadi pusat layanan terpadu lintas sektor yang menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat.

Transformasi tersebut mencakup integrasi enam bidang pelayanan dasar, yakni kesehatan, pendidikan, sosial, pekerjaan umum, perumahan rakyat, serta ketenteraman dan perlindungan masyarakat. Dengan pendekatan ini, Posyandu diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara lebih cepat, dekat, dan terkoordinasi.

Secara struktural, Posyandu juga memiliki posisi strategis sebagai lembaga kemasyarakatan di tingkat desa dan kelurahan. Keberadaannya memungkinkan partisipasi aktif masyarakat dalam proses pembangunan, mulai dari perencanaan hingga pengawasan. Hal ini dinilai penting dalam memperkuat model pembangunan berbasis komunitas yang inklusif dan berkelanjutan.

Di Jawa Timur sendiri, skala dan jangkauan Posyandu menunjukkan kontribusi signifikan terhadap layanan publik. Tercatat lebih dari 46 ribu Posyandu beroperasi dengan dukungan lebih dari 300 ribu kader yang tersebar di berbagai wilayah. Jumlah tersebut mencerminkan kapasitas besar dalam menjangkau masyarakat hingga lapisan paling bawah.

Dari perspektif pembangunan, transformasi Posyandu berbasis 6 SPM tidak hanya berdampak pada peningkatan akses layanan, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Hal ini karena layanan yang diberikan mencakup sektor-sektor fundamental yang berkaitan langsung dengan kualitas hidup, seperti kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan sosial.

Khofifah juga menekankan bahwa efektivitas transformasi ini sangat bergantung pada sinergi lintas sektor. Kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader, serta masyarakat menjadi faktor kunci dalam memastikan implementasi berjalan optimal. Tanpa koordinasi yang kuat, integrasi layanan berpotensi tidak berjalan maksimal di lapangan.

Selain itu, peran kader Posyandu dinilai semakin krusial dalam konteks transformasi ini. Mereka tidak hanya berfungsi sebagai pelaksana layanan, tetapi juga sebagai agen perubahan yang menjembatani kebutuhan masyarakat dengan program pemerintah. Dedikasi kader menjadi salah satu faktor utama keberhasilan Posyandu dalam menjangkau masyarakat secara langsung.

Dengan pendekatan berbasis SPM, Posyandu diharapkan mampu menjadi pusat layanan terpadu yang adaptif terhadap dinamika kebutuhan masyarakat. Model ini juga dinilai relevan dalam menghadapi tantangan pembangunan ke depan, termasuk ketimpangan akses layanan dasar antarwilayah.

Melalui penguatan Posyandu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur optimistis dapat mendorong terciptanya masyarakat yang lebih sehat, mandiri, dan berdaya saing. Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam menyiapkan generasi unggul menuju visi Indonesia Emas. (tas) 

Hari Posyandu Nasional 2026 kader Posyandu kesehatan masyarakat Khofifah Indar Parawansa layanan dasar masyarakat pembangunan desa Posyandu 6 SPM Posyandu Jawa Timur
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

Comments are closed.

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.