Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Airlangga (UNAIR) yang juga Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, resmi melantik jajaran Pengurus Wilayah IKA UNAIR Jawa Tengah dalam sebuah agenda yang digelar di UTC Convention Hotel, Semarang, Sabtu (11/4).
Pelantikan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat peran alumni, khususnya di sektor kesehatan. Mayoritas pengurus yang dilantik berasal dari kalangan tenaga medis, terutama dokter, yang dinilai memiliki posisi strategis dalam menjawab persoalan ketimpangan layanan kesehatan di Indonesia.
Dalam arahannya, Khofifah menyoroti tantangan distribusi tenaga kesehatan, terutama dokter spesialis, yang hingga kini belum merata. Ia menegaskan bahwa masih banyak wilayah, khususnya daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal, dan transmigrasi), yang belum memiliki akses layanan kesehatan spesialis secara memadai.
Menurutnya, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan jumlah tenaga medis, tetapi juga menyangkut sistem pendidikan dan distribusi yang perlu diperkuat. Khofifah menjelaskan bahwa pengembangan pendidikan kedokteran di Indonesia saat ini tengah bertransformasi dengan mengombinasikan pendekatan berbasis rumah sakit (hospital based) dan berbasis universitas (university based).
Ia menilai, integrasi kedua pendekatan tersebut menjadi kunci dalam mencetak tenaga medis yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga siap ditempatkan di berbagai wilayah dengan kebutuhan layanan yang berbeda. Langkah ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam mempercepat pemenuhan kebutuhan dokter spesialis di seluruh daerah.
Selain itu, Khofifah menekankan bahwa pemerataan layanan kesehatan memiliki dampak langsung terhadap peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Akses terhadap layanan kesehatan yang berkualitas, menurutnya, merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, sekaligus menekan angka kemiskinan dan pengangguran.
Ia juga menggarisbawahi bahwa peran alumni perguruan tinggi, termasuk IKA UNAIR, sangat dibutuhkan dalam memperkuat sistem kesehatan nasional. Alumni diharapkan tidak hanya berkontribusi di sektor profesional, tetapi juga aktif dalam mendorong pemerataan layanan melalui kolaborasi lintas sektor.
Lebih jauh, Khofifah mengajak seluruh pengurus yang baru dilantik untuk menjadikan amanah tersebut sebagai ruang pengabdian yang konkret. Ia berharap keberadaan IKA UNAIR Jawa Tengah dapat menjadi motor penggerak dalam memperluas akses layanan kesehatan yang inklusif dan berkualitas di berbagai wilayah.
Dengan pelantikan ini, sinergi antara pemerintah, akademisi, dan tenaga medis diharapkan semakin solid dalam menjawab tantangan pembangunan kesehatan nasional, khususnya dalam menciptakan sistem layanan yang merata dan berkeadilan. (tas)

