Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»KOMUNITAS»Khofifah Terima Noken dari Pendeta Papua

Khofifah Terima Noken dari Pendeta Papua

KOMUNITAS redaksi28/08/2019 - 15:00 WIB

Gubernur Khofifah Indar Parawansa menerima Noken dari sejumlah Pendeta asal Jayapura, Manokwari, Sorong, dan Pegunungan Arfak, Senin (26/8).

Noken adalah tas asli Papua yang terbuat dari serat kulit kayu yang biasa digunakan oleh mama-mama di Papua untuk membawa hasil panen sayur atau buah.

Di tanah papua noken bukan hanya sekedar tas namun juga simbol kehidupan yang baik, perdamaian dan kesuburan bagi masyarakat papua.

Kunjungan para pendeta tersebut diterima langsung Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Surabaya. Dalam kunjungan tersebut, Khofifah kembali diberi gelar Mama Papua.

Hadir dalam kunjungan tersebut Pdt. Daniel Sukan (Ketua Sinode Gereja Persekutuan Kristen Alkitab Indonesia), Pdt Pithein Maniani MTh (Ketua BAMAG LKKI Prov. Papua Barat), Pdt. Dr. Yan Pieth Wambrauw MTh (Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja se-Kota Jayapura, mewakili Persekutuan Gereja-Gereja Papua).

Juga Pdt Dr Alfius Aninam MPd (Penasihat Asosiasi Pendeta Provinsi Papua), Ev Nicodemus Mauri, STh (Gereja Kingmi di Tanah Papua), Pdt Max Musa Karubaba STh (Majelis Daerah Gereja Pantekosta di Indonesia / GPdI Prov Papua Barat).

Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja Sekota Jayapura, Yan Pieth Wambrauw mengatakan, pemberian gelar Mama Papua kepada Khofifah merupakan suatu bentuk harapan agar anak-anak Papua yang ada di Jawa Timur mendapatkan perhatian dan perlindungan oleh Khofifah.

“Bu Khofifah adalah orang yang punya rumah di sini sedangkan kami jauh di Papua. Kemana-mana anak kami pergi mereka harus menghormati orang yang ada di situ dan orang tua disitu akan menjadi orangtua yang bertanggung jawab kepada anak-anak Papua,” ucap Pieth.

Selain itu, saat menjadi Menteri Sosial, Khofifah juga dianggap banyak berkontribusi terhadap peningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua.

Sementara itu, Khofifah menuturkan jika dirinya tidak pernah membeda-bedakan perhatian terhadap siapapun yang tinggal di wilayah Jawa Timur. Menurutnya, apapun suku, agama, ras, dan budayanya selama dia tinggal di Jawa Timur maka akan mendapatkan perlindungan dan perhatian yang sama.

Khofifah menyambut hangat para pendeta. Dirinya sangat berharap, tali persaudaraan yang sudah terjalin antara Jatim, Papua dan Papua Barat tetap terjaga dengan baik.

“Kami bahagia menyambut kehadiran para pendeta dari Jayapura, Manokwari, Sorong. Kita semua mempunyai harapan besar terhadap Persaudaraan Indonesia. Persaudaraan kita dapat berjalan baik, yang mempersatukan kita adalah Indonesia,” ujar Khofifah panggilan akrab Gubernur Jatim didampingi Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan.

Menurut Gubernur Khofifah, religius leader termasuk para pendeta di dalamnya menjadi bagian perekat kebersamaan dan persaudaraan antara Papua-Jatim.

“Pendeta Agus dari BAMAG sempat bersilaturahmi dengan kami, ikut membantu komunikasi kami dengan religius leader di Papua dan Papua Barat. Kami bersyukur para pendeta dari Jayapura, dari Manokwari, dan Sorong berkenan silaturrahim, tukar pikiran dan hadir di sini,” katanya.

Ia juga menyampaikan kepada para pendeta, bahwa dirinya telah menjalin komunikasi yang baik dengan anak-anak Papua. Dan pertemuan ini, menurutnya, menjadi bagian penting dalam sebuah sambung rasa untuk membangun kesepahaman bersama. Bahkan tidak sekedar membangun kesepahaman, tapi juga untuk membangun rasa saling percaya dan saling menghormati.

“Kita bisa membangun mutual respect jika sudah ada mutual understanding dan mutual trust. Satu dengan yang lain memahami, saling percaya dan saling menghormati,” tutur gubernur perempuan pertama di Jatim ini.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja se-Kota Jayapura Pendeta Dr. Yan Piet Wambrauw, MTh mengatakan, pihaknya beserta rombongan datang mewakili Persekutuan Gereja Papua dan Papua Barat untuk mengunjungi anak-anak Papua dan Papua Barat di Jatim.

“Kita sudah tahu apa yang terjadi beberapa hari yang lalu, sangat disayangkan itu terjadi. Dan karena anak-anak kami datang ke sini untuk studi, maka kami berharap anak-anak bisa kuliah lagi. Mereka kembali menuntut ilmu. Dengan harapan suatu saat mereka akan kembali ke Papua maupun Papua Barat bisa membangun bersama dengan masyarakat,” jelasnya.

“Kami sangat berharap dan percaya pasti urusan itu akan selesai dengan baik. Tidak ada pihak manapun yang dirugikan,” tambah dia.

Harapan lainnya, yaitu Kota Surabaya bisa menjadi sebuah model untuk menyelesaikan masalah khususnya yang berhubungan dengan mahasiswa. Selain itu, kepada pemerintah setempat dalam hal ini, Gubernur Jatim Khofifah diharapkan bisa menjadi orang tua terdekat bagi warga ataupun mahasiswa Papua yang tinggal di Jatim. (ita)

Khofifah Indar Parawansa Noken Papua Papua Barat
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

Comments are closed.

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.