Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • PWI dan IJTI Nganjuk Tolak Istilah ‘Londo Ireng’, Tegaskan Pers Pilar Demokrasi
  • PWI se-Madura Tolak Labeling ‘Londo Ireng’, Tegaskan Pers Pilar Demokrasi
  • Perda Hunian Layak Surabaya Berlaku, Pemilik Kos Wajib Lapor Penghuni Baru Maksimal 7 Hari
  • Shine Harmony Choir Raih Apresiasi Plt Gubernur Emil Dardak atas Prestasi Internasional
  • Penertiban Bangunan Liar Medokan Asri Timur, Pemkot Surabaya Selamatkan Aset Daerah
  • Festival Riset dan Inovasi Semarakkan HUT Ke-3 Kebun Raya Mangrove Surabaya
  • Bank Jatim Gandeng Bank NTT Hadirkan Layanan Remitansi Internasional
  • Normalisasi Sungai Kalianak Tahap III Berlanjut, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan di Asemrowo
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»PEMERINTAHAN»Kincir Raksasa Berputar di Langit Sidrap

Kincir Raksasa Berputar di Langit Sidrap

PEMERINTAHAN redaksi08/03/2018 - 14:00 WIB

Langit masih gelap saat tim esdm.go.id memutuskan beranjak dari Kota Pare-pare menuju Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan, Kamis (1/2) dini hari WITA. Tim sengaja menginap di salah satu hotel pinggir pantai Kota Pare-pare yang langsung terhubung dengan jalan raya antar provinsi di Sulawesi Selatan agar lebih dini sampai di lokasi.

Perjalanan pagi buta ini bukan tanpa tujuan. Meski dengan mata yang masih enggan terjaga, tim menuju Kabupaten Sidenreng Rappang atau biasa disingkat sebagai Kabupaten Sidrap. Menembus gelap sepertinya membuat tim sedikit hilang arah. Pasalnya masih minim petunjuk jalan di sana. Bahkan sempat kebablasan sampai kurang lebih 3 km jauhnya.

Perjalanan memasuki daerah persawahan berbukit, sedikit tampak rumah warga, sisanya kebun jangung dan beberapa petak padi. Tim buru-buru cari titik yang memungkinkan melihat matahari terbit, disela-sela kincir raksasa yang menyembul di perbukitan Sidrap.

Ya, Kincir raksasa itu adalah Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Sidrap. Kincir yang mengubah angin menjadi listrik, seperti di negeri Belanda yang sangat ikonik. Kini Indonesia juga punya.

Perjalanan kurang lebih 3-4 jam dari Makassar terbayar ketika terlihat dari kajauhan kincir raksasa itu mulai berputar. Sayangnya tim kurang beruntung pagi itu, langit mendung, pendar matahari bahkan sulit kami temukan. Tapi, ada yang lain di sana, mata langsung tertuju pada kincir yang berdiri gagah, tegak lagi kokoh. Namun, sangat gemulai saat bilahnya berputar, saat uji operasi PLTB Sidrap dilakukan.

Meski tak mendapatkan kesempatan menyaksikan semburat cahaya mentari pagi di balik bilah kincir, tim masih tetap mendapatkan sensasi keindahan yang luar biasa. Nampaknya titik tersebut adalah spot terbaik menikmati ayunan kincir yang berputar dihembus angin.

Langitnya memang mendung, tetapi awan yang menggumpal, dengan hamparan hijau di sekelilingnya samgat memanjakan mata. Angin yang sejuk dan keramahan warga yang lalu lalang menggunakan kendaraan bermotor membuat tim betah berlama-lama berdiri disana.

Tak lama kemudian, kincir-kincir lain pun yang tadinya masih berdiam ikut berputar. Tim di tengah, dan kincir tersebut seolah membentuk bulan sabit di hadapan tim.

PLTB Sidrap memang sangat menarik, selain merupakan PLTB komersial pertama dan terbesar di Indonesia, lokasinya pun sangat menawan. Hamparan bukit dengan beberapa tanaman tampak hijau segar, belum lagi terlihat ada sapi-sapi ternak masih sangat nyaman mencari makan disana, tentu di radius yang aman.

Pemandangan indah itu ternyata tidak sekedar indah. Listrik yang dihasilkan dari PLTB Sidrap ini diklaim mampu menerangi kurang lebih 70.000 ribu rumah warga pelanggan 900 VA.

Sehingga dapat mendorong kegiatan perekonomian dan perkembangan wilayah Sidrap. Selain itu, kesempatan menjadi lokasi wisata tentu sangat menjanjikan, bentang alam yang tersaji ditambah dengan kincir angin raksasa tidak dapat dipungkiri menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. (ist)

Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

PWI dan IJTI Nganjuk Tolak Istilah ‘Londo Ireng’, Tegaskan Pers Pilar Demokrasi

25/07/2026 - 19:51 WIB

PWI se-Madura Tolak Labeling ‘Londo Ireng’, Tegaskan Pers Pilar Demokrasi

25/07/2026 - 19:44 WIB

Perda Hunian Layak Surabaya Berlaku, Pemilik Kos Wajib Lapor Penghuni Baru Maksimal 7 Hari

25/07/2026 - 18:43 WIB

Penertiban Bangunan Liar Medokan Asri Timur, Pemkot Surabaya Selamatkan Aset Daerah

25/07/2026 - 18:16 WIB

Bank Jatim Gandeng Bank NTT Hadirkan Layanan Remitansi Internasional

24/07/2026 - 23:51 WIB

Normalisasi Sungai Kalianak Tahap III Berlanjut, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan di Asemrowo

24/07/2026 - 07:54 WIB

Comments are closed.

PWI dan IJTI Nganjuk Tolak Istilah ‘Londo Ireng’, Tegaskan Pers Pilar Demokrasi

25/07/2026 - 19:51 WIB

PWI se-Madura Tolak Labeling ‘Londo Ireng’, Tegaskan Pers Pilar Demokrasi

25/07/2026 - 19:44 WIB

Perda Hunian Layak Surabaya Berlaku, Pemilik Kos Wajib Lapor Penghuni Baru Maksimal 7 Hari

25/07/2026 - 18:43 WIB

Shine Harmony Choir Raih Apresiasi Plt Gubernur Emil Dardak atas Prestasi Internasional

25/07/2026 - 18:28 WIB

Penertiban Bangunan Liar Medokan Asri Timur, Pemkot Surabaya Selamatkan Aset Daerah

25/07/2026 - 18:16 WIB

Festival Riset dan Inovasi Semarakkan HUT Ke-3 Kebun Raya Mangrove Surabaya

25/07/2026 - 17:58 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.