Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»Kisah Diana Menjadi Kades di Gresik

Kisah Diana Menjadi Kades di Gresik

PERISTIWA redaksi02/07/2021 - 14:00 WIB

Sosok Diana Eviana 27 tahun adalah Alumni UNAIR yang saat ini baru menjabat sebagai Kepala Desa Metatu, Kecamatan Benjeng, Gresik. Motivasi Diana maju sebagai kepala desa didasari oleh potensi besar yang dimiliki masyarakat Desa Metatu.

“Metatu memiliki masyarakat yang cukup mandiri dengan menggantungkan pekerjaan di sektor perdagangan dan jasa. Selain itu Metatu juga memiliki lokasi yang sangat strategis sebagai penghubung antar kecamatan dengan berbagai aset yang dimiliki sehingga sangat berpotensi menjadi desa yang lebih maju dan berkembang pesat,” jelas Diana.

Lebih lanjut, Diana menyampaikan bahwa potensi yang dimiliki Desa Metatu masih kurang dikembangkan dan dioptimalkan. Kurangnya perkembangan Desa Metatu dilihat dari segi tata kelola pemerintahan, segi pembangunan, hingga segi pemberdayaan Sumber Daya Manusia (SDM).

Dari permasalahan tersebut, Diana termotivasi untuk mengabdi dan membangun Desa Metatu menjadi lebih baik lagi. Ia juga menyampaikan visinya yang ingin menjadikan masyarakat Metatu mandiri, maju, dan sejahtera serta mewujudkan tata praja pemerintahan yang jujur, adil, dan transparan.

Tentunya perjalanan Diana menjadi Kepala Desa Metatu tidak berlangsung singkat. Setelah kelulusannya dari UNAIR tahun 2020, Diana sempat melamar kerja di berbagai tempat, termasuk melamar sebagai dosen di beberapa kampus.

Namun hal tersebut tidak membuahkan hasil. Setelah kegagalan tersebut, Diana memilih merintis usaha di bidang furniture.

Perjalanannya berlanjut hingga pada tanggal 27 Mei 2021 Diana mendaftar seleksi Pemilihan Kepala Desa Antar Waktu (PAW) dan dinyatakan sebagai kepala desa terpilih untuk melanjutkan masa jabatan kepala desa sebelumnya pada tanggal 13 Juni 2021. Diana yakin bisa membawa perubahan bagi Desa Metatu berbekal keilmuan yang dimilikinya.

Sebagai lulusan S2 Media dan Komunikasi UNAIR, Diana menerapkan bagaimana cara membangun komunikasi dengan masyarakat melalui peran media sebagai mediator penghubung antara kinerja pemerintah dan masyarakat sebagai salah satu kebijakannya.

“Jadi salah satu kebijakan saya yaitu meningkatkan kedekatan masyarakat dengan pemerintah desa melalui pengelolaan media publikasi desa mulai dari website, media sosial dll. Sehingga masyarakat nanti diharapkan dapat memonitoring progres kinerja program-program yang ada, pemasukan dan pendapatan dana desa, serta bagaimana pengelolaannya agar terjalin transparansi dan terbentuk kepercayaan oleh masyarakat,” tuturnya.

Kebijakan tersebut dilakukan Diana mengingat pada pemerintahan sebelumnya tidak ada bentuk publikasi dan transparansi kinerja pemerintah desa kepada masyarakat. Oleh sebab itu, masyarakat tidak bisa memantau kinerja dan jalannya pemerintahan. (ita)

Desa Metatu Diana Eviana
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

Comments are closed.

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.