Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»Kolaborasi Pendidikan Terbesar di Surabaya, 32 Kampus Dilibatkan dalam Program Beasiswa Pemkot

Kolaborasi Pendidikan Terbesar di Surabaya, 32 Kampus Dilibatkan dalam Program Beasiswa Pemkot

PERISTIWA Tiara AS06/02/2026 - 08:54 WIB
Pemkot Surabaya melibatkan 32 perguruan tinggi dalam program beasiswa bagi mahasiswa prasejahtera sebagai investasi sosial jangka panjang.

Pemerintah Kota Surabaya mencatat sejarah baru dalam kebijakan pendidikan inklusif dengan menggandeng 32 perguruan tinggi untuk memperluas akses beasiswa bagi mahasiswa dari keluarga prasejahtera. Program ini menjadi salah satu kolaborasi pendidikan terbesar yang pernah dilakukan pemerintah daerah di Indonesia.

Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Pemkot Surabaya dengan 8 PTN dan 24 PTS berlangsung di Balai Kota Surabaya, Kamis (5/2/2026). Kebijakan ini dirancang untuk memastikan tidak ada warga Surabaya yang terhenti pendidikannya hanya karena keterbatasan ekonomi.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyampaikan bahwa perluasan beasiswa merupakan hasil evaluasi sistem bantuan pendidikan yang sebelumnya dinilai belum menjangkau kelompok masyarakat secara optimal.

“Yang terpenting bukan besarnya anggaran, tetapi seberapa luas jangkauannya. Tahun ini kita perluas hingga 24 ribu mahasiswa,” kata Eri.

Ia menjelaskan, Pemkot Surabaya menyiapkan anggaran hingga Rp200 miliar sebagai bentuk investasi sosial jangka panjang. Sasaran utama program ini adalah keluarga prasejahtera dengan tujuan membentuk generasi sarjana yang mampu mengangkat kesejahteraan keluarga.

Kebijakan ini diperkuat dengan Peraturan Wali Kota Nomor 4 Tahun 2026 yang memungkinkan mahasiswa PTS ber-KTP Surabaya mendapatkan hak bantuan yang setara dengan mahasiswa PTN.

Rektor Universitas Wijaya Putra, Budi Endarto, menilai langkah ini sebagai kebijakan redistributif yang berorientasi masa depan. “Ini bukan sekadar bantuan sosial, tetapi investasi sumber daya manusia,” ujarnya.

Di sisi lain, Pemkot Surabaya juga memberikan jaminan bahwa mahasiswa tidak akan diberhentikan akibat ketidaksesuaian data ekonomi orang tua. Eri menegaskan bahwa tanggung jawab pembiayaan akan dikomunikasikan langsung dengan pihak kampus.

“Fokus kita adalah memastikan anak-anak ini tetap kuliah sampai lulus,” tegasnya.

Kisah Anisah Wahyu Triska menjadi potret nyata dampak kebijakan ini. Mahasiswi yang sebelumnya terancam putus kuliah karena harus membantu ibunya berjualan kini dapat melanjutkan pendidikan dengan lebih tenang.

Melalui sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi, Pemkot Surabaya berharap program ini dapat menjadi model nasional dalam membangun pendidikan yang adil, inklusif, dan berkelanjutan. (tas)

beasiswa Pemkot Surabaya kebijakan pendidikan kolaborasi kampus Surabaya mahasiswa miskin Surabaya pendidikan inklusif
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

Comments are closed.

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.