Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»Konflik Iran–AS Memanas, Akademisi HI UNAIR Soroti Kedaulatan dan Ketimpangan Kekuatan Global

Konflik Iran–AS Memanas, Akademisi HI UNAIR Soroti Kedaulatan dan Ketimpangan Kekuatan Global

PERISTIWA Tiara AS10/03/2026 - 09:47 WIB
Dosen HI UNAIR menilai konflik Iran–AS mencerminkan pertarungan kekuatan dan keadilan dalam sistem internasional serta menyoroti isu kedaulatan negara.

Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat setelah serangan militer yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari 2026. Eskalasi konflik tersebut memicu kekhawatiran internasional karena berpotensi memperluas konflik di kawasan Timur Tengah dan berdampak pada stabilitas global, termasuk bagi negara-negara seperti Indonesia.

Menanggapi perkembangan tersebut, Dosen Ilmu Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga (FISIP UNAIR), M. Muttaqien S.IP., M.A., Ph.D., menilai bahwa serangan terhadap Iran tidak dapat dilepaskan dari kekhawatiran Amerika Serikat dan Israel terhadap perkembangan teknologi nuklir negara tersebut.

Menurutnya, Iran saat ini tengah mengembangkan teknologi nuklir secara komprehensif yang mencakup pengayaan uranium, pengembangan reaktor air berat, serta pembangkit listrik tenaga nuklir. Teknologi tersebut juga melibatkan penggunaan sentrifugal canggih, produksi bahan bakar nuklir, hingga pengembangan radioisotop untuk berbagai kebutuhan.

“Iran sedang mengembangkan teknologi nuklir yang cukup lengkap. Amerika Serikat melihat perkembangan tersebut sebagai ancaman terhadap kepentingan strategis mereka sehingga memicu respons militer,” jelas Muttaqien.

Ia menilai konflik tersebut tidak hanya berkaitan dengan isu keamanan, tetapi juga mencerminkan pertarungan antara kekuatan politik global dan prinsip keadilan dalam sistem internasional.

Dalam perspektif hubungan internasional, kata Muttaqien, penggunaan kekuatan militer antarnegara sebenarnya telah diatur dalam Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB secara tegas melarang negara menggunakan kekuatan militer terhadap negara lain kecuali dalam kondisi tertentu.

“Secara normatif, hukum internasional melarang penggunaan kekuatan militer. Jika ada negara yang melanggar, seharusnya ada mekanisme sanksi. Namun dalam praktiknya, negara yang memiliki kekuatan politik dan militer besar sering kali memiliki pengaruh lebih besar dalam menentukan arah kebijakan internasional,” ujarnya.

Muttaqien juga menyoroti aspek kedaulatan negara dalam konflik tersebut. Ia menjelaskan bahwa setiap negara memiliki hak untuk mengatur urusan domestiknya, termasuk dalam hal pengembangan teknologi. Dalam konteks nuklir, mekanisme pengawasan internasional sebenarnya telah diatur melalui perjanjian Non-Proliferation Treaty (NPT).

Sebagai negara anggota NPT, Iran memiliki kewajiban melaporkan kegiatan pengembangan teknologi nuklir kepada badan internasional terkait. Iran sendiri menyatakan bahwa program nuklirnya ditujukan untuk kepentingan damai, seperti energi dan penelitian.

Sebaliknya, ia menilai terdapat ketimpangan dalam perlakuan internasional terhadap negara lain. Israel, misalnya, diketahui memiliki kemampuan nuklir namun tidak tergabung dalam perjanjian NPT dan relatif tidak mendapatkan tekanan internasional yang sama.

Selain membahas dinamika konflik global, Muttaqien juga menekankan pentingnya sikap strategis Indonesia dalam merespons situasi tersebut. Menurutnya, Indonesia dapat mengambil peran melalui pendekatan multilateralisme yang selaras dengan prinsip politik luar negeri bebas aktif.

Pendekatan tersebut memungkinkan Indonesia untuk tetap berperan aktif dalam upaya menjaga perdamaian dunia melalui forum internasional, termasuk melalui mekanisme Perserikatan Bangsa-Bangsa.

“Indonesia memiliki tradisi politik luar negeri bebas aktif yang mendorong keterlibatan dalam penyelesaian konflik internasional secara damai. Peran ini penting untuk menjaga stabilitas global sekaligus melindungi kepentingan nasional,” pungkasnya. (tas) 

dosen HI UNAIR hubungan internasional Iran Amerika kedaulatan negara internasional konflik Iran AS nuklir Iran
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

Comments are closed.

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.