Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Penyakit Zoonosis Jadi Fokus Surabaya Perkuat Kesiapsiagaan Cegah Wabah
  • Kebun Raya Mangrove Surabaya Jadi Living Lab Energi Terbarukan untuk Edukasi Green Energy
  • Pakar UNAIR: Pola Asuh Generasi Alpha Tak Cukup Hanya Membatasi Gawai
  • Pakar UNAIR: Representasi Perempuan di Parlemen Masih Belum Capai Target 30 Persen
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»Konsep Big Data yang Wajib Diketahui

Konsep Big Data yang Wajib Diketahui

PERISTIWA redaksi01/04/2021 - 15:00 WIB

Akhir-akhir ini istilah big data semakin sering diperbincangkan melalui media sosial. Namun, masih banyak masyarakat awam yang tidak memahami apa itu big data.

Ratih Ardiati Ningrum MS MStat, salah satu dosen Program Studi Teknologi Sains Data, Fakultas Teknlogi Maju dan Multidisiplin (FTMM), Universitas Airlangga (UNAIR) mengungkapkan bahwa suatu data dapat dikategorikan sebagai big data berdasarkan lima hal.

Pertama, ucap Ratih, yakni berdasarkan volume (ukuran). Dia menjelaskan apabila terdapat data dengan ukuran yang besar maka data tersebut termasuk sebagai big data.

Kedua, tambah Ratih, yakni berdasarkan velocity (kecepatan). Jika suatu data memiliki arus atau pergerakan yang cepat maka data tersebut juga termasuk ke dalam big data. Lebih lanjut, kategori ketiga berdasarkan pada variety (jenis) yang beraneka ragam dimana sebenarnya suatu data tidak hanya terdiri dari data terstruktur tetapi juga data semi terstruktur dan data unstructured.

“Adapun data terstruktur adalah data yang telah tersusun rapi, sedangkan data unstructured merupakan data-data yang berupa gambar atau suara seperti data mengenai gambar X-Ray dan lain-lain,” ucapnya, pekan lalu.

Kemudian, sambung Ratih, kategori keempat adalah berdasarkan veracity (akurasi atau konsistensi). Dia menjelaskan kategori veracity menekankan apakah data yang dimiliki merupakan data yang valid atau tidak. Terakhir, suatu data dapat dikategorikan sebagai big data berdasarkan value (nilai).

“Value itu berkaitan dengan nilai data, artinya data tersebut dapat memberikan insight, knowledge maupun informasi,” jelas Ratih.

Big data, ucap Ratih, dapat dimanfaatkan pada berbagai sektor kehidupan manusia setelah melalui proses mining data atau pengolahan. Beberapa contoh pemanfaatan big data diantaranya pada bidang pertanian, pendidikan, kesehatan dan lain-lain.

“Jika kita bisa mengolah data, misalnya mengenai review produk disebuah e-commerce maka data tersebut bisa jadi informasi bagi penjual karena dari data review produk saja kita dapat memodelkan apakah produk dapat diterima masyarakat, apa kekurangan produk, dan lain sebagainya,” tambahnya.

Ratih mengatakan istilah big data telah ada sejak zaman dahulu. Namun, menurutnya, istilah tersebut mulai menjadi perbincangan karena dilatarbelakangi oleh kondisi saat ini dimana manusia hidup dalam era revolusi industri 4.0 dan society 5.0 yang serba digital.

“Saat ini teknologi sudah semakin maju, paling tidak setiap orang telah memiliki satu smartphone dan bisa dibayangkan seberapa besar data yang dihasilkan dari masing-masing orang tersebut,” ungkapnya.

Sebagai penutup, Ratih menegaskan bahwa data memiliki banyak manfaat dan melalui sebuah data tersebut akan ada banyak informasi yang bisa didapatkan jika pengolahannya dilakukan dengan tepat. (ita)

Big Data Ratih Ardiati Ningrum MS MStat
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Kebun Raya Mangrove Surabaya Jadi Living Lab Energi Terbarukan untuk Edukasi Green Energy

22/07/2026 - 19:07 WIB

Pakar UNAIR: Representasi Perempuan di Parlemen Masih Belum Capai Target 30 Persen

22/07/2026 - 18:48 WIB

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Comments are closed.

Penyakit Zoonosis Jadi Fokus Surabaya Perkuat Kesiapsiagaan Cegah Wabah

22/07/2026 - 19:17 WIB

Kebun Raya Mangrove Surabaya Jadi Living Lab Energi Terbarukan untuk Edukasi Green Energy

22/07/2026 - 19:07 WIB

Pakar UNAIR: Pola Asuh Generasi Alpha Tak Cukup Hanya Membatasi Gawai

22/07/2026 - 18:57 WIB

Pakar UNAIR: Representasi Perempuan di Parlemen Masih Belum Capai Target 30 Persen

22/07/2026 - 18:48 WIB

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.