Universitas Airlangga (UNAIR) memperkuat komitmennya dalam menyiapkan lulusan yang adaptif dan mandiri melalui penyelenggaraan kuliah tamu bertajuk Young Entrepreneurs: For a Better Future of Indonesia. Kegiatan yang digelar di Aula Garuda Mukti, Kampus MERR-C ini menekankan pentingnya transformasi peran mahasiswa dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja.
Rektor UNAIR, Prof. Dr. Muhammad Madyan, dalam sambutannya menyoroti tantangan serius yang dihadapi lulusan perguruan tinggi di Indonesia, khususnya terkait tingginya angka pengangguran intelektual. Ia menyebut bahwa setiap tahun jutaan lulusan baru memasuki pasar kerja, namun tidak seluruhnya terserap oleh industri.
Menurut Prof. Madyan, kondisi tersebut menuntut perubahan pola pikir mahasiswa sejak dini. Perguruan tinggi, kata dia, tidak lagi cukup hanya membekali pengetahuan akademik, tetapi juga harus mendorong keberanian berwirausaha.
Strategi Kampus Hadapi Pengangguran Lulusan
Sebagai langkah konkret, UNAIR telah mengintegrasikan pendidikan kewirausahaan ke dalam kurikulum seluruh program studi. Kebijakan ini bertujuan membentuk karakter mahasiswa yang tidak hanya kompeten secara akademis, tetapi juga memiliki kemampuan menciptakan peluang usaha.
Selain itu, kampus juga aktif membangun ekosistem inovasi melalui berbagai program pengembangan bisnis mahasiswa. Upaya ini diharapkan mampu menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri yang terus berkembang.
Prof. Madyan menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab strategis dalam mencegah lahirnya pengangguran baru dari kalangan sarjana. Oleh karena itu, penguatan mentalitas kewirausahaan menjadi salah satu prioritas utama dalam pengembangan pendidikan tinggi di UNAIR.
Kolaborasi dengan Kemendag Dorong Semangat Wirausaha
Kuliah tamu tersebut juga menghadirkan Wakil Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Dyah Roro Esti Widya Putri. Kehadiran perwakilan pemerintah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan sektor kebijakan ekonomi nasional.
Melalui forum tersebut, mahasiswa mendapatkan wawasan langsung mengenai peluang bisnis, dinamika perdagangan global, serta tantangan yang harus dihadapi dalam membangun usaha di era digital.
Rektor UNAIR menilai kolaborasi dengan Kementerian Perdagangan merupakan langkah strategis untuk memperluas perspektif mahasiswa, sekaligus mendorong lahirnya inovator muda yang mampu bersaing di tingkat global.
Bangun Mental Tangguh dan Berani Ambil Risiko
Selain aspek teknis kewirausahaan, Prof. Madyan juga menekankan pentingnya membangun ketahanan mental mahasiswa. Ia menilai kegagalan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses belajar dalam dunia bisnis.
Mahasiswa didorong untuk tidak ragu mencoba berbagai peluang dan berani menghadapi risiko. Menurutnya, keberanian mengambil langkah pertama menjadi faktor penting dalam menciptakan wirausahawan baru.
Pendekatan ini sejalan dengan visi UNAIR untuk melahirkan generasi muda yang tidak hanya sukses secara individu, tetapi juga mampu memberikan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat.
Peran Mahasiswa dalam Ekonomi Masa Depan
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya nyata UNAIR dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan masa depan yang semakin kompleks. Di tengah perubahan teknologi dan dinamika ekonomi global, peran mahasiswa sebagai agen perubahan dinilai semakin krusial.
Dengan dukungan ekosistem kampus dan kolaborasi lintas sektor, mahasiswa diharapkan mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi baru, khususnya melalui sektor kewirausahaan.
Kuliah tamu ini sekaligus menegaskan arah kebijakan pendidikan tinggi yang tidak lagi berorientasi semata pada penciptaan tenaga kerja, tetapi juga pada lahirnya inovator dan pencipta lapangan kerja yang berdaya saing tinggi. (tas)

