Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»EKONOMI BISNIS»Langkah Jitu di Musim Gadu

Langkah Jitu di Musim Gadu

EKONOMI BISNIS redaksi03/10/2023 - 13:00 WIB

Harga kebutuhan pokok, khususnya beras melonjak. Begitulah yang kini dihadapi rumah tangga di tanah air, sepanjang Agustus dan September 2023.

Per Selasa (05/09) misalnya, Panel Harga Badan Pangan mencatat, dibanding satu hari sebelumnya harga beras medium naik Rp10 ke Rp12.520 per kg. Sedangkan untuk beras premium naik Rp100 ke Rp14.270 per kg. Harga tersebut adalah rata-rata nasional harian di pedagang eceran.

Pergerakan harga beras, dalam pandangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), tidak lepas dari produksi gabah kering panen (GKP) yang dihasilkan petani. Fakta di lapangan memperkuat hal itu.

Data kerangka sampel area (KSA) yang diolah Bapanas menunjukkan bahwa produksi beras Januari–Oktober 2023 lebih rendah 660.000 ton dibandingkan periode yang sama di 2022. Sementara itu, merujuk data BPS, luas panen padi pada September 2023 mencapai 832.000 hektare dan Oktober 753.000 hektare.

Secara kumulatif, BPS memproyeksi produksi padi sepanjang Januari-Oktober 2023 diperkirakan mencapai 27,88 juta ton. Di sisi lain, konsumsi beras pada Januari–Oktober 2023 sebanyak 25,44 juta ton juga tercatat lebih tinggi 1,15 persen dari 2022 sebanyak 25,15 juta ton.

Salah satu sebab menurunnya GKP adalah kekeringan ekstrem akibat El Nino. Buntutnya, sejumlah lahan sawah mengalami puso atau gagal panen.

Namun, menurut Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, adalah wajar di tengah kekeringan ekstrem seperti saat ini. Hanya saja angkanya masih dinilai wajar. Proyeksi gagal panen itu ditaksir hanya berkisar 380.000 ton–1,2 juta ton.

Sekalipun menghadapi musim kering yang berkepanjangan, Kementan masih optimistis. Masih ada cukup waktu untuk menggenjot produksi, mengejar target produksi beras 2023.

Mentan bahkan mengeklaim, neraca beras 2023 masih surplus 2,44 juta ton. Selanjutnya, Kementan pun terus mendorong penanaman padi di musim kemarau ini di sejumlah area sawah.

Sebagai informasi, dalam dunia pertanian (padi) di Indonesia, petani mengenal tiga musim tanam sepanjang satu tahun, yakni; musim tanam utama, musim tanam gadu, dan musim tanam kemarau.

Musim tanam utama (rendeng) adalah musim tanam yang dilaksanakan pada saat musim penghujan. Saat ini penanaman padi dilakukan, baik di tanah basah (tanah yang memiliki pengairan/irigasi bagus) dan tanah kering (tadah hujan). Musim tanam utama di mulai pada November sampai Maret.

Sedangkan musim tanam gadu adalah musim tanam yang tidak ada pengairannya. Petani hanya mengandalkan air hujan atau tadah hujan. Musim tanam gadu ini dimulai pada April sampai Juli.

Adapun musim tanam kemarau adalah penanaman padi di lahan yang memiliki irigasi baik. Ini terjadi pada Agustus, September, dan Oktober.

Musim tanam kemarau inilah yang kini terus didorong Kementan dan diharapkan memberikan tambahan produksi 1,5 juta ton beras sebelum panen raya tahun 2024. Langkah untuk itu adalah dengan melakukan penguatan tanam padi di 500.000 hektare. Hasilnya diperkirakan mencapai 3 juta ton gabah atau setara 1,5 juta ton beras.

Area penanaman padi musim kemarau ini ada di 10 provinsi dan 100 kabupaten. Sejumlah daerah yang diharapkan panen besar pada November-Desember 2023 itu, antara lain Sumatra Selatan, Kalimantan Selatan, Jawa Barat, Jawa Timur, Banten, dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Paling lambat Januari sebagian, sebelum panen raya. Ini memang untuk ngejar tahun ini supaya panen di akhir tahun,” jelas Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan Suwandi, Rabu (13/09). (indonesia.go.id)

Bahan Pokok Beras
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

Comments are closed.

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.