Lombok Pascaevent di Mandalika
JALAN-JALAN PERISTIWA

Lombok Pascaevent di Mandalika

Sejumlah peta internasional masih menyebutnya sebagai The Lesser Sunda Islands alias Kepulauan Sunda Kecil. Secara resmi di Indonesia, kawasan itu disebut dengan nama Nusa Tenggara, yang terdiri dari Bali, Lombok, Sumbawa, Flores, Sumba, dan sejumlah lainnya.

Di antara sederet pulau itu, Lombok akan menyita perhatian sejumlah kalangan, berkat kehadiran Sirkuit Mandalika, yang berlokasi di tepian teluk yang menghadap langsung ke Laut Selatan.

Lombok menjadi tuan rumah untuk seri penutup World Superbike (WSBK) yang berlangsung pada 19–21 November 2021 di Sirkuit Mandalika, yang telah diresmikan operasinya oleh Presiden Joko Widodo, Jumat (12/11). Sirkuit Mandalika itu dibangun guna meningkatkan potensi wisata Lombok Tengah. Mandalika bisa dicapai dalam tempo 15- 20 menit dari Bandara Internasional Lombok (BIL).

Mereka yang akan menyaksikan lomba balap motor di Mandalika itu tak perlu bersusah payah mencari tempat akomodasi. Di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, di seputar sirkuit, saat ini sudah ada sejumlah hotel, yang menyediakan 302 kamar hotel bintang 4 dan 77 kamar kelas hotel melati. Sedikit di luar KEK Mandalika pun tersedia banyak kamar homestay dan resor-resor kelas melati.

Yang menjadi ikon penting di sana kini adalah Pullman Lombok Mandalika Beach Resort, yang merupakan hotel berkonsep resor dengan standar bintang lima. Hotel ini berdiri di atas lahan 27.000 m2, dengan jumlah kamar 257, terdiri dari 27 vila serta 230 kamar building.

Pullman Mandalika itu dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti ruang rapat, restoran, kolam renang, pool bar, gym and spa, serta sarana ibadah. Hotel ini sudah memasuki tahap akhir penyelesaian.

Dalam waktu dekat diharapkan jumlah kamar yang tersedia di sekitar KEK Mandalika bakal berjumlah sedikitnya 1.700 unit, mulai dari homestay, melati hingga bintang lima. Jumlah itu tentu tidak mencukupi pada event besar seperti balap MotoGP yang akan dihelat pada Maret 2022.

Toh, ketersediaan kamar hotel bukan isu krusial. Pasalnya, di Lombok terdapat fasilitas penginapan yang juga akan memanjakan pengunjung. Kendati berlokasi di luar area Mandalika, aksesnya tetap mudah, terjangkau, dan menjanjikan pesona yang sama eloknya.

Selama di Mandalika, para pelancong penggemar olahraga otomotif bisa menikmati banyak spot di luar arena balap. Tidak perlu jauh-jauh, di sekeliling Laut Lombok, sebutan bagi kawasan perairan di depan Sirkuit Mandalika, ada bentang alam yang cantik.

Ada Pantai Mandalika, Pantai Kuta, Pantai Pasir Merica, dan Pantai Seger. Pengunjung bisa berenang, snorkling di air yang bening, atau boleh juga sekadar menikmati sunset sambil menyeruput kopi.

Bergeser ke arah timur dari Mandalika ada Pantai Bukit Merese, Teluk Bukit Payung, dan Goa Kotak. Bila bergerak ke arah barat, sampai jarak 30 km, berderet pantai-pantai dengan pesona alamiahnya.

Sebut saja Pantai Araguling, Mawun, Panggang, Belongas, Selong Belanak, Torok Nambung, dan Mekaki, yang sebagian secara administratif termasuk wilayah Kabupaten Lombok Barat. Dari deretan pantai itu ada yang belakangan menjadi buah bibir para pelancong, yakni Pantai Mekaki.

Lombok Barat
Terletak sekitar 40 km ke arah barat Mandalika, termasuk wilayah Kabupaten Lombok Barat, Pantai Makaki dikenal karena ombaknya yang tenang, serba bening, dan bersih. Di pantai perawan Mekaki, pelancong bisa menikmati keindahan pantai dalam suasana yang amat pribadi, sambil berjalan-jalan menyusuri bibir pantai yang membentuk lengkungan bulan sabit.

Di sana terhampar pantai dengan butiran pasir putih sebesar biji kacang hijau dan deburan ombak yang lembut. Air laut terasa jernih dengan warna hijau toska di tepiannya dan semakin membiru ke bagian tengah.

Pemandangan serba hijau juga bisa dilihat dari jauh, sebab pantai ini dikelilingi area perbukitan yang berwarna coklat tanah. Polos tanpa sentuhan logo-logo produk industri wisata.

Di antara spot-spot wisata yang ada, daerah Lombok Barat yang masih banyak kawasan wisata yang masih asli seperti Pantai Makaki.

Satu spot wisata lainnya yang juga patut mendapat perhatian saat berkunjung ke Mandalika adalah Bangko-Bangko Desert Point, yang terletak persis di Semenanjung Lombok Barat, bagian daratan yang menjuantai mendekati Pulau Bali.

Dari Mandalika, untuk mencapai pantai legenda Bangko-Bangko Desert Point, memang diperlukan waktu yang tak sedikit. Pengunjung harus berkendara melalui Kota Mataram, dengan waktu tempuh sekitar 3 jam.

Apa boleh buat. Bicara tentang wisata pantai, memang ada banyak pilihan di Lombok. Namun, kalau soal pengalaman surfing, Pantai Bangko Bangko adalah surganya.

Ombaknya yang menantang menjadikan Bangko Bangko, yang sering disebut desert point, termasuk pantai yang dicari wisatawan dunia pehobi surfing. Dalam satu versi, pantai ini masuk dalam daftar 10 pantai terbaik untuk surfing.

Panjang gelombangnya mencapai 300 meter, dengan tinggi puncak ombak 3–4 meter, menjadikan pantai itu sebagai lokasi yang sangat greget untuk surfing.

Terletak di kawasan Sekotong, Pantai Bangko-Bangko ini menghadap langsung ke Samudra Hindia dan Selat Bali. Di belakangnya terlihat pantai cokelat dengan deretan pohon kelapa dan gerumbul perdu gelagah yang nyaris tanpa putus.

Bila cuaca cerah, dari garis pantainya, pengunjung secara sekilas bisa melihat Pulau Nusa Penida, Bali, yang berjarak sekitar 30 km.

Di Bangko-Bangko belum ada akomodasi berbintang. Namun, para pelancong bisa mencoba Krisna Bungalow and Restaurant di Jl Raya Sekotong, sekitar satu jam dari Bangko-Bangko.

Penginapan Krisna dibangun dengan desain unik mirip rumah adat Sasak, khas tradisional Lombok. Para tamu bisa memilih kamar standar dengan suasana alam pedesaan atau bungalo yang menghadap laut lepas dan terletak di sebelah area kolam renang.

Dari Hotel Krisna, para pelancong pun bisa mencari sensasi petualangan yang mudah. Cukup dengan menyewa perahu motor, mereka dapat mengekplorasi suasana pulau-pulau kecil, seperti Gili Layar, Gili Rengit, dan Gili Sendok.

Legenda Senggigi

Bukan hal yang mustahil bila pada event akbar sekelas MotoGP, kamar-kamar hotel di Mandalika akan sold out, atau dijual dengan harga tinggi. Kawasan wisata legenda Senggigi di Lombok Utara bisa menjadi pilihan untuk akomodasinya.

Berjarak 70 km dari Mandalika, dan bisa ditempuh dua jam melalui perjalanan darat yang mengasyikkan, rute Senggigi-Mandalika sama sekali bukan jalur derita. Justru, pengunjung seperti buy one get two– sekali jalan dua destinasi terlampaui.

Meski sempat lungkai dihantam pandemi, kini kawasan wisata Senggigi telah siap bangkit lagi. Berjarak 52 km dari Bandara Internasional Lombok, dengan waktu 70-80 menit, Senggigi akan langsung menyambut pengunjung dengan sensasi lautnya yang biru tosca.

Ada Verve Beach Club and Restaurant Senggigi yang menawarkan suasana yang khas tropis sebagai daya tarik utamanya. Dengan tempat duduk dinaungi payung, pemandangan Pantai Senggigi, dan hidangan terbaik dari seluruh dunia, turis mancanegara bisa merasakan pengalaman paripurna liburan di salah satu pantai milik Indonesia yang eksotis tersebut.

Area lounge terbuka yang dilengkapi juga dengan kolam renang memberi suasana yang santai dan cerah. Setelah puas makan, pengunjung juga bisa bebas duduk-duduk di sunbed, beach sofa, atau gazebo yang ada di area restoran. Lebih sempurna lagi sambil menikmati cocktail yang disediakan gratis setiap hari Rabu.

Pengunjung juga bisa memilih ingin menginap di tempat yang memiliki fasilitas serba mewah atau yang sederhana tapi tetap menarik. Penginapan bintang lima bagi pengunjung dengan bujet berlebih, antara lain Jeeva Santai Villas Senggigi, Qunci Villas Hotel Senggigi, Kila Senggigi Beach Hotel.

Bagi pengunjung dengan budget yang lebih terbatas, sama sekali tidak perlu berkecil hati. Senggigi juga menawarkan legenda lain dengan harga yang lebih terjangkau. Diantaranya Sunset House Lombok Senggigi, Imaj Private Villa Senggigi,

Di luar penginapan yang melegenda, di Kawasan Senggigi terdapat lebih dari 250 hotel, resor, dan losmen, dari berbagai kelas. Banyak pilihan. Tradisi panjang kegiatan pariwisata di sana membuat pengelolaan penginapan di Senggigi telah memenuhi segala standar yang diperlukan. (indonesia.go.id)