Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR). Chelsea Hani Marcelia Sundawa, mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) UNAIR, berhasil meraih penghargaan bergengsi dalam ajang East Java Maritime Awards 2026 yang digelar dalam rangkaian Maritime Fest Jawa Timur 2026.
Penghargaan tersebut diberikan oleh PT Jawapos Media Televisi (JTV) sebagai bentuk apresiasi kepada tokoh, institusi, dan pelopor pembangunan sektor kemaritiman di Jawa Timur. Chelsea menjadi satu-satunya perwakilan mahasiswa yang berhasil menerima penghargaan dan berdiri sejajar dengan berbagai instansi besar, mulai dari perusahaan sektor kelautan, Komando Armada (Koarmada), Pemerintah Provinsi Jawa Timur, hingga Pemerintah Kota Surabaya.
Capaian tersebut menjadi istimewa karena proses seleksi penghargaan dilakukan secara ketat. Chelsea menyebut penghargaan itu memiliki arti penting karena dari banyak perguruan tinggi di Jawa Timur, hanya satu mahasiswa yang dipilih untuk menerima apresiasi tersebut.
Prestasi yang diraih Chelsea tidak datang secara instan. Sejak awal perkuliahan, ia aktif mengembangkan berbagai inovasi di bidang kelautan dan lingkungan. Dedikasinya diwujudkan melalui dua produk inovatif yang dinilai memiliki dampak langsung bagi masyarakat, yakni alat nanofiltrasi membran untuk penyaringan air dan pupuk organik cair berbahan limbah ikan.
Inovasi nanofiltrasi membran yang dikembangkannya dirancang untuk membantu masyarakat pesisir mendapatkan akses air bersih. Chelsea menilai persoalan kualitas air masih menjadi tantangan di sejumlah wilayah pesisir yang berdekatan dengan perairan tercemar.
Melalui teknologi tersebut, air yang sebelumnya keruh dan tidak layak pakai dapat disaring menjadi lebih bersih dan aman digunakan masyarakat. Inovasi itu dinilai relevan dengan kebutuhan masyarakat pesisir yang bergantung pada sumber air di sekitar lingkungan laut.
Sementara itu, inovasi pupuk organik cair dari limbah ikan lahir dari keprihatinannya terhadap tingginya limbah industri perikanan yang belum dimanfaatkan secara optimal. Limbah tersebut kemudian diolah menjadi produk yang memiliki nilai guna lebih tinggi dan dapat dimanfaatkan untuk mendukung sektor pertanian.
Chelsea menjelaskan pendekatan tersebut tidak hanya membantu mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga membuka peluang integrasi antara sektor perikanan dan agro-teknologi melalui pemanfaatan limbah berkelanjutan.
Usai meraih penghargaan East Java Maritime Awards 2026, Chelsea mengaku ingin terus mengembangkan kapasitas diri melalui berbagai program akademik dan profesional. Ia berencana mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) menuju Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS), kembali mengikuti pemilihan mahasiswa berprestasi, hingga mencari pengalaman magang di perusahaan besar yang bergerak di sektor terkait.
Menurutnya, generasi muda perlu memiliki kepedulian lebih besar terhadap sektor kelautan karena Indonesia merupakan negara maritim dengan sumber daya laut yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat.
Chelsea juga mengingatkan bahwa sebagian besar kebutuhan pangan masyarakat Indonesia berasal dari hasil laut sehingga keberlanjutan sektor kelautan harus terus dijaga. Pesan tersebut menjadi refleksi penting agar generasi muda tidak memandang sebelah mata potensi besar sektor kemaritiman nasional.
Prestasi Chelsea di East Java Maritime Awards 2026 sekaligus menjadi bukti bahwa inovasi mahasiswa mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan berkelanjutan, khususnya dalam pengembangan teknologi kelautan dan pengelolaan lingkungan di Indonesia. (ita)

