Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • D-8 Youth Dialogue UNAIR Soroti Ketahanan Energi, Peran Anak Muda Dinilai Penting dalam Mendorong Inovasi
  • Dishub Surabaya Tempuh Proses Hukum Usai Dugaan Pencurian Rambu Parkir di Satpas Colombo Viral
  • RICH Pakal Jadi Ruang Belajar Bahasa Inggris Gratis, Ratusan Anak Antusias Ikut Kelas
  • Chelsea Rilis Jersey Kandang 2026-2027 dengan Strategi Peluncuran Unik
  • Cross Musea Pertiwi 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan AI dan Wayang
  • ITS Perluas Kerja Sama Global dengan HSE Rusia, Fokus Sains dan Teknologi
  • Khofifah Tinjau SPMB 2026 di Surabaya, Antrean Lebih Tertib dan Layanan Meningkat
  • Khofifah Sambut Jemaah Haji Kloter I, Apresiasi Layanan Imigrasi Digital
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»TEKNOLOGI»Alat Pencegah Laka KA Karya Mahasiswa ITS

Alat Pencegah Laka KA Karya Mahasiswa ITS

TEKNOLOGI redaksi31/10/2017 - 13:00 WIB

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya meraih Piala Adi Cipta Tata Wahana Nusantara Award yang diselenggarakan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI. Melalui tim mahasiswa Departemen Mahasiswa Teknik Industri, ITS juara 1 Lomba Penelitian Ilmiah Transportasi 2017 yang diselenggarakan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan Kemenhub RI.

Mereka menciptakan alat mencegah terjadinya kecelakaan kereta api sejak dini. Perlombaan skala nasional ini berlangsung kurang lebih enam bulan lamanya, sejak 30 Maret 2017 lalu dengan melalui tiga tahap.

Dengan dinobatkan sebagai jawara, tim yang terdiri dari Reza Aulia Akbar, Raif Nova Riantama, dan Muhammad Afif Purwandi ini mendapat penghargaan khusus yang diserahkan Menhub Budi Karya Sumadi, pekan lalu di Jakarta. Acara ini juga dihadiri para rektor perguruan tinggi se-Indonesia dan para kepala Dinas Perhubungan Provinsi se-Indonesia.

”Kemenangan ini sebanding dengan usaha tim kami yang telah melakukan penelitian selama enam bulan. Penelitian ini juga melibatkan kerjasama dengan PT KAI Daop 8 Surabaya,” tutur Reza, selaku ketua tim.

Bersama tiga rekannya, Reza melakukan penelitian yang berfokus pada penyempurnaan teknologi deadman pedal, di mana alat tersebut dapat dioperasikan oleh masinis dalam keadaan setengah sadar. Penelitian yang ia lakukan pun membuahkan alat bernamakan Masinis Fatigue Detector (Maftec).

Maftec ini bertujuan untuk mencegah kecelakaan kereta api. Maftec bekerja dengan mendeteksi mata kantuk berdasarkan durasi lama menutupnya mata. “Apabila responden terdeteksi mengantuk, maka vibration armband akan bergetar dan selanjutnya Maftec akan mengirimkan data peringatan normal atau kantuk ringan maupun kantuk berat ke PC melalui bluetooth dengan interface yang berupa peringatan,” jelas pria asal Jogja ini.

Menurut Reza, Maftec dapat bekerja lebih efektif dibandingkan deadman pedal yang selama ini diaplikasikan pada kereta. Pasalnya, deadman pedal yang berfungsi sebagai alarm kesadaran masinis dan juga pengendalian kereta api ini menggunakan sistem 90/30.

Sistem ini menandakan bahwa pedal memiliki set waktu 90 detik diinjak dan 30 detik dilepas. Sedangkan Maftec dapat bekerja lebih cepat. Kedepannya, Reza bersama dua rekannya akan melakukan pengembangan produk terkait dengan peningkatan spesifikasi komponen alat yaitu mini PC, webcam, dan bluetooth, sehingga Maftec dapat bekerja dengan respon yang cepat serta memiliki akurasi tinggi.

Selain itu, ia akan melakukan inovasi terkait teknologi Night Vision untuk Maftec. Agar nantinya dapat bekerja dengan baik untuk mendeteksi mata kantuk masinis ketika malam hari pada kabin lokomotif.

Tak hanya itu, Reza berkeinginan untuk melakukan uji coba kelayakan Maftec secara langsung pada perjalanan kereta api yang melibatkan masinis. Di samping itu, pria yang bercita-cita sebagai peneliti ini akan menjajaki proses mendapatkan Hak Karya Intelektual (HaKI) atas inovasi Maftec sebagai detektor kelelahan-kantuk masinis terintegrasi.

Setelah meraih Piala Adi Cipta Tata Wahana Nusantara Award ini, Reza bersama tim juga mendapat uang sebesar Rp 50 juta dan fieldtrip ke Beijing, Tiongkok untuk mempelajari transportasi, khususnya perkeretaapian. (sak)

Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

ITS Kembangkan Bensin Sawit Ramah Lingkungan, Efisien dan Berpotensi Kurangi Ketergantungan BBM Impor

07/04/2026 - 21:11 WIB

Mahasiswa ITS Ciptakan Rompi Pintar SAFE, Tingkatkan Keselamatan Lansia Berbasis IoT dan Deep Learning

13/12/2025 - 00:24 WIB

Balapan Gokart Listrik di Sirkuit ITS

25/11/2025 - 13:00 WIB

ITS Sukses Mendominasi Gemastik 2025

05/11/2025 - 15:00 WIB

ITS Kembangkan Paving Anti-banjir

04/11/2025 - 12:00 WIB

Jam Tangan Daur Ulang Mahasiswa ITS

18/10/2025 - 13:00 WIB

Comments are closed.

D-8 Youth Dialogue UNAIR Soroti Ketahanan Energi, Peran Anak Muda Dinilai Penting dalam Mendorong Inovasi

03/06/2026 - 19:21 WIB

Dishub Surabaya Tempuh Proses Hukum Usai Dugaan Pencurian Rambu Parkir di Satpas Colombo Viral

03/06/2026 - 19:05 WIB

RICH Pakal Jadi Ruang Belajar Bahasa Inggris Gratis, Ratusan Anak Antusias Ikut Kelas

03/06/2026 - 18:57 WIB

Chelsea Rilis Jersey Kandang 2026-2027 dengan Strategi Peluncuran Unik

02/06/2026 - 22:55 WIB

Cross Musea Pertiwi 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan AI dan Wayang

02/06/2026 - 22:01 WIB

ITS Perluas Kerja Sama Global dengan HSE Rusia, Fokus Sains dan Teknologi

02/06/2026 - 21:50 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.