Mahasiswa ITS Juara Ajang Pebisnis Muda
KOMUNITAS PERISTIWA

Mahasiswa ITS Juara Ajang Pebisnis Muda

Ungguli perusahaan-perusahaan besar di Indonesia, mahasiswa S2 Teknik Sistem dan Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Reza Aulia Akbar ST, berhasil membawa pulang juara pertama pada ajang Indonesia Young Business Leaders Award (IYBLA). Rangkaian acara pemberian penghargaan diselenggarakan melalui siaran langsung YouTube beberapa waktu lalu.

Ajang berupa penghargaan bagi pebisnis-pebisnis muda ini diselenggarakan oleh majalah SWA yang bekerja sama dengan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Rangkaian acara mulai penjaringan hingga upacara penghargaan berlangsung sejak Desember 2020 lalu.

Tidak main-main, Reza menjelaskan bahwa partisipan yang turut serta dalam IYBLA 2021 datang dari berbagai perusahaan besar seperti DANA Indonesia, BRI, Bengkel Animasi Nusantara yang sempat terlibat dalam proyek film Avengers, hingga PT Pertamina Gas.

Reza sendiri merupakan Komisaris Utama dari PT Riset Prestasi Indonesia yang berkecimpung di bidang keilmiahan. Perjuangan Reza mencapai gelar jawara tidak luput dari banyaknya proses penjaringan dari pengiriman formulir pendaftaran sampai berada di 20 besar.

Laki-laki berkacamata tersebut menjelaskan bagaimana lika-liku yang harus dihadapinya selama dua bulan mengikuti IYBLA 2021. “Nah, di kompetisi itu ada dua kategori yang terdiri dari dua kategori utama dan kategori komplemen,” tuturnya.

Adapun kategori utama IYBLA 2021 terbagi atas kategori Pemimpin Unit Bisnis (Unit Business Leaders) seperti komisaris utama atau pemimpin divisi bisnis, dan yang kedua adalah kategori Pemimpin Fungsi (Function Leaders) seperti pemimpin bagian pemasaran atau keuangan.

Sementara itu, kategori komplemen diberikan kepada para finalis yang memiliki keunggulan atau prestasi di bidang khusus seperti inovasi, kolaborasi, atau agen perubahan sosial.

Menurut keterangan alumnus S1 Teknik Sistem dan Industri ITS tersebut, ia bersaing di kategori utama dalam lingkup Unit Business Leaders.

Banyak materi yang menjadi bahan pertimbangan mulai dari otentisitas, proses membangun kemampuan kepemimpinan, visi dan inovasi yang diberikan, kemampuan membentuk pemimpin baru, sampai performa dan pencapaian perusahaan.

“Jadi, saya bisa masuk sampai 20 besar itu sendiri juga tidak berharap untuk juara,” ungkap mahasiswa kelahiran Bantul ini.

Sebagaimana yang Reza sampaikan, ia mulai merintis perusahaan pada tahun 2016 dengan nama Reza Research Company. Lantas di tahun 2018, mahasiswa yang juga penulis buku ini melakukan rebranding perusahaan menjadi sebuah produk bernama Science Hunter Indonesia dan berstatus sebagai perusahaan rintisan (start-up).

Seiring berjalanannya waktu, Reza sukses mengusung Science Hunter Indonesia menjadi perusahaan berbadan hukum bernama PT Riset Prestasi Indonesia pada 25 September 2020.

Pada akhirnya, Reza mengajukan Science Hunter Indonesia sebagai produk unggulan utama PT Riset Prestasi Indonesia dalam ajang IYBLA 2021 dan berhasil mengantarnya sebagai juara.

Produk perusahaan ini sendiri bergerak dalam bidang riset dan keilmiahan dengan memberikan pelatihan berupa kelas daring untuk karya tulis ilmiah, di mana sasarannya merupakan pelajar sampai peneliti profesional.

“Mungkin untuk bidang riset bagi dosen sudah banyak, tetapi untuk pembinaan anak-anak SD, SMP, SMA, dan mahasiswa sangat jarang terfasilitasi,” ungkap Reza.

Tidak hanya Science Hunter Indonesia, PT Riset Prestasi Indonesia juga memiliki tiga produk lain. Produk pertama adalah Rumah Riset Official yang merupakan aplikasi daring untuk pembelajaran terkait penelitian ilmiah dan bekerja sama dengan Indonesian Young Scientist Association (IYSA).

Kedua, Bengkel Inovasi yang merupakan produk pendukung Science Hunter Indonesia dan memberi wadah bagi para peneliti untuk menciptakan produk inovasinya sendiri (prototype). Terakhir adalah Indonesian Youth Olympiad Center (IYOC) sebagai platform pendidikan yang bergerak dalam bidang olimpiade.

Di sisi lain, IYBLA sendiri merupakan ajang yang ditujukan untuk memberikan apresiasi bagi calon pemimpin-pemimpin muda potensial yang telah berhasil membuktikan diri sebagai pemimpin muda yang berkarakter baik, berkompeten di bidangnya, serta memiliki jiwa kepemimpinan.

IYBLA memiliki persyaratan minimal pengalaman bekerja tiga tahun. Sementara itu, untuk usia dibatasi maksimal usia 35 tahun untuk jabatan Board of Directors (BOD) dan 40 tahun untuk jabatan Chief Executive Officer (CEO) dan direksi. (ita)