Transformasi digital UMKM di Surabaya terus bergulir. Melalui kolaborasi lintas negara, Pemerintah Kota Surabaya menggandeng Universitas Kristen (UK) Petra dan Singapore University of Technology and Design (SUTD) untuk mendampingi Koperasi Sumber Mulia Barokah (SMB) dalam membangun sistem manajemen berbasis teknologi.
Sebanyak 60 mahasiswa dari bidang bisnis dan informatika diterjunkan langsung ke koperasi jahit yang berlokasi di Tambak Wedi. Mereka ditantang merancang solusi digital yang mampu menjawab persoalan pencatatan stok, manajemen SDM, hingga pemasaran produk.
Kepala Dinkopumdag Kota Surabaya, Mia Santi Dewi, menilai keterlibatan mahasiswa menjadi nilai tambah karena menghadirkan pendekatan inovatif berbasis kebutuhan lapangan.
“Kami ingin koperasi tidak hanya berkembang secara omzet, tetapi juga tertib dalam pengelolaan. Digitalisasi akan membantu koperasi naik kelas dan lebih siap bersaing,” katanya.
Wakil Dekan II School of Business and Management UK Petra, Vido Iskandar, menyebutkan bahwa proyek ini menggunakan pendekatan hackathon untuk menghasilkan solusi nyata.
“Ada tiga fokus utama, yakni pembenahan pencatatan internal, perluasan pasar, dan persiapan pembukaan stokis pada 2026. Semua berbasis data koperasi,” jelasnya.
Ketua Koperasi SMB, Ucik Fatimatuzzahro, mengungkapkan bahwa koperasi yang dipimpinnya mengalami pertumbuhan pesat dalam empat tahun terakhir. Namun, keterbatasan sistem digital menjadi tantangan tersendiri.
“Kami berharap ada sistem terintegrasi, semacam rekam kerja penjahit, agar perhitungan biaya dan performa bisa lebih transparan,” ujarnya.
Salah satu mahasiswa UK Petra, Sebastian Yohan Setiadji, menambahkan bahwa keberhasilan sistem sangat bergantung pada keterbukaan data dan pendampingan lanjutan.
“Teknologi harus diikuti pelatihan. Jika tidak, sistem digital berisiko tidak digunakan secara optimal,” pungkasnya. (tas)

