Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • PWI dan IJTI Nganjuk Tolak Istilah ‘Londo Ireng’, Tegaskan Pers Pilar Demokrasi
  • PWI se-Madura Tolak Labeling ‘Londo Ireng’, Tegaskan Pers Pilar Demokrasi
  • Perda Hunian Layak Surabaya Berlaku, Pemilik Kos Wajib Lapor Penghuni Baru Maksimal 7 Hari
  • Shine Harmony Choir Raih Apresiasi Plt Gubernur Emil Dardak atas Prestasi Internasional
  • Penertiban Bangunan Liar Medokan Asri Timur, Pemkot Surabaya Selamatkan Aset Daerah
  • Festival Riset dan Inovasi Semarakkan HUT Ke-3 Kebun Raya Mangrove Surabaya
  • Bank Jatim Gandeng Bank NTT Hadirkan Layanan Remitansi Internasional
  • Normalisasi Sungai Kalianak Tahap III Berlanjut, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan di Asemrowo
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»KOMUNITAS»Mahasiswa UGM KKN di Pulau Sabu

Mahasiswa UGM KKN di Pulau Sabu

KOMUNITAS redaksi08/01/2022 - 15:00 WIB

Semangat 24 orang mahasiswa UGM melaksanakan kegiatan pengabdian ke daerah terluar dan terisolir di wilayah bagian timur Indonesia patut diapresiasi.

Para mahasiswa ini ditempatkan di Pulau Sabu yang berada di Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur.

Pulau yang berada di selatan NTT ini berada di seberang benua Australia. Para mahasiswa ini harus menempuh perjalanan lewat kapal laut selama kurang lebih 10-12 jam dari pelabuhan Kota Kupang.

Penerjunan mahasiswa KKN di Kabupaten Sabu Raijua ini diapresiasi langsung oleh Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat. Sebab, menurut Gubernur, Kabupaten Sabu Raijua merupakan kabupaten yang paling kering di Provinsi NTT.

“Hal itu disampaikan Gubernur saat menerima audiensi mahasiswa KKN PPM di Kupang pada 20 Desember lalu,” kata Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN PPM Dr Widya Nayati MA, Jumat (31/12).

Meski kering dan tandus, Gubernur menyampaikan kabupaten yang berada di selatan Indonesia itu memiliki potensi sumber daya yang belum banyak dikembangkan misalnya dalam usaha tenun, rumput laut, tambak garam dan pariwisata.

Oleh karena potensi itu perlu didorong lewat pemberdayaan secara berkelanjutan. “Gubernur yakin dengan ilmu yang dibagikan oleh mahasiswa ini bisa mengubah pola pikir warga untuk terus berkembang,” papar Widya Nayati.

Widya Nayati mengamini sebagian besar pulau tersebut gersang dan tandus. Bahkan sepanjang tahun, pulau tersebut paling sedikit mendapat pasokan air hujan. Tidak heran di pulau ini juga sering terjadi bencana badai angin siklon.

“Bila ada bencana angin (badai siklon) daerahnya sangat terisolir,” kata Widya via telepon.

Badai angin ini menurut Widya sering terjadi di pulau ini. Sampai-sampai warga di sana tidak berani keluar dari rumahnya masing-masing. “Kejadiannya bisa 2-3 jam sekali,” katanya.

Widya menuturkan mahasiswa mulai diterjunkan di pulau itu sejak tanggal 23 Desember lalu. Karena ada info dari BMKG bahwa badai ini terjadi hingga tanggal 26 Desember sehingga mahasiswa memilih untuk berlindung dan tidak keluar rumah untuk sementara waktu.

Bila ada badai seperti ini menurut Widya, pulau ini menjadi terisolir sehingga pasokan bahan makanan dari luar menjadi tersendat sehingga masyarakat sangat bergantung dengan mie instan. “Jika ada bencana, yang ada bantuan mie instan,” kata Widya.

Widya menyampaikan selama dua bulan ke depan para mahasiswa UGM melaksanakan program pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan partisipasi perempuan yang umumnya berasal dari keluarga nelayan dan petani.

Pemberdayaan para perempuan menurut Widya dilakukan lebih kepada peningkatan sumber daya manusia berupa peningkatan pengetahuan dan keterampilan baik dalam pengembangan ekonomi dan kesehatan maupun pengetahuan lainnya.

“Kita ingin meningkatkan keterampilan wanita dalam meningkatkan kesehatan keluarganya dimana ia mampu mengolah bahan makanan sehat dan bergizi dari sumber daya alam yang ada di sekitar,” katanya.

Beberapa bentuk kegiatan adalah pengolahan makanan dari rumput laut, pengolahan ikan dan daun kelor. “Kita mengajari berbagai macam makanan yang sehat dan mudah dipakai dan dikonsumsi ibu dan anak-anak dengan bahan dasar yang ada di sini,” katanya.

Pemberdayaan perempuan tersebut menurut Widya tidak diarahkan untuk menjadi produk usaha namun lebih kepada peningkatan kesehatan dan kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan gizi yang cukup agar tidak terjadi stunting.

Namun, apabila ada perempuan yang tertarik untuk berwirausaha maka mahasiswa juga mengenalkan dan memberi keterampilan berwirausaha.

“Kalau mau menjual, kita sudah menyiapkan bagaimana cara mendesain produk dan pengemasannya, lalu memasarkan secara online dan melatih mengelola keuangan dan menabung,” katanya. (ist)

Mahasiswa UGM KKN di Pulau Sabu
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

PWI dan IJTI Nganjuk Tolak Istilah ‘Londo Ireng’, Tegaskan Pers Pilar Demokrasi

25/07/2026 - 19:51 WIB

PWI se-Madura Tolak Labeling ‘Londo Ireng’, Tegaskan Pers Pilar Demokrasi

25/07/2026 - 19:44 WIB

Perda Hunian Layak Surabaya Berlaku, Pemilik Kos Wajib Lapor Penghuni Baru Maksimal 7 Hari

25/07/2026 - 18:43 WIB

Penertiban Bangunan Liar Medokan Asri Timur, Pemkot Surabaya Selamatkan Aset Daerah

25/07/2026 - 18:16 WIB

Bank Jatim Gandeng Bank NTT Hadirkan Layanan Remitansi Internasional

24/07/2026 - 23:51 WIB

Normalisasi Sungai Kalianak Tahap III Berlanjut, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan di Asemrowo

24/07/2026 - 07:54 WIB

Comments are closed.

PWI dan IJTI Nganjuk Tolak Istilah ‘Londo Ireng’, Tegaskan Pers Pilar Demokrasi

25/07/2026 - 19:51 WIB

PWI se-Madura Tolak Labeling ‘Londo Ireng’, Tegaskan Pers Pilar Demokrasi

25/07/2026 - 19:44 WIB

Perda Hunian Layak Surabaya Berlaku, Pemilik Kos Wajib Lapor Penghuni Baru Maksimal 7 Hari

25/07/2026 - 18:43 WIB

Shine Harmony Choir Raih Apresiasi Plt Gubernur Emil Dardak atas Prestasi Internasional

25/07/2026 - 18:28 WIB

Penertiban Bangunan Liar Medokan Asri Timur, Pemkot Surabaya Selamatkan Aset Daerah

25/07/2026 - 18:16 WIB

Festival Riset dan Inovasi Semarakkan HUT Ke-3 Kebun Raya Mangrove Surabaya

25/07/2026 - 17:58 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.