Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»SENI BUDAYA»Mahasiswa Belajar dari Masyarakat Samin

Mahasiswa Belajar dari Masyarakat Samin

SENI BUDAYA redaksi13/08/2018 - 12:00 WIB

Liburan kuliah bukan alasan untuk tidak produktif dengan berkegiatan yang positif. Begitu tradisi yang dilakukan mahasiswa Universitas Airlangga asal Bojonegoro bersama komunitas yang akrab disapa ABC (Airlangga Bojonegoro Community).

Mengisi liburan semester genap tahun 2018, komunitas yang lekat dengan jargon Matoh pol itu melaksanakan kegiatan bertajuk Sowan Samin yang berlokasi di Desa Margomulyo, Dusun Jepang, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro beberapa waktu lalu.

Sowan Samin didorong oleh keinginan untuk silaturahmi serta mengetahui lebih dalam kearifan lokal masyarakat Samin, salah satu suku di Indonesia yang terletak di daerah Bojonegoro.

Hardjo Kardi keturunan keempat Ki Samin Surosentiko mengatakan bahwa Samin bukanlah suku. Ia lebih senang menyebutnya pejuang. Perjuangan melawan Belanda dengan menolak membayar upeti ke Belanda karena dinilai menyengsarakan rakyat.

Taktik yang dilakukan masyarakat Samin untuk mengelabuhi Kompeni, kata Hardjo, adalah dengan cara berbicara dengan percakapan yang membingungkan.

Hardjo mencontohkan, ketika Kompeni bertanya letak rumah, maka masyarakat suku Samin hanya akan menjawab ‘di sana’ tanpa ada tambahan atau isyarat apapun. Cara ini adalah bentuk proteksi diri.

Keturunan Samin Surosentiko tersebar di beberapa daerah di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Daerah Jawa Tengah meliputi Brebes, Pati, Rempang, Kudus dan Blora. Sedangkan di Jawa Timur meliputi Bojonegoro, Lamongan, Ngawi, dan Madiun.

Ajaran utama masyarakat Samin adalah tentang kejujuran. Setiap perilaku harus mengutamakan kejujuran, karena kejujuran yang menuntun hidup ke arah lebih baik.

“Mbah Hardjo menganalogikan, semisal kita mau makan singkong, tanamlah singkong. Kalau mau padi ya tanam padi. Hasilnya bisa dinikmati bersama. Jangan memakan atau mengambil singkong yang bukan hasil tanamanmu. Itu sama saja mencuri. Satu kali mencuri selanjutnya akan mencuri,” kenang Indra Pratama Ketua Umum ABC menirukan pesan Hardjo.

Saat ini Samin sudah menuju masyarakat modern, berpendidikan, serta sadar dengan kebutuhan akan teknologi. Terbukti dengan kepemilikan motor oleh masyarakat kampung.

Meski begitu, mereka tetap berpegang teguh pada budi pekerti dengan melestarikan seni. Di sebelah rumah Hardjo terdapat sebuah pendopo lengkap dengan gamelan yang sering digunakan untuk pengiring latihan tari.

Mayoritas masyarakat Samin memiliki mata pencaharian sebagai petani dengan hasil singkong, padi, dan jagung.

“Pasca mengunjungi masyarakat Samin, sebagai mahasiswa dan masyarakat Bojonegoro kita sadar bahwa kejujuran merupakan prinsip hidup yang utama. Berpuluh tahun masyarakat Samin telah menerapkan hidup dengan kejujuran. Bahkan kejujuran digunakan proteksi diri masyarakat Samin pada era Kolonial,” tambah mahasiswa Ilmu Politik Unair.

“Yang bisa saya dan temen-temen lakukan selanjutnya adalah menerapkan kejujuran dalam tindakan apapun. Setidaknya dimulai dengan jujur pada diri sendiri. Juga, lebih menghargai dan melestarikan kearifan lokal yang ada karena merupakan salah satu warisan bangsa,” pungkasnya. (ita)

Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Reog Purbaya Surabaya Raih Juara 3 Nasional FNRP 2026, Lampaui Target dan Harumkan Kota Pahlawan

16/06/2026 - 12:59 WIB

Reog Purbaya Surabaya Tampil Memukau di Festival Nasional Reog Ponorogo 2026, Bidik Posisi Lima Besar

14/06/2026 - 14:05 WIB

Dedikasi Tiga Garda Terdepan Cagar Budaya

27/02/2026 - 10:43 WIB

Meriahkan Hari Guru, KGPS Luncurkan Buku Puisi

01/12/2025 - 11:00 WIB

Pos Bloc Medan, Simbol Transformasi Digital

18/11/2025 - 15:00 WIB

GeLORa Wadahi PT Tingkatkan Peran sebagai Pelestari Budaya

14/11/2025 - 13:00 WIB

Comments are closed.

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.