Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»SENI BUDAYA»Membiasakan Etika Budaya Jawa

Membiasakan Etika Budaya Jawa

SENI BUDAYA redaksi22/11/2018 - 14:30 WIB

Perkembangan kehidupan di era yang sangat cepat, menyebabkan banyaknya etika maupun norma terabaikan, terutama pada etika budaya Jawa. Oleh karena itu, etika budaya Jawa harus dibiasakan oleh orang tua hingga generasi muda sejak dini.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menegaskan, budaya Jawa dapat berperan sebagai salah satu pencegah korupsi. Nilai-nilai maupun norma sosial yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat seperti gotong royong, saling membantu dapat melawan korupsi di tingkat masyarakat.

Ganjar memandang, proses kebudayaan Jawa saat ini telah bergerak dan berkembang, tidaklah statis. Oleh karena itu, kegiatan yang mengarah kepada kebaikan dalam kehidupan masyarakat secara positif harus terus di dorong.

“Saya sepakat, bahwa etika serta pembentukan karakter harus terus di dorong dan dilakukan secara bersama. Sanksi sosial harus dipersiapkan agar pelaku korupsi tidak semakin besar di negara ini,” ujar Ganjar Pranowo saat pembukaan Kongres Kebudayaan Jawa (KKJ) II di Gedung Negara Grahadi, Surabaya (21/11) malam.

Sementara, wewakili Gubernur Jatim, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Dr Heru Tjahjono mengatakan, etika budaya Jawa jika diartikan dengan kondisi hari ini sebagai proses pembentukan karakter yang positif.

“Keberadaan etika budaya Jawa semakin hari dirasa sangat mengkhawatirkan terutama bagi generasi muda penerus bangsa dan negara,” kata Heru Tjahjono.

Maka dari itu, lanjutnya, sebagai orang yang hidup, tinggal dan besar di Jawa haruslah membiasakan etika budaya Jawa sejak dini agar dapat memahami dan menghormati antar sesama manusia.

Sebagai contoh, setiap orang Jawa pasti selalu mengenal dan meresapi kata nyuwun sewu atau budaya permisi dan matur nuwun atau budaya terima kasih. Budaya permisi ini adalah salah satu bentuk atau sikap santun yang selalu diajarkan oleh orang tua kepada anak untuk selalu menghormati yang lebih tua.

“Budaya permisi atau nyuwun sewu ini sekarang mulai pudar. Banyak anak muda yang acuh terhadap bentuk etika budaya Jawa seperti ini,” ujarnya.

Sama halnya dengan matur nuwun atau budaya terima kasih harus dilakukan tidak hanya sebagai orang Jawa saja. Budaya mengucapkan terima kasih itu, erat kaitannya terhadap personal seseorang dalam berinteraksi secara positif antar sesama makhluk.

“Ini yang harus kita jaga kembali. Saya menilai ini persoalan etika budaya yang tercermin dalam pembentukan karakter seseorang,” imbuhnya.

Saat talkshow, juga hadir Asisten Keistimewaan Setda DIY Didik Purwadi mewakili Gubernur DIY Sri Sultan HB X. Acara dipandu pakar komunikasi Dr Sukowidodo dari Unair.

KKJ II diikuti 300 peserta dari Jatim, Jateng dan DIY. Dibagi dalam enam komisi, yakni Kebudayaan Jawa di Tengah Tantangan Nasional dan Global, Kebudayaan Jawa sebagai Perajut Harmoni Sosial, Kebudayaan Jawa sebagai Spirit Kemajuan Ekonomi.

Lalu Kebudayaan Jawa sebagai Sumber Ekosistem Kebudayaan, Kebudayaan Jawa sebagai Basis Sosial Politik dan Kepemimpinan serta Kebudayaan Jawa sebagai Landasan Sosio Spiritual.

Sebelumnya, tiga daerah menghadirkan kesenian tradisional masing-masing, yakni Tari Maja Kirana dari Jawa Timur, Tari Menak Putri Rengganis Widaningsih dari DIY dan Klana Topeng Jawa Tengah. (ita)

Kongres Kebudayaan Jawa (KKJ) II
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Reog Purbaya Surabaya Raih Juara 3 Nasional FNRP 2026, Lampaui Target dan Harumkan Kota Pahlawan

16/06/2026 - 12:59 WIB

Reog Purbaya Surabaya Tampil Memukau di Festival Nasional Reog Ponorogo 2026, Bidik Posisi Lima Besar

14/06/2026 - 14:05 WIB

Dedikasi Tiga Garda Terdepan Cagar Budaya

27/02/2026 - 10:43 WIB

Meriahkan Hari Guru, KGPS Luncurkan Buku Puisi

01/12/2025 - 11:00 WIB

Pos Bloc Medan, Simbol Transformasi Digital

18/11/2025 - 15:00 WIB

GeLORa Wadahi PT Tingkatkan Peran sebagai Pelestari Budaya

14/11/2025 - 13:00 WIB

Comments are closed.

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.