Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • D-8 Youth Dialogue UNAIR Soroti Ketahanan Energi, Peran Anak Muda Dinilai Penting dalam Mendorong Inovasi
  • Dishub Surabaya Tempuh Proses Hukum Usai Dugaan Pencurian Rambu Parkir di Satpas Colombo Viral
  • RICH Pakal Jadi Ruang Belajar Bahasa Inggris Gratis, Ratusan Anak Antusias Ikut Kelas
  • Chelsea Rilis Jersey Kandang 2026-2027 dengan Strategi Peluncuran Unik
  • Cross Musea Pertiwi 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan AI dan Wayang
  • ITS Perluas Kerja Sama Global dengan HSE Rusia, Fokus Sains dan Teknologi
  • Khofifah Tinjau SPMB 2026 di Surabaya, Antrean Lebih Tertib dan Layanan Meningkat
  • Khofifah Sambut Jemaah Haji Kloter I, Apresiasi Layanan Imigrasi Digital
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»KOMUNITAS»Mengenal Profesi Diplomat, Sang Negosiator

Mengenal Profesi Diplomat, Sang Negosiator

KOMUNITAS redaksi25/07/2025 - 13:00 WIB

Di tengah masifnya globalisasi, diplomat memiliki peran sebagai ujung tombak hubungan internasional. Guru Besar Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga (UNAIR), Prof Wahyu Wicaksana SIP MA PhD menekankan bahwa meski teknologi sudah hadir dalam memudahkan komunikasi, kehadiran fisik negosiator negara tetap tak terganti.

Menurutnya, secara definisi sederhana, diplomat adalah pihak yang ditunjuk negara untuk melaksanakan misi diplomasi agar tercapai kepentingan nasional melalui jalan damai dan negosiasi. Diplomat merupakan salah satu pelaksana hubungan internasional yang memiliki fungsi strategis.

“Tugas diplomatik mulai dari melakukan negosiasi perdagangan sampai menyelesaikan konflik antarnegara. Termasuk juga misi-misi rahasia. Tentu kita harus bedakan dengan fungsi intelijen atau lembaga-lembaga keamanan negara. Namun, diplomasi itu fokus kepada bagaimana menjalankan kepentingan atau bagaimana meraih kepentingan nasional, kepentingan negara melalui jalur damai, melalui negosiasi,” jelasnya.

Prof Wahyu menggambarkan ruang diplomasi bukanlah ruang yang selalu nyaman dan aman. Beban tanggung jawab pada pundak diplomat begitu berat. Mereka tak hanya jadi wajah suatu negara di kancah internasional, tetapi juga menjadi pihak yang dituntut menyelesaikan misinya hingga tuntas.

“Nah, tentu dalam satu misi itu mereka diberikan arahan seberapa jauh boleh bertindak, seberapa jauh boleh mengambil keputusan. Tetapi sebagai seorang profesional, tanggung jawab mereka adalah sampai pekerjaan selesai,” sebutnya.

Tantangan yang harus diplomat hadapi jauh melampaui sekadar negosiasi meja atau bahkan melancong ke mancanegara. Prof Wahyu mengungkapkan diplomat memiliki berbagai risiko yang bahkan di luar ekspektasi.

Demi melindungi diplomat ketika menjalankan tugas-tugas beratnya, hukum internasional memberikan diplomatic immunity atau kekebalan diplomatik. Prof Wahyu menerangkan bahwa dalam Konvensi Wina diplomat mendapat jaminan perlindungan fisik, martabat, dan kehormatan diplomat beserta keluarganya.

“Dengan tanggung jawab dan tugas seberat itu, tentu mereka tidak dilepas begitu saja. Negara bertanggung jawab dan melindungi semua staf diplomatik yang menjalankan misi kenegaraan di luar negeri. Mulai dari saat mereka mendapatkan tugas sampai kembali ke tanah air,” terangnya. (ita)

Unair
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

D-8 Youth Dialogue UNAIR Soroti Ketahanan Energi, Peran Anak Muda Dinilai Penting dalam Mendorong Inovasi

03/06/2026 - 19:21 WIB

Dishub Surabaya Tempuh Proses Hukum Usai Dugaan Pencurian Rambu Parkir di Satpas Colombo Viral

03/06/2026 - 19:05 WIB

RICH Pakal Jadi Ruang Belajar Bahasa Inggris Gratis, Ratusan Anak Antusias Ikut Kelas

03/06/2026 - 18:57 WIB

Chelsea Rilis Jersey Kandang 2026-2027 dengan Strategi Peluncuran Unik

02/06/2026 - 22:55 WIB

Cross Musea Pertiwi 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan AI dan Wayang

02/06/2026 - 22:01 WIB

ITS Perluas Kerja Sama Global dengan HSE Rusia, Fokus Sains dan Teknologi

02/06/2026 - 21:50 WIB

Comments are closed.

D-8 Youth Dialogue UNAIR Soroti Ketahanan Energi, Peran Anak Muda Dinilai Penting dalam Mendorong Inovasi

03/06/2026 - 19:21 WIB

Dishub Surabaya Tempuh Proses Hukum Usai Dugaan Pencurian Rambu Parkir di Satpas Colombo Viral

03/06/2026 - 19:05 WIB

RICH Pakal Jadi Ruang Belajar Bahasa Inggris Gratis, Ratusan Anak Antusias Ikut Kelas

03/06/2026 - 18:57 WIB

Chelsea Rilis Jersey Kandang 2026-2027 dengan Strategi Peluncuran Unik

02/06/2026 - 22:55 WIB

Cross Musea Pertiwi 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan AI dan Wayang

02/06/2026 - 22:01 WIB

ITS Perluas Kerja Sama Global dengan HSE Rusia, Fokus Sains dan Teknologi

02/06/2026 - 21:50 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.