Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»KOMUNITAS»Mewujudkan Surabaya Kota Toleransi

Mewujudkan Surabaya Kota Toleransi

KOMUNITAS redaksi25/01/2023 - 14:00 WIB

Pemkot Surabaya menggelar Kumpul Akrab Tenaga Pendidik Keagamaan (Kurma) di Graha YKP, Jumat (20/01) sore. Dalam acara tersebut, Wali Kota Eri Cahyadi menyampaikan pesan kerukunan antar umat beragama kepada para tenaga pendidik keagamaan.

Pada kesempatan ini, Wali Kota Eri Cahyadi didampingi oleh PJ Sekda Kota, Asisten, Kepala PD, dan Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Surabaya. Di pertemuan ini, dihadiri pula oleh 2.575 tenaga pendidik keagamaan dari 7 kecamatan yang ada di wilayah Surabaya Timur.

Selain memberikan pesan kerukunan antar umat beragama, Wali Kota ingin para tenaga pendidik keagamaan itu bisa mencetak generasi yang berakhlak mulia. “Harapan saya, pendidikan di Kota Surabaya bukan sekadar pelajaran formal saja. Akan tetapi juga pelajaran soal agama, agar generasi kita ke depannya memiliki akhlakul karimah,” kata Eri Cahyadi.

Eri yakin, ketika anak-anak ditanamkan pendidikan agama di dalam dirinya. Maka akan di kemudian hari akan menjadi orang yang memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat. Selain berakhlak, anak-anak akan memiliki rasa kepedulian yang tinggi terhadap sesama manusia.

“Saya titipkan kepada guru TPQ, agama, Islam, Katolik, Hindu, Budha, Konghucu, Protestan semuanya. Saya yakin, ketika itu (pelajaran agama) ditanamkan di jiwanya anak-anak, ketika dewasa kelak akan menjadi pribadi yang berakhlak. Apapun agamanya itu,” ujar Eri.

Eri menambahkan, kegiatan ini juga bagian dari wujud Surabaya kota toleransi. Karena di dalam acara tidak hanya diikuti oleh guru agama Islam, akan tetapi juga menghadirkan tenaga pendidik Katolik, Protestan, Budha, Hindu dan Konghucu.

“Karena kekuatan kita adalah kekuatan toleransi, bagaimana membangun Surabaya dengan kekuatan agama. Agama apapun itu, maka ke depannya akan saling menguatkan satu sama lain,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Surabaya, Amir Solehuddin mengapresiasi acara yang digelar oleh pemkot kali ini. Bahkan Amir turut mendukung penuh program pemkot tersebut.

“Ini (Kurma) menjadi penyemangat bagi guru agama, kami sangat mendukung. Semoga para guru bisa lebih semangat lagi dalam mendidik siswanya,” ucap Amir.

Amir mengungkapkan terima kasih kepada Pemkot Surabaya telah memberikan bantuan operasional tenaga pendidik keagamaan. Yang sebelumnya di tahun 2022 mendapatkan bantuan operasional senilai Rp 500 ribu, pada tahun 2023 akan dinaikkan menjadi Rp 600 ribu.

“Terima kasih kepada Pak Wali Kota, karena tidak semua daerah menerima bantuan biaya operasional. Insya allah tiap bulan Rp 600 ribu, dan dicairkan tiap triwulan sekali,” pungkasnya. (ita)

Eri Cahyadi Pemkot Surabaya
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

Comments are closed.

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.