Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menegaskan komitmennya memperkuat ekonomi regional melalui Misi Dagang dan Investasi Perdana Tahun 2026 dengan Jawa Tengah. Kegiatan yang dipimpin langsung Gubernur Khofifah Indar Parawansa ini mencatatkan komitmen transaksi lebih dari Rp3,15 triliun.
Khofifah menyampaikan bahwa misi dagang ini dirancang untuk mempertemukan langsung pelaku usaha antarprovinsi guna membuka peluang kerja sama yang saling menguntungkan, baik melalui skema business to business maupun government to business.
“Produk yang diperdagangkan mencerminkan kekuatan dan kebutuhan masing-masing daerah. Karena itu, mari tumbuh dan maju bersama melalui sinergi,” ujar Khofifah.
Nilai transaksi terbesar tercatat dari kerja sama sektor peternakan antara asosiasi pelaku usaha Jawa Timur dan Jawa Tengah dengan nilai mencapai Rp1,13 triliun per tahun, mencakup penjualan daging unggas, daging sapi, susu, telur, hingga DOC ayam dan ternak sapi.
Kerja sama strategis lainnya meliputi sektor gula kristal putih senilai Rp300 miliar per tahun, industri hasil tembakau Rp192 miliar per tahun, serta transaksi signifikan di sektor perikanan, beras, dan pakan ikan.
Dalam skema perdagangan dua arah, Jawa Timur juga melakukan pembelian kayu bulat dari Jawa Tengah melalui Perum Perhutani senilai Rp60,22 miliar per tahun, menunjukkan optimalisasi muatan balik antarwilayah.
Khofifah menambahkan, penguatan perdagangan antar daerah menjadi pilar penting dalam menjaga ketahanan ekonomi Jawa Timur. Pada Triwulan III-2025, ekonomi Jatim tumbuh 5,22 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan nasional.
Dengan kontribusi 14,54 persen terhadap PDB nasional dan surplus perdagangan antarwilayah terbesar nasional sebesar Rp209 triliun, Jawa Timur dinilai memiliki posisi strategis sebagai penggerak ekonomi domestik.
Sejak 2019 hingga Januari 2026, Pemprov Jatim telah menyelenggarakan 49 misi dagang domestik di 29 provinsi dengan total nilai transaksi Rp30,52 triliun, serta enam misi dagang luar negeri dengan potensi transaksi Rp5,89 triliun.
“Misi dagang ini membuktikan daya saing produk Jawa Timur sekaligus memperkuat semangat kolaborasi lintas daerah,” pungkas Khofifah. (tas)
