Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»KOMUNITAS»Moralitas Pancasila Harus Digunakan

Moralitas Pancasila Harus Digunakan

KOMUNITAS redaksi24/08/2020 - 13:00 WIB

Dalam rangka memperingati 75th Proklamasi Kemerdekaan RI, pada akhir pekan lalu Institut Sarinah menyelenggarakan bedah buku “Ibu Bumi Dilarani” karya Dia Puspita berdasar riset tentang Gerakan Perempuan Kendeng di Rembang.

Webinar menghadirkan pembahas Ketua Departemen Ilmu Ekonomi FEB Unair Dr Muryani MSi MED, dosen FISIP UI Dr Nu Iman Subono MHum dan Ketua Institut Sarinah Eva K Sundari MA MDE.

Bedah buku yang dimoderatori Sovya Mardaningrum TA di DPR tersebut dibuka oleh tuan rumah Agnes Purbasari MA dosen UI yang juga memperkenalkan Institut Sarinah dalam sambutannya.

“Institut Sarinah adalah lembaga think tank mengembangkan pemikiran-pemikiran feminisme nasionalis Pancasila sekaligus melakukan pengorganisasian masyarakat untuk mendukung program-program Nation and Character Building,” jelas Agnes Purbasari.

Dia Puspita yang menggunakan teori gerakan sosial dan ekofeminisme dalam risetnya menyesalkan fakta hilangnya 143 sumber air akibat pembangunan pabrik semen di Rembang tersebut.

“Bukan saja tubuh para ibu yang terdampak oleh kerusakan alam tetapi rahim bumi juga terkoyak dan terhenti fungsinya memberi sumber kehidupan bagi manusia dan makhluk hidup, yaitu air,” keluhnya prihatin.

Ketua Departemen Ilmu Ekonomi FEB Unair yang menjadi pembahas mengingatkan perlunya menggunakan pendekatan valuasi sumberdaya alam dalam pembangunan. “Moralitas baru Pembangunan harus bisa menyeimbangkan antara demi melayani kepentingan manusia dan kepentingan pelestarian alam,” saran Dr Muryani MSi MED.

Menguatkan saran tersebut, Ketua Institut Sarinah Eva Sundari mengingatkan prinsip jalan tengah dari Pancasila. Penghormatan pada keberagaman, memajukan musyawarah untuk mufakat, dan menempatkan keadilan sosial untuk semua, harus menjadi prinsip-prinsip dalam perencanaan pembangunan.

“Perwujudan Cinta Tanah Air itu pro pada lingkungan dan daya dukung bumi bukan terhenti pada egoisme manusia untuk mengeksploitasi alam demi akumulasi kapital,” tegas Eva Sundari yang juga anggota DPR 2014-2019 dari FPDIP tersebut.

Dr Nur Imam Subono MH, pengajar FISIP UI menyarankan penelitian gerakan sosial lebih lanjut yaitu dinamika para aktor pengambil kebijakan terkait kasus Kendeng.

“Transisi dari Orba ke Orde Reformasi bisa merupakan peluang bagi perubahan termasuk untuk koreksi perencanaan pembangunan yang tidak pro lingkungan dan mengorbankan rakyat miskin,” saran Bonny, panggilan akrabnya.

Menutup acara webinar, Agnes Purbasari menginformasikan serangkaian rencana kegiatan Institut Sarinah terkait webinar yaitu bedah buku, kursus Pancasila dan Feminisme, pelatihan analisa sosial dan fgd tematik terkait pemikiran ideologi feminis nasionalis. Kegiatan terbuka untuk umum termasuk untuk para pelajar SMA. (sak)

Dia Puspita Ibu Bumi Dilarani Institut Sarinah Pancasila
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

Comments are closed.

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.