Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • D-8 Youth Dialogue UNAIR Soroti Ketahanan Energi, Peran Anak Muda Dinilai Penting dalam Mendorong Inovasi
  • Dishub Surabaya Tempuh Proses Hukum Usai Dugaan Pencurian Rambu Parkir di Satpas Colombo Viral
  • RICH Pakal Jadi Ruang Belajar Bahasa Inggris Gratis, Ratusan Anak Antusias Ikut Kelas
  • Chelsea Rilis Jersey Kandang 2026-2027 dengan Strategi Peluncuran Unik
  • Cross Musea Pertiwi 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan AI dan Wayang
  • ITS Perluas Kerja Sama Global dengan HSE Rusia, Fokus Sains dan Teknologi
  • Khofifah Tinjau SPMB 2026 di Surabaya, Antrean Lebih Tertib dan Layanan Meningkat
  • Khofifah Sambut Jemaah Haji Kloter I, Apresiasi Layanan Imigrasi Digital
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»TEKNOLOGI»Mr Krabs Meningkatkan Tangkapan Ikan

Mr Krabs Meningkatkan Tangkapan Ikan

TEKNOLOGI redaksi13/11/2017 - 16:00 WIB

Mahasiswa Universitas Gadjah Mada mengembangkan sebuah alat yang dapat membantu nelayan dalam memaksimalkan hasil tangkapan ikan dan diberi nama Modern Revolusioner Keramba Serbaguna atau disebut dengan Mr Krabs.

Ide pengembangan alat ini lahir dari pemikiran tiga mahasiswa UGM Departemen Elektronika dan Instrumentasi yang tergabung dalam tim Alaska dalam Pagelaran Nasional Mahasiswa Teknologi Informasi dan Komunikasi (Gemastik) 2017. Mereka adalah Abdurrohman Alfian Andi Nugroho, Karna Siwantara Suara, dan Hanif Baskoro.

Alfian mengatakan pembuatan Mr. Krabs tercetus karena melihat minimnya hasil tangkapan ikan di Indonesia. Salah satunya disebabkan penggunaan teknologi alat tangkap yang belum memadai.

“Mayoritas nelayan Indonesia adalah nelayan tradisional yang menggunakan alat konvensional dalam menangkap ikan sehingga hasilnya tidak maksimal,” tuturnya melalui Humas UGM, Selasa (31/10) di Jogja.

Keterbatasan teknologi pada alat tangkap nelayan tradisional, lanjutnya, membuat nelayan harus menunggu lama di laut sehingga tidak efisien. Tidak hanya itu, nelayan juga tidak dapat mengetahui dengan pasti ketersediaan ikan di daerah tangkapannya.

“Proses ini tidak efisien, tidak jarang juga nelayan pulang tanpa membawa hasil. Oleh sebab itu, kami berusaha mencari solusi untuk mengatasi persoalan ini,” jelasnya.

Ketiganya pun mengembangkan inovasi alat tangkap keramba dengan memanfaatkan LED Superbright berwarna merah dan hijau. Led tersebut berfungsi untuk memancing ikan datang ke keramba.

“Biasanya nelayan memakai lampu pijar untuk menarik ikan, tetapi tidak efektif karena panas. Berbeda dengan LED Superbright ini tidak menghasilkan panas dan memancarkan cahaya sangat terang sehingga bisa menarik ikan,” imbuh Hanif.

Selanjutnya, ikan yang masuk ke dalam keramba akan dideteksi oleh sensor photodiode melalui perubahan nilai cahaya yang ditangkap.

Apabila keramba telah terisi penuh dengan ikan maka sensor akan membaca nilai tertentu dan mengirimkan hasilnya melalui mikrokontroller dan mengirim sinyal yang menghasilkan notifikasi berupa SMS dan dapat diterima langsung oleh nelayan melalui smartphone.

“Nelayan juga dapat mengecek kondisi kerambanya secara real-time dengan cara melakukan missed call ke Mr Krabs. Kemudian, M. Krabs akan melakukan scanning keadaan keramba dan akan mengirimkan informasi tentang kondisi keramba melalui SMS,” kata Hanif.

Alat yang dikembangkan tiga mahasiswa muda ini tak hanya dapat membantu meningkatkan hasil tangkapan ikan para nelayan. Namun, juga berhasil masuk sebagai finalis dalam cabang Piranti Cerdas dan Embedded System di ajang kompetisi Gemastik 2017 yang diadakan Kementerian Ristekdikti pada 4-5 November di Universitas Indonesia. (sak)

Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

ITS Kembangkan Bensin Sawit Ramah Lingkungan, Efisien dan Berpotensi Kurangi Ketergantungan BBM Impor

07/04/2026 - 21:11 WIB

Mahasiswa ITS Ciptakan Rompi Pintar SAFE, Tingkatkan Keselamatan Lansia Berbasis IoT dan Deep Learning

13/12/2025 - 00:24 WIB

Balapan Gokart Listrik di Sirkuit ITS

25/11/2025 - 13:00 WIB

ITS Sukses Mendominasi Gemastik 2025

05/11/2025 - 15:00 WIB

ITS Kembangkan Paving Anti-banjir

04/11/2025 - 12:00 WIB

Jam Tangan Daur Ulang Mahasiswa ITS

18/10/2025 - 13:00 WIB

Comments are closed.

D-8 Youth Dialogue UNAIR Soroti Ketahanan Energi, Peran Anak Muda Dinilai Penting dalam Mendorong Inovasi

03/06/2026 - 19:21 WIB

Dishub Surabaya Tempuh Proses Hukum Usai Dugaan Pencurian Rambu Parkir di Satpas Colombo Viral

03/06/2026 - 19:05 WIB

RICH Pakal Jadi Ruang Belajar Bahasa Inggris Gratis, Ratusan Anak Antusias Ikut Kelas

03/06/2026 - 18:57 WIB

Chelsea Rilis Jersey Kandang 2026-2027 dengan Strategi Peluncuran Unik

02/06/2026 - 22:55 WIB

Cross Musea Pertiwi 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan AI dan Wayang

02/06/2026 - 22:01 WIB

ITS Perluas Kerja Sama Global dengan HSE Rusia, Fokus Sains dan Teknologi

02/06/2026 - 21:50 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.