Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»SENI BUDAYA»Museum Etonografi Unair, Museum Terunik

Museum Etonografi Unair, Museum Terunik

SENI BUDAYA redaksi15/10/2018 - 13:00 WIB

Museum Etnografi dan Pusat Kajian Kematian FISIP Universitas Airlangga mendapat penghargaan bergengsi tingkat nasional. Penghargaan itu berupa Anugerah Purwakalagrha Indonesia Museum Awards 2018.

Bersama 435 museum yang lain, Museum Etnografi dan Pusat Kajian Kematian Universitas Airlangga menjadi satu-satunya museum terunik di Indonesia.

Mengenai hal itu, Kepala Museum Etonografi dan Pusat Kajian Kematian FISIP UNAIR, Toetik Koesbardiati PhD mengatakan penghargaan itu merupakan sebuah prestasi yang tidak ia duga.

Hanya saja, selama tiga tahun terkahir, komunitas Komunitas Jelajah sebagai penyelenggara mengamati proses perkembangan dan berbagai inovasi yang dilakukan oleh Museum Etnografi dan Pusat Kajian Kematian FISIP UNAIR.

Pemberian penghargaan itu, menurutnya, tidak lain merupakan bagian dari berbagai upaya dan inovasi yang dilakukan oleh seluruh pihak Museum Etnografi dan Pusat Kajian Kematian FISIP UNAIR.

Baginya, museum tidak hanya berfungsi sebagai sarana edukasi dan rekreasi. Lebih dari itu, satu hal terpenting yang menjadi unggulan dari Museum Etnografi dan Pusat Kajian Kematian FISIP UNAIR adalah menghidupkan fungsi museum sebagai wahana untuk riset atau penelitian.

Ditanya mengenai alasan memilih objek kematian sebagai salah satu hal yang diunggulkan dari Museum Etnografi dan Pusat Kajian Kematian FISIP UNAIR, Toetik mengtakan bahwa kematian merupakan siklus hidup yang dekat dengan manusia.

“Walaupun di masyarakat kematian cukup ditakuti dan jarang dibicarakan, kematian merupakan hal yang paling penting dipikirkan oleh manusia,” ujar Toetik, didampingi Ketua Pusat Informasi & Humas (PIH) Unair, Dr Suko Widodo MSi.

Tidak hanya itu, baginya kematian juga memiliki keterkaitan yang erat dengan beragam budaya yang dalam hal itu juga menyangkut banyak aspek. “Hal itulah yang menjadikan kematian merupakan sebuah objek yang sangat layak untuk diteliti guna memberikan edukasi kepada publik,” imbuhnya.

Dalam kematian, jelasnya, akan banyak hal yang berpengaruh. Baik sektor ekonomi, sosial, dan budaya itu sendiri. Di Indonesia, budaya dalam proses kematian memiliki keunikan dan keberagaman yang luar biasa. Dan hal itu, masih belum banyak dikaji dan didalami.

Toetik mencontohkan, upacara kematian di Toraja misalnya, kematian bisa menjadi suatu hal untuk mengukur tinggi rendahnya strata sosial seseorang di masyarakat. “Hal serupa juga terjadi di upacara Ngaben yang dilakukan masyarakat Bali,” kata Toetik.

Ke depan Museum Etnografi dan Pusat Kajian Kematian FISIP UNAIR akan terus melakukan berbagai inovasi dan gebrakkan untuk terus mendalami beragam proses budaya kematian yang ada di Indonesia.

Toetik mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung berbagai upaya yang telah dilakukan oleh pengelola Museum Etnografi dan Pusat Kajian Kematian FISIP UNAIR hingga bisa mendapatkan penghargaan tersebut.

Mengenai prestasi yang membanggakan itu, Rektor UNAIR Prof Nasih mengatakan bahwa pihaknya sangat mengapresiasi prestasi yang telah dicapai oleh Museum Etnografi dan Pusat Kajian Kematian FISIP UNAIR.

Mengenai capaian itu, Prof. Nasih berharap agar semua program studi yang ada di lingkungan UNAIR memiliki berbagai keunikan dan program yang khas seperti yang dimiliki oleh Program Studi Antropologi dengan mengelola Museum Etnografi dan Pusat Kajian Kematian FISIP UNAIR.

“Prestasi yang telah dicapai FISIP itu hendaknya menjadi inspirasi bagi fakultas dan prodi yang lainnya,” kata Prof Nasih. (ita)

FISIP Universitas Airlangga Museum Etnografi dan Pusat Kajian Kematian
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Reog Purbaya Surabaya Raih Juara 3 Nasional FNRP 2026, Lampaui Target dan Harumkan Kota Pahlawan

16/06/2026 - 12:59 WIB

Reog Purbaya Surabaya Tampil Memukau di Festival Nasional Reog Ponorogo 2026, Bidik Posisi Lima Besar

14/06/2026 - 14:05 WIB

Dedikasi Tiga Garda Terdepan Cagar Budaya

27/02/2026 - 10:43 WIB

Meriahkan Hari Guru, KGPS Luncurkan Buku Puisi

01/12/2025 - 11:00 WIB

Pos Bloc Medan, Simbol Transformasi Digital

18/11/2025 - 15:00 WIB

GeLORa Wadahi PT Tingkatkan Peran sebagai Pelestari Budaya

14/11/2025 - 13:00 WIB

Comments are closed.

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.