Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»SENI BUDAYA»Napak Tilas Kampung Keraton

Napak Tilas Kampung Keraton

SENI BUDAYA redaksi15/12/2018 - 15:00 WIB

Sebagai kota terbesar kedua di Indonesia, Surabaya mememiliki keunikan dimana perkampungan justru menjadi bagian penting dari eksistensi kota. Denyut kehidupan Surabaya ditengarai bermula dari sepanjang Kalimas, seperti tercantum pada peta abad ke-9.

Ada pelabuhan kuno bernama Dadungan di hilir Kalimas dan diperkuat dengan penyebutan kata çurabhaya yang berlokasi ujung Utara Jawa Timur pada Prasasti Trowulan 1 dan Prasasti Canggu.

Pada abad 16 Surabaya merupakan sebuah kadipaten yang telah menjalankan fungsi ideologis, administratif, politik, dan ekonomi secara dominan dibanding deaerah lain di sekitarnya.

Penataan tata kota diperlakukan selayaknya sebuah organisme hidup sesuai pola kosmologi Jawa sehingga mencetak perkampungandengan posisi yang disesuaikan berdasarkan fungsi serta aktifitas penduduk yang menghuninya.

Di tahun 1625 Mataram melakukan serangkaian serangan ke Surabaya, dan lebih dari satu abad kemudian, Belanda mengambil alih kekuasaan Surabaya dari Mataram setelah adanya perjanjian politik dengan Pakubuwono II pada tahun 1743.

Hal ini memicu terjadinya perubahan struktur perkampungan dan hilangnya bukti arkeologis keraton secara berangsur-angsur.

Melalui program tematik tur Surabaya Heritage Track (SHT) ‘Napak Tilas Kampung Keraton’ yang diadakan House of Sampoerna (HoS) periode 13 Desember 2018 – 16 Januari 2019, trackers akan diajak untuk menelusuri sejarah kampung pada masa keraton Surabaya dengan mengunjungi tempat bersejarah terkait, yakni Kampung Keraton, Kampung Bubutan, dan Kampung Lawas Maspati.

Dengan arti ‘Menelusui Jejak Warisan Surabaya’, program SHTdiluncurkan di tahun 2009 dengan konsep tur keliling kota menggunakan bis bermodel kereta trem yang pernah berjalan di Surabaya tempo dulu.

Tracker (penumpang bis) dapat menikmati dan mengenal sejarah bangunan-bangunan cagar budaya, sejarah kota Surabaya yang terkenal sebagai kota pahlawan, kisah Babad Surabaya, serta kekayaan ragam budaya khas Arekyang menjadi ciri khas Surabaya.

SHT menjadi salah satu daya tarik pengunjung HoS, dimana sejak 2010 SHT telah menyelanggarakan 44 tur tematik dan mengunjungi lebih dari 70 bangunan cagar budaya baik museum, institusi pemerintahan dan swasta, tempat peribadatan, monumen, kampung, pasar, perpustakaan, pabrik, dan lain sebagainya.

Hal tersebut juga menginisiasi Heritage Walk dengan nama ‘Klinong-klinong ning Suroboyo’ yang menjadi pengembangan SHT dengan mengajak Trackers untuk secara langsung berinteraksi dengan masyarakat sekitar.

Kampung Keraton
Terletak di antara Jalan Pahlawan dan Jalan Keramat Gantung, area Kampung Keraton inilah yang dipercaya sebagai tempat pusat pemerintahan kadipaten Surabaya dari abad ke-16 hingga abad ke-18.

Kawasan ini sekarang terdiri dari empat gang yang rata-rata lebarnya hanya 2 hingga 3 meter. Hal yang bisa dilihat di sini hanya sisa bangunan peninggalan kolonial Belanda.

Kampung Keraton saat ini adalah salah satu areal perdagangan yang ramai di Surabaya, terutama di Jalan Kramat Gantung.

Kampung Bubutan
Dari istilah penamaan kampung, diyakini bahwa area ini merupakan daerah yang ditempati oleh para tumenggung (sebutan untuk bupati).

Temanggungan merupakan salah satu dari area ring Keraton yang penting karena dulunya area ini ditinggali para bangsawan Keraton yang menjabat sebagai bupati.

Kampung Lawas Maspati

Wilayah Maspati dulunya dijadikan sebagai perumahan para pejabat krusial, yakni para patih untuk urusan kerajaan. Saat ini, Kampung Lawas Maspati merupakan destinasi wisata kampung yang ada di Surabaya.
Mengandalkan terjaganya kearifan lokal sebagai daya tarik, kampung ini memperoleh banyak penghargaan internasional seperti dari Friendship Force International yang mempunyai misi untuk meningkatkan hubungan interkultural internasional. (ita)

House of Sampoerna Napak Tilas Kampung Keraton
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Reog Purbaya Surabaya Raih Juara 3 Nasional FNRP 2026, Lampaui Target dan Harumkan Kota Pahlawan

16/06/2026 - 12:59 WIB

Reog Purbaya Surabaya Tampil Memukau di Festival Nasional Reog Ponorogo 2026, Bidik Posisi Lima Besar

14/06/2026 - 14:05 WIB

Dedikasi Tiga Garda Terdepan Cagar Budaya

27/02/2026 - 10:43 WIB

Meriahkan Hari Guru, KGPS Luncurkan Buku Puisi

01/12/2025 - 11:00 WIB

Pos Bloc Medan, Simbol Transformasi Digital

18/11/2025 - 15:00 WIB

GeLORa Wadahi PT Tingkatkan Peran sebagai Pelestari Budaya

14/11/2025 - 13:00 WIB

Comments are closed.

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.