Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
  • Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia
  • DJP Jatim I Gandeng GP Ansor Perluas Edukasi Perpajakan dan Tingkatkan Kepatuhan Wajib Pajak
  • Sinergi UNAIR dan ILO Siapkan Generasi Muda Hadapi Transisi Energi Berkeadilan
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PROFIL»Nayahani, Pegiat Literasi Cilik Sleman

Nayahani, Pegiat Literasi Cilik Sleman

PROFIL redaksi11/11/2017 - 15:00 WIB

Sore itu di Dusun Ngelo Pendowoharjo Kabupaten Sleman, puluhan anak-anak berkumpul di halaman rumah seorang tokoh masyarakat dusun tersebut. Sebuah motor beroda tiga yang dimodifikasi sebagai perpustakaan keliling tampak terparkir di sebuah tempat yang teduh.

Seorang gadis kecil, Nayahani Imara Wijaya (11) tampak sedang membacakan cerita di depan anak-anak yang berkumpul di halaman tersebut.

Hari itu Naya, panggilan gadis kecil tersebut, sedang membacakan cerita Bubuksah dan Gagangaking, cerita tentang dua anak bersaudara yang akan diterkam harimau, namun selamat berkat kepintaran mereka.

Naya bercerita dengan lincah, ekspresif, dan sesekali diiringi riuh tepuk tangan anak-anak pendengarnya. Di akhir pembacaan dongeng, Naya mengajak anak-anak yang hadir untuk memilih buku, dan segera membaca.

Sudah menjadi kegiatan rutin bagi Naya, menemani ayahnya berkeliling dari kampung ke kampung dengan perpustakaan kelilingnya. Ayah Naya, Nuradi Indra Wijaya (41) yang merupakan pendiri Rumah Pintar Mata Aksara, adalah pegiat literasi yang selama lebih dari sepuluh tahun aktif menumbuhkan budaya membaca di masyarakat.

Naya tidak hanya pandai mendongeng dan bercerita, namun siswi kelas 5 sekolah dasar tersebut juga pandai bermain sulap. Ia pun sering berbagi rahasia sulap kepada anak-anak sebayanya.

Gadis kecil yang sudah lancar membaca sejak usia empat tahun tersebut ingin agar di setiap dusun ada perpustakaan walaupun kecil, sehingga anak-anak tidak harus menunggu datangnya perpustakaan keliling sekadar hanya untuk membaca buku.

“Saya ingin agar di setiap dusun ada pojok baca, jadi tidak usah selalu tergantung dengan perpustakaan keliling. Dengan adanya pojok baca itu pasti akan banyak anak-anak yang dekat dengan buku dan akhirnya suka membaca,” ujar siswi SD Model Ngemplak Sleman tersebut.

Ia juga ingin pemerintah mengimbau masyarakat menyumbangkan buku-buku mereka untuk pojok baca agar koleksi bukunya banyak, sehingga menarik minat anak-anak untuk datang ke pojok baca.

“Sudah kita sampaikan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan agar ada imbauan kepada para orang tua untuk menyumbangkan buku-buku mereka guna mengisi pojok baca atau taman bacaan,” ujar anak kedua dari dua bersaudara tersebut.

Berbagai prestasi di bidang menulis dan bercerita pernah ia raih. Terakhir Naya hadir mewakili Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dalam ajang Apresiasi Sastra Siswa Sekolah Dasar yang digelar Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar (PSD) Kemendikbud di Bogor Jawa Barat, 26-28 Oktober 2017.

Di ajang tersebut, Naya meraih Juara I dalam lomba mendongeng. Ia yang hadir ditemani ayahnya tampak bersemangat ketika menerima penghargaan dari Direktur PSD Wowon Widaryat.

Namun bagi Naya, menjadi juara bukanlah hal terpenting yang ingin ia raih dalam sebuah kompetisi. “Bertemu dengan para penulis cilik, para pegiat literasi, mendapat banyak pengalaman adalah yang lebih penting dari sekadar menjadi juara,” kata gadis yang bercita-cita menjadi dokter anak tersebut.

Ia masih terus bersemangat mempelajari hal-hal baru, membaginya dengan anak-anak di sekitar dusunnya. Ia juga akan terus menemani ayah dan ibunya berkeliling kampung ke kampung menumbuhkan kecintaan membaca terutama bagi anak-anak. “Semoga anak-anak Indonesia menjadi anak pembelajar yang haus ilmu pengetahuan, dan awalnya adalah cinta membaca,” pungkasnya. (ist)

Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Vokasi Jadi Pilihan Utama, Siswi Asal Surabaya Pilih Kuliah Berbasis Praktik demi Kesiapan Kerja

28/06/2026 - 18:26 WIB

Kisah Haru Ibu Anis, Dampingi Anak Sakit Demi Wujudkan Mimpi Masuk Psikologi UNAIR

27/06/2026 - 18:56 WIB

Khofifah Raih Penghargaan Nasional CSR Desa Berkelanjutan 2026, Dorong Kolaborasi Lintas Sektor Bangun Desa Mandiri

25/04/2026 - 10:10 WIB

Formula 1 Resmi Kembali ke Istanbul Park Mulai 2027, Kontrak Lima Tahun Perkuat Ekspansi Global

24/04/2026 - 20:23 WIB

Dedikasi Amelia Febriani, Alumni UNAIR yang Bersinar di Kancah Global Lewat Inovasi Pendidikan Berbasis Empati

08/04/2026 - 21:16 WIB

Perjalanan Inspiratif Alumni FK Unair di Gaza

06/11/2025 - 13:00 WIB

Comments are closed.

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.