Pemerintah Kota Surabaya terus memperkuat akses pendidikan tinggi bagi generasi muda melalui Program Beasiswa Pemuda Tangguh. Program ini terbukti efektif menekan angka mahasiswa putus kuliah akibat keterbatasan ekonomi, baik di perguruan tinggi negeri (PTN) maupun swasta (PTS).
Manfaat nyata program tersebut dirasakan oleh tiga mahasiswi Surabaya, yakni Devina Shafira Yasmine, Ramadhani Fitriana, dan Anisah Wahyu Triska Setyoko Putri, yang saat ini tengah menempuh pendidikan sarjana di kampus berbeda.
Devina Shafira Yasmine (22), mahasiswi Hukum Tata Negara UIN Sunan Ampel, mengungkapkan bahwa bantuan beasiswa menjadi solusi krusial di tengah kondisi ekonomi keluarganya yang sangat terbatas.
“Beasiswa Pemuda Tangguh membuat saya bisa tetap kuliah dan fokus belajar. Tanpa ini, saya mungkin sudah berhenti,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Ramadhani Fitriana (21), mahasiswa Universitas Negeri Surabaya. Menurutnya, sebelum menerima beasiswa, biaya UKT menjadi beban berat bagi keluarga.
“Sekarang tidak hanya UKT yang terbantu, tapi juga ada uang saku bulanan. Ini sangat membantu kebutuhan akademik,” jelas Fitri.
Fitri menargetkan menjadi sarjana pertama di keluarganya dan meniti karier di bidang teknologi informasi, sejalan dengan kebutuhan sumber daya manusia digital.
Program Beasiswa Pemuda Tangguh juga menyasar mahasiswa PTS. Anisah Wahyu Triska (21), mahasiswa Universitas Wijaya Putra, mengaku nyaris mengambil cuti kuliah karena kondisi ekonomi keluarga yang tidak stabil.
“Dengan beasiswa ini, saya optimistis bisa lulus tepat waktu dan berkontribusi lebih besar di masyarakat,” katanya.
Anisah bercita-cita menjadi anggota legislatif dan saat ini aktif membantu usaha orang tuanya serta mengembangkan diri sebagai konten kreator.
Ketiganya menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi atas komitmen Pemkot Surabaya dalam menjaga keberlanjutan pendidikan pemuda. Mereka menilai program ini sebagai bentuk investasi jangka panjang bagi pembangunan sumber daya manusia.
Melalui Beasiswa Pemuda Tangguh, Pemkot Surabaya menegaskan visinya menciptakan generasi muda berdaya saing, sekaligus memastikan tidak ada mahasiswa yang terpaksa menghentikan pendidikan hanya karena persoalan biaya. (tas)
