Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»KESEHATAN»Olah Limbah Beracun Ramah Lingkungan

Olah Limbah Beracun Ramah Lingkungan

KESEHATAN redaksi26/06/2018 - 11:00 WIB

Keberadaan industri elektroplating atau penyepuhan kerap menghasilkan limbah yang berbahaya bagi lingkungan maupun makhluk hidup lain.

Terlebih, jika limbah tersebut mengandung logam berat seperti Kromium 6. Beranjak dari kondisi itu, tiga mahasiswa dari Departemen Kimia Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya berhasil mengubah logam Kromium 6 menjadi logam yang lebih ramah lingkungan.

Ketiga mahasiswa tersebut ialah Wulan Aulia, Rahadian Abdul Rachman dan Ulva Tri Ita Martia. Menurut Wulan Aulia selaku ketua tim, penggunaan logam kromium saat ini banyak digunakan dalam industri elektroplating untuk menghindari terjadinya korosi. Banyaknya penggunaan logam kromium ini lantas akan berdampak buruk jika limbahnya tidak diolah dengan baik.

“Dampaknya seperti menyebabkan mutagen pada manusia serta proses pertumbuhan tanaman di sekitar pembuangan limbah akan terhambat,” jelasnya.

Oleh karenanya, lanjut Wulan, agar limbah dari logam kromium 6 tidak lagi berbahaya, timnya mereduksinya menjadi logam kromium 3 dengan sistem Microbial Full Cell(MFC). “Prinsip kerjanya yaitu logam kromium direduksi terlebih dahulu kemudian dilakukan absorbsi,” paparnya lebih lanjut.

Pereduksian menjadi logam kromium 3, kata Wulan, dinilai memiliki toksisitas yang lebih rendah jika dibandingkan dengan kromium 6. Sedangkan untuk ukurannya sendiri, kromium 3 memiliki ukuran molekul yang lebih kecil.

“Ukuran molekul yang kecil ini akan membantu pada proses penyerapan saat limbah kromium 6 tidak dapat tereduksi,” ujarnya.

Dalam hal ini, imbuh Wulan, timnya menggunakan material adsorbsi Zeolit Y untuk menyerap limbah dari logam kromium 6 yang tak tereduksi. “Permukaan sisi aktif dari Zeolit Y yang luas akan meningkatkan kinerja dari penyerapan limbah logam kromium 6,” terangnya lagi.

Mekanismenya dimulai dari menambahkan sumber bakteri Saccharomyces cerevisiae pada kutub anoda sistem reaktor. Kemudian, elektron yang dihasilkan akan bergerak menuju kutub katoda. “Pada kutub katoda ini, limbah kromium 6 yang terkumpul akan diserap oleh Zeolit Y,” tuturnya.

Dalam prosesnya, ungkap Wulan, variasi waktu penyerapan dilakukan setiap selang 15 menit hingga dua jam. Di setiap menitnya, dilakukan pengukuran kadar logam kromium yang telah terserap oleh Zeolit Y.

Mahasiswa asal Madiun ini menambahkan, jika penelitiannya tidak hanya diperuntukkan logam kromium. “Reduksi juga bisa dilakukan untuk logam yang memiliki toksisitas tinggi seperti timbal (Pb) dan merkuri (Hg),” bebernya.

Melalui inovasi ini pun, Wulan bersama timnya berharap bisa mengantarkannya untuk meraih medali emas pada Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) yang bakal digelar pada bulan Agustus mendatang. (ita)

Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

Comments are closed.

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.