Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»SENI BUDAYA»Pamer Tarian Topeng Klana di Korea

Pamer Tarian Topeng Klana di Korea

SENI BUDAYA redaksi24/07/2018 - 13:00 WIB

Tak disangka, kecintaan pada seni membawa mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Airlangga ini terbang ke Korea Selatan. Ialah Anindya Endah Cahyaningrum atau yang akrab dengan sapaan Ningrum. Mahasiswa semester tujuh ini berkesempatan mengikuti program yang diselenggarakan oleh ISCEF (Indonesian Student Cultural and Eduaction Foundation), 10-14 Juli 2018 di Seoul National University.

Dalam acara kerjasama antara Indonesia dan Korea Selatan bertajuk 4th International Cultural Exchange : Immersing the Culture and Experiencing the Exchange ini, Ningrum membuktikan kepiawaiannya dalam menari. Menampilkan tari Topeng Klana asal Cirebon, gadis asli Surabaya ini membuat peserta terpukau dengan kebolehannya menari.

Selain Ningrum, ada 6 mahasiswa lain yang menjadi wakil dari Indonesia dalam acara ini. Dua mahasiswa asal Bali, empat mahasiswa asal Merauke, dan satu mahasiswa asal Surabaya yaitu Ningrum.

“Audience-nya sangat apresiatif. Mereka sangat memperhatikan penampilan yang disuguhkan di sana. Mereka sangat excited menyaksikan kesenian-kesenian tradisional Indonesia,” ungkapnya.

Tarian yang Ningrum bawakan menceritakan tentang amarah, keserakahan, dan keburukan-keburukan yang ada dalam diri manusia. Tarian ini merefleksikan kondisi manusia yang didominasi oleh sisi buruk yang ada dalam diri.

“Biasanya saya membawakan tarian yang menceritakan tentang keindahan atau kecantikan, seperti kecantikan perempuan atau keindahan alam. Tapi untuk kali ini, saya ingin menampilkan sesuatu yang lebih punya moral value yang bisa disampaikan kepada audience,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, delegasi Indonesia menampilkan kesenian tradisional Indonesia, story telling, puisi, dan tari tradisional. Acara ini disaksikan oleh mahasiswa dan dosen dari Departemen Musik, Seoul National University.

Usai penampilan kesenian Indonesia, dilanjutkan dengan penampilan kesenian musik tradisional oleh mahasiswa Seoul National University. Selain penampilan seni, dalam kegiatan ini juga dilakukan tour ke beberapa tempat ikonik serta mengenal budaya Seoul.

Meski terbiasa menari, Ningrum sempat nervous karena membawakan tarian yang mulanya tidak biasa ia bawakan. Kepiawaiannya berbuah manis karena mendapat respon positif dari mahasiswa-mahasiwa yang ada di sana.

Bagi Ningrum, pengalaman yang tak kalah menarik selama di Seoul adalah membawakan tarian Topeng Klana menggunakan topeng. Hal ini berlangsung sejak durasi pertengahan hingga menjelang akhir tarian, dari yang awalnya ditutupi kain , dan ketika dibuka audience kaget setelah melihat topeng dibalik kain yang ternyata menyeramkan.

Selain itu, di Seoul, Ningrum berkesempatan membagi ilmu tari nya pada wisatawan yang berkunjung ke sana.

“Sepulang dari Seoul, saya berharap semangat untuk belajar dan mendalami kesenian tradisional Indonesia semakin bertambah, memiliki kesempatan untuk membawa kesenian tradisional Indonesia ke negara lain, serta semakin banyak anak Indonesia yang mendalami kebudayaan Indonesia,” tambah Ningrum. (ita)

Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Reog Purbaya Surabaya Raih Juara 3 Nasional FNRP 2026, Lampaui Target dan Harumkan Kota Pahlawan

16/06/2026 - 12:59 WIB

Reog Purbaya Surabaya Tampil Memukau di Festival Nasional Reog Ponorogo 2026, Bidik Posisi Lima Besar

14/06/2026 - 14:05 WIB

Dedikasi Tiga Garda Terdepan Cagar Budaya

27/02/2026 - 10:43 WIB

Meriahkan Hari Guru, KGPS Luncurkan Buku Puisi

01/12/2025 - 11:00 WIB

Pos Bloc Medan, Simbol Transformasi Digital

18/11/2025 - 15:00 WIB

GeLORa Wadahi PT Tingkatkan Peran sebagai Pelestari Budaya

14/11/2025 - 13:00 WIB

Comments are closed.

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.