Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • D-8 Youth Dialogue UNAIR Soroti Ketahanan Energi, Peran Anak Muda Dinilai Penting dalam Mendorong Inovasi
  • Dishub Surabaya Tempuh Proses Hukum Usai Dugaan Pencurian Rambu Parkir di Satpas Colombo Viral
  • RICH Pakal Jadi Ruang Belajar Bahasa Inggris Gratis, Ratusan Anak Antusias Ikut Kelas
  • Chelsea Rilis Jersey Kandang 2026-2027 dengan Strategi Peluncuran Unik
  • Cross Musea Pertiwi 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan AI dan Wayang
  • ITS Perluas Kerja Sama Global dengan HSE Rusia, Fokus Sains dan Teknologi
  • Khofifah Tinjau SPMB 2026 di Surabaya, Antrean Lebih Tertib dan Layanan Meningkat
  • Khofifah Sambut Jemaah Haji Kloter I, Apresiasi Layanan Imigrasi Digital
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»PEMERINTAHAN»Panen Garam Saat Musim Hujan di Tuban

Panen Garam Saat Musim Hujan di Tuban

PEMERINTAHAN redaksi07/01/2019 - 15:30 WIB

Pusat Studi Pesisir dan Kelautan Universitas Brawijaya (PSPK UB) bersama Bupati Kabupaten Tuban, Fathul Huda, melakukan Panen Raya Garam akhir Desember 2018 lalu di Desa Leranwetan, Kecamatan Palang.

Panen raya ini merupakan panen garam dengan memanfaatkan metode Green House Tunnel. Metode ini adalah metode produksi garam yang memanfaatkan teknologi rumah kaca kristalisasi garam. Penerapan metode ini memungkinkan produksi garam dilakukan sepanjang tahun termasuk dalam musim penghujan.

Berbagai pihak ikut menghadiri dan menyaksikan Panen Raya Garam di musim hujan ini. Selain dihadiri oleh unsur pemerintah daerah dan masyarakat petambak garam Tuban.

Kegiatan ini juga diikuti perwakilan dari Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP), Dinas Perikanan dan Kelautan Propinsi Jawa Timur, Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Tuban, PT. Kencana Tiara Gumilang (KTG) dan peneliti serta mahasiswa dari Pusat Studi Pesisir dan Kelautan Universitas Brawijaya.

Metode produksi garam dengan Green House Tunnel merupakan metode yang diadopsi oleh Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Tuban dari hasil penelitian terkait produksi garam.

Metode ini hasil pengembangan dari kerjasama PSPK UB, Balitbangda Jatim, Dinas Perikanan dan Peternakan Tuban, PT Kencana Tiara Gumilang dan Kelompok Petambak Garam di Desa Leranwetan.

Ketua PSPK UB Andi Kurniawan yang juga dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UB ini menjelaskan bahwa penerapan teknologi Green House Tunnel bisa membuat produksi garam tetap dapat dilakukan pada saat musim hujan.

Produksi ini benar-benar melakukan semua proses produksi di musim hujan, bukan sekedar mengkristalkan air tua yang diproduksi di musim kemarau pada saat musim hujan.

Dengan menerapkan teknologi ini dan menggabungkannya dengan strategi produksi garam sepanjang tahun, maka produksi garam yang bisa didapatkan adalah 164 ton pertahun, lebih banyak sekitar 60 sampai 80 ton dari produksi garam dengan metode konvensional.

Kualitas garam yang dihasilkan dapat mencapai kadar NaCl sebesar 98%. Break Even Point (BEP)dari pembuatan tunnel akan dicapai kurang dari satu tahun dengan ketahanan bangunan konstruksi bisa mencapai tiga sampai lima tahun.

Bupati Fathul Huda memastikan petambak garam mampu menerapkan dan mendapatkan keuntungan secara ekonomi. Dia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada peneliti PSPK UB, Diskandak Tuban dan para pihak terkait atas dikembangkannya metode ini di daerah Tuban dan berharap bisa ditindaklanjuti dinas terkait.

Perwakilan dari KKP, Freude TP Hutahaean mengatakan bahwa program pengembangan metode Green House Tunnel di Tuban ini adalah contoh yang sangat baik dari bagaimana unsur pemerintah, perguruan tinggi, industri dan masyarakat bekerja sama untuk mengembangkan inovasi yang bisa menyelesaikan salah satu permasalahan utama produksi garam di Indonesia. (sak)

Petani Garam Tuban
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

D-8 Youth Dialogue UNAIR Soroti Ketahanan Energi, Peran Anak Muda Dinilai Penting dalam Mendorong Inovasi

03/06/2026 - 19:21 WIB

Dishub Surabaya Tempuh Proses Hukum Usai Dugaan Pencurian Rambu Parkir di Satpas Colombo Viral

03/06/2026 - 19:05 WIB

RICH Pakal Jadi Ruang Belajar Bahasa Inggris Gratis, Ratusan Anak Antusias Ikut Kelas

03/06/2026 - 18:57 WIB

Chelsea Rilis Jersey Kandang 2026-2027 dengan Strategi Peluncuran Unik

02/06/2026 - 22:55 WIB

Cross Musea Pertiwi 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan AI dan Wayang

02/06/2026 - 22:01 WIB

ITS Perluas Kerja Sama Global dengan HSE Rusia, Fokus Sains dan Teknologi

02/06/2026 - 21:50 WIB

Comments are closed.

D-8 Youth Dialogue UNAIR Soroti Ketahanan Energi, Peran Anak Muda Dinilai Penting dalam Mendorong Inovasi

03/06/2026 - 19:21 WIB

Dishub Surabaya Tempuh Proses Hukum Usai Dugaan Pencurian Rambu Parkir di Satpas Colombo Viral

03/06/2026 - 19:05 WIB

RICH Pakal Jadi Ruang Belajar Bahasa Inggris Gratis, Ratusan Anak Antusias Ikut Kelas

03/06/2026 - 18:57 WIB

Chelsea Rilis Jersey Kandang 2026-2027 dengan Strategi Peluncuran Unik

02/06/2026 - 22:55 WIB

Cross Musea Pertiwi 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan AI dan Wayang

02/06/2026 - 22:01 WIB

ITS Perluas Kerja Sama Global dengan HSE Rusia, Fokus Sains dan Teknologi

02/06/2026 - 21:50 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.