Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»Pasar Herbal Global Tembus USD 24,5 Miliar, Guru Besar UNAIR Soroti Urgensi Saintifikasi Jamu

Pasar Herbal Global Tembus USD 24,5 Miliar, Guru Besar UNAIR Soroti Urgensi Saintifikasi Jamu

PERISTIWA Tiara AS13/02/2026 - 07:31 WIB
Guru Besar UNAIR ungkap potensi ekonomi jamu dan pentingnya pembuktian ilmiah untuk memperkuat industri obat nasional.

Potensi ekonomi jamu dan obat herbal Indonesia dinilai kian strategis di tengah proyeksi pasar global yang diperkirakan mencapai USD 24,5 miliar pada 2030. Hal itu disampaikan Guru Besar Universitas Airlangga (UNAIR), Prof Dr Sugiharto SSi MSi, dalam pengukuhannya, Kamis (12/2/2026).

Dalam pidato ilmiah di Aula Garuda Mukti, Kampus MERR-C, ia menyoroti pentingnya saintifikasi jamu untuk meningkatkan daya saing industri farmasi nasional. Menurutnya, pengakuan jamu sebagai Warisan Budaya Tak Benda UNESCO sejak 2023 harus diikuti penguatan aspek ilmiah dan regulasi.

Saat ini, jamu masih berada pada level terbawah dalam klasifikasi Obat Bahan Alam (OBA) versi BPOM. Untuk meningkatkan status menjadi obat herbal terstandar atau fitofarmaka, diperlukan tahapan uji laboratorium dan klinis yang komprehensif.

Prof Sugiharto memaparkan hasil riset terhadap tanaman lokal seperti temulawak dan jahe merah yang menunjukkan aktivitas antioksidan signifikan serta potensi anti-kanker dan anti-bakteri. Temuan tersebut membuka peluang pengembangan produk berbasis riset dalam negeri.

Namun, ia mengakui adanya hambatan struktural, mulai dari ancaman terhadap keberlanjutan tanaman obat akibat deforestasi hingga tingginya biaya riset dan standardisasi ekstrak.

Karena itu, ia mendorong sinergi antara akademisi, petani, industri farmasi, serta pemerintah guna membangun ekosistem obat bahan alam yang terintegrasi. Pendekatan hulu ke hilir dinilai krusial untuk memastikan ketersediaan bahan baku, kualitas produk, serta kepastian regulasi.

“Jika dikelola berbasis sains dan kolaborasi, tanaman obat lokal dapat menjadi instrumen strategis kemandirian obat nasional sekaligus penggerak ekonomi,” ujarnya.

Penguatan saintifikasi jamu, lanjutnya, bukan sekadar pelestarian budaya, tetapi langkah konkret menuju transformasi industri farmasi Indonesia yang berbasis riset dan inovasi domestik. (tas)

ekonomi obat herbal industri farmasi nasional jamu UNESCO pasar herbal global saintifikasi jamu UNAIR 2026
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

Comments are closed.

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.