Pasar Penjaringansari Lebih Kekinian
EKONOMI BISNIS PERISTIWA

Pasar Penjaringansari Lebih Kekinian

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meresmikan Pasar Wisata Penjaringansari di Jalan Raya Pandugo, Surabaya, Minggu (25/09). Peresmian itu ditandai dengan penandatanganan prasasti yang dilakukan langsung Wali Kota.

Seusai meresmikan Pasar Wisata itu, Eri Cahyadi juga sempat meninjau secara langsung stand-stand yang ada di pasar tersebut. Bahkan, ia juga sempat nongkrong bersama jajaran Pemkot Surabaya di area pasar tersebut.

Pada kesempatan itu, Eri mengaku bersyukur karena akhirnya Pasar Wisata Penjaringansari bisa rampung dan bisa diresmikan. Menurutnya, Pasar Wisata Penjaringansari ini konsepnya berbeda dibanding pasar-pasar yang sudah ada saat ini.

“Ini sebenarnya pasar basah, tapi kita jadikan pasar kering, sehingga mereka bisa berjualan dan kita tunjukkan bahwa kita bisa. Biar pelanggan yang datang ke sini juga merasa nyaman,” kata Eri.

Ia juga menjelaskan bahwa konsep pasar ini digabungkan pula dengan konsep UMKM yang juga bisa berjualan di tempat tersebut, sehingga ada yang berjualan jajanan pasar, makanan dan produk UMKM lainnya. Bahkan, di depan pasar itu juga disediakan lapangan untuk bermain basket dan lainnya, sehingga kalau sudah bermain basket, bisa langsung nongkrong di pasar tersebut.

“Inilah yang kita lakukan dan akan terus kita kembangkan dan terapkan di tempat-tempat lainnya. Memang tidak semua tempat memiliki karakteristik yang sama dengan di daerah ini, tapi nanti kalau ada yang sama karakteristiknya dengan di sini, bisa menerapkan konsep ini juga,” ujarnya.

Eri berharap, peresmian Pasar Wisata Penjaringansari ini bisa menjadi berkah dan bisa mengembangkan dan membangkitkan perekonomian warga sekitarnya. “Terus semangat para pedagang, ayo kita bersama-sama membangkitkan perekonomian Surabaya,” tegasnya.

Pasar Penjaringansari merupakan pasar basah yang sejak tahun 2017 belum dapat beroperasi secara maksimal sehingga membutuhkan intervensi khusus. Pasar Penjaringansari kini mampu mengakomodir 44 Pedagang, dimana 15 orang diantaranya adalah Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Pasar baru ini akan beroperasi dalam 2 (dua) shift, yaitu pukul 04.00 WIB sampai dengan 15.00 WIB serta pukul 15.00 WIB sampai dengan 04.00 WIB.(ita)