Pelatihan Pengoperasian Robot RAISA di RSI
PERISTIWA TEKNOLOGI

Pelatihan Pengoperasian Robot RAISA di RSI

Robot RAISA kini siap membantu Rumah Sakit Islam Surabaya (RSI Surabaya) dalam menangani pasien Covid-19.

Untuk melancarkan penggunaan robot RAISA tersebut, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengadakan pelatihan pengoperasian robot RAISA yang diikuti oleh enam orang perwakilan dari RSI Surabaya di Gedung Robotika ITS, akhir pekan lalu.

Muhtadin, tim pengembang robot RAISA, memaparkan bahwa pelatihan tersebut banyak membahas terkait cara pengoperasian robot. Mulai dari bagaimana cara mematikan dan menyalakan robot dengan benar hingga cara mendorong robot agar tidak merusak motor penggerak.

Hal yang tidak kalah penting juga dipaparkan yaitu prosedur pemeliharaan yang baik terhadap robot agar mampu digunakan sesuai spesifikasinya dan dalam jangka waktu yang panjang.

Robot yang akan beroperasi pada RSI Surabaya ini terdiri dari dua buah robot dengan versi yang berbeda, yakni robot versi standar untuk High Care Unit (HCU) dan robot yang dilengkapi dengan kamera Pan-tilt-zoom (PTZ) untuk ruang Intensive Care Unit (ICU).

“Karena kebanyakan pasien di ruang HCU terbaring di ranjang, kemungkinan robot RAISA yang dilengkapi dengan kamera PTZ akan lebih banyak digunakan,” ujarnya.

Selain itu, sesi diskusi seputar kondisi terkini di RSI Surabaya juga dilakukan. Tujuannya agar dapat menampung saran serta masukan terkait dengan hal-hal apa yang perlu disesuaikan.

“Sehingga harapannya, robot RAISA dapat beroperasi secara maksimal sesuai dengan kondisi rumah sakit tersebut,” tutur dosen Departemen Teknik Komputer ini.

Kemudian, Muhtadi juga mengungkapkan bahwa pelatihan ini merupakan fasilitas yang ITS berikan kepada setiap rumah sakit yang akan menggunakan robot RAISA.

Sejauh ini, tim pengembang RAISA telah mengadakan enam kali kegiatan pelatihan serupa kepada pihak mitra rumah sakit yang berbeda.

Tidak hanya mengadakan pelatihan, lanjut Muhtadin, tim pengembang robot RAISA akan melakukan kontrol dan pendampingan secara daring. Sejauh ini, robot-robot RAISA tidak pernah mengalami permasalahan yang berarti.

Biasanya hanya ada permasalahan ringan seperti kesalahan pengaturan yang dapat diatasi dengan cepat.

Muhtadin menjelaskan bahwa sampainya robot RAISA pada RSI Surabaya sendiri merupakan program hibah dari PT Pertamina untuk membantu kinerja rumah sakit rujukan penanganan COVID-19 di Surabaya.

Sejauh ini, baik PT Pertamina maupun anak perusahaannya telah menjalin kerjasama dengan ITS dengan membeli dua robot RAISA dan menghibahkannya ke RS Husada Utama Surabaya dan RS Darurat Wisma Atlet di Jakarta.

Melihat tanggapan positif pihak rumah sakit mengenai kemudahan penggunaan robot RAISA, Muhtadin berharap agar robot tersebut digunakan sebaik-baiknya dan dapat membantu tenaga medis dalam merawat pasien Covid-19.

“Karena ini adalah dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT Pertamina, tentunya mereka juga menginginkan agar penggunaan robot dapat memberikan dampak positif dalam kondisi pandemi saat ini,” pungkasnya. (ita)