Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
  • Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia
  • DJP Jatim I Gandeng GP Ansor Perluas Edukasi Perpajakan dan Tingkatkan Kepatuhan Wajib Pajak
  • Sinergi UNAIR dan ILO Siapkan Generasi Muda Hadapi Transisi Energi Berkeadilan
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»KOMUNITAS»Pengmas FKM Unair di Ponpes Al-Amin Lamongan

Pengmas FKM Unair di Ponpes Al-Amin Lamongan

KOMUNITAS redaksi16/09/2025 - 13:00 WIB

Sebagai upaya menjaga kesehatan lingkungan serta mencegah penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), tim dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar pengabdian masyarakat (pengmas).

Pengmas berlangsung di Pondok Pesantren Al-Amin, Tunggul, Paciran, Kabupaten Lamongan pada Minggu (14/09).

Pengmas yang mengusung tajuk Pencegahan DBD Melalui Peningkatan Sanitasi Lingkungan Pondok Pesantren itu melibatkan ratusan peserta dari kalangan santri SMP hingga SMA Pondok Pesantren Al-Amin.

Kegiatan pengmas dikemas dalam bentuk talkshow edukatif dengan menghadirkan guru besar FKM UNAIR, Prof Dr Ririh Yudhastuti drh MSc sebagai narasumber sekaligus ketua pelaksana pengabdian masyarakat.

Dalam paparannya, Prof Dr Ririh Yudhastuti drh MSc menerangkan bahwa Indonesia merupakan negara endemik DBD, sehingga penularan penyakit ini terjadi secara terus-menerus setiap tahunnya.

Faktor lingkungan, keberadaan vektor, serta perilaku manusia menjadi penyebab tingginya kasus DBD di Indonesia. Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kondisi pondok pesantren dengan kepadatan hunian padat perlu mendapatkan perhatian lebih dalam upaya pencegahan.

Kemudian Prof Ririh turut menjelaskan mengenai vektor penyebab penyakit DBD, siklus hidup nyamuk Aedes aegypti, waktu aktif penularan, hingga strategi pencegahan yang efektif.

Ia menyebutkan bahwa kegiatan pencegahan yang dapat dilakukan di pesantren meliputi pemantauan jentik, pemberantasan sarang nyamuk (PSN), serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) oleh para santri.

“Kegiatan Pemantauan Jentik Berkala (PJB) dan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) sebaiknya menjadi agenda rutin di setiap pesantren. PJB bisa dilakukan dengan cara mengecek penampungan air, mulai dari bak mandi, bak WC, tempayan, ember, hingga alat masak di sekitar pesantren. Santri juga punya peran penting dalam mewujudkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS),” terang Prof Ririh.

Antusiasme peserta tampak tinggi terutama saat sesi interaktif bersama Mr Babucarr Jassey BSc MEpid MSc yang hadir sebagai tamu spesial. Epidemiolog asal Gambia sekaligus mahasiswa doktoral Program Studi Kesehatan Lingkungan FKM UNAIR itu membagikan kisah perjalanannya sebagai mahasiswa asing.

Ia menceritakan bagaimana dirinya harus berani mengambil risiko keluar dari zona nyaman serta berani berbicara menggunakan bahasa Inggris. Motivasi tersebut menjadi dorongan tersendiri bagi para santri untuk terus percaya diri dalam mengembangkan kemampuan dalam berbahasa inggris.

Peserta pun terlihat aktif berpartisipasi dalam sesi tanya jawab bersama tamu spesial maupun narasumber utama. Kegiatan berlanjut dengan sesi kuis berhadiah dan pembagian doorprize bagi santri yang berhasil menjawab pertanyaan dengan benar.

Dengan terlaksananya pengabdian masyarakat ini, diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan santri mengenai pencegahan DBD melalui upaya sanitasi lingkungan di pondok pesantren. Sebab, kesehatan bukan sekadar hak, melainkan hasil kolaborasi dari semua unsur. (ita)

FKM Unair pengabdian masyarakat
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB

Comments are closed.

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.