Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Pakar UNAIR: Representasi Perempuan di Parlemen Masih Belum Capai Target 30 Persen
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»EKONOMI BISNIS»Pengrajin Jatim Studi Tiru ke NTT

Pengrajin Jatim Studi Tiru ke NTT

EKONOMI BISNIS redaksi10/07/2024 - 13:00 WIB

Penjabat (Pj) Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jawa Timur Isye Adhy Karyono bersama pengrajin dari beberapa kabupaten/kota di Jatim melakukan kunjungan kerja ke Kota Kupang, NTT, Selasa (09/07).

Kunjungan Isye diterima hangat oleh Pj. Ketua Dekranasda NTT Sofiana Milawati Kalake dengan pengalungan selendang tenun asal Maumere di Gerai Dekranasda NTT.

Sebagai informasi, kunjungan ke NTT kali ini dilakukan selama 3 hari yakni dari tanggal 9 Juli – 11 Juli 2024. Dalam kunjungan tersebut Isye membawa rombongan pengrajin dari beberapa kota/kabupaten di Jatim yakni Surabaya, Kediri, Lamongan dan Jombang.

Tujuan dari kunker tersebut adalah untuk mempelajari lebih lanjut pembuatan kerajinan tenun yang selama ini menjadi unggulan dari NTT.

Dalam sambutannya, Isye menyampaikan, Jatim saat ini tengah melatih para pengrajin tenun di 38 kota/kabupaten agar mampu berkreasi menciptakan tenun khas daerahnya masing-masing.

“Di Jawa Timur dari 38 kota/kabupaten, yang sudah mengembangkan tenun ada 15. Sehingga kunjungan kami ke sini, bisa dibilang studi tiru. Kami ingin mencontoh NTT yang berhasil dalam produk tenunnya,” kata Isye.

Jatim sendiri, kata Isye, memiliki beberapa motif tenun yang terkenal. Salah satunya adalah tenun gedog yang berasal dari Tuban. Tenun lainnya seperti songket dari Lamongan dan tenun ikat dari Kediri. “Tenun gedog dari Tuban ini akan dijadikan ikon Hari Batik Nasional pada 2 Oktober 2024 mendatang,” ucapnya

Ia berharap usai kunjungan dari NTT, para pengrajin yang diikutsertakan ini mendapat wawasan dan pemahaman baru berkaitan dengan pembuatan corak dan motif tenun.

“Kami berharap selama 3 hari berkunjung di sini (NTT) dapat memberikan inspirasi bagi para pengrajin kami dalam pengembangan kualitas tenun di Jatim,” katanya.

Sementara itu Pj. Ketua Dekranasda NTT Sofiana Milawati Kalake menyampaikan apresiasi dan terimakasih karena telah memilih NTT sebagai tujuan kunjungan pengembangan tenun.

“Kami berterimakasih kepada Bu Isye yang telah memilih NTT sebagai lokasi tujuan. NTT sendiri memiliki 21 kabupaten dan 1 kota, dan semuanya memiliki ciri khas tenunnya masing-masing,” katanya.

Dari data Dekranasda NTT tahun 2022, Kekayaan motif kain tenun adat NTT tercatat sekitar 737 ragam motif tenun. “Motif yang ada ini sangat banyak dan bervariasi. Di setiap daerah punya motif dan ciri khasnya tersendiri,” pungkasnya.

Di akhir ia berharap, kunjungan yang dilakukan kali ini tidak hanya menjadi bersifat sementara namun dapat berlanjut ke kerjasama antar dua wilayah khususnya berkaitan dengan tenun. (ita)

tenun ntt
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Pakar UNAIR: Representasi Perempuan di Parlemen Masih Belum Capai Target 30 Persen

22/07/2026 - 18:48 WIB

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Comments are closed.

Pakar UNAIR: Representasi Perempuan di Parlemen Masih Belum Capai Target 30 Persen

22/07/2026 - 18:48 WIB

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.