Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»SENI BUDAYA»Perbedaan Budaya Inspirasi Berkarya

Perbedaan Budaya Inspirasi Berkarya

SENI BUDAYA redaksi04/04/2018 - 13:00 WIB

Latar belakang budaya kedua seniman Agus Koecink dan I Made Somadita menginspirasi dalam proses penciptaan karya. Bagi Agus Koecink dan Made perbedaan melahirkan beragam warna kehidupan.

Keberagaman itu dapat bersanding dengan harmonis seperti tersirat pada 30 karya lukis dalam pameran bertajuk “The Color of Life” yang diselenggarakan di Galeri House of Sampoerna (HoS) pada 6-28 April 2018

Pesona Bali tak pernah luntur sebagai salah satu pulau cantik di Indonesia yang kaya akan warna seni dan budaya. Menurut Agus Koecink, Bali merupakan masa lalu yang hilang dari Jawa.

Seniman sekaligus kurator yang lahir di Tulungagung pada 1967 ini mengungkapkan bahwa ketika menginjakan kaki di Pulau Bali, ia merasa menemukan kembali masa lalu itu.

Suasana lingkungan, seni, budaya, dan masyarakatnya memberikan gambaran atau imajinasi kehidupan di Pulau Jawa pada masa Kerajaan Majapahit.

Selain itu juga tentang sebuah hubungan antara satu dengan yang lain seperti tampak pada karya berjudul “Unity”, yang menggambarkan hubungan antara manusia, alam dan hewan, begitu juga dalam karya berjudul “Sehabis Sembayang 2” yakni hubungan Manusia dengan Tuhan.

Bagi I Made Somadita, yang lahir dan dibesarkan di Tabanan, Bali pada 1982, Bali merupakan tempat percampuran budaya yang saling silang.

Menurut pria yang pernah mengikuti pameran bersama di Malaysia, Thailand, Filipina dan Jerman ini, satu budaya membutuhkan budaya yang lainnya agar tumbuh dan berkembang bersama nilai-nilai yang ada pada budaya asalnya.

Segala sesuatu saling bergantung dan terkoneksi. Berangkat dari pemahaman itulah ia menuangkan ide kreatifitsanya ke dalam karya lukisnya berjudul “Interconnection”, “Interdependent” dan “The Color of Life”.

“Latar belakang budaya kami yang berbeda memberikan gagasan tentang kekuatan elemen seni rupa baik warna, garis, bentuk sebagai pesan untuk membangun citraan artistic,” ujar Agus Koecink.

Seperti dalam pameran ini keduanya menawarkan proses penciptaan intuitif baik melalui garis, warna, komposisi, dan bentuk yang terinspirasi dari suasana hiruk pikuk dinamika masyarakat Bali.

Warna-warna dalam lukisan mereka merupakan refleksi atas proses yang dilalui dalam kehidupan sehari-hari ketika berbaur mencari inspirasi. “Apakah warna yang tervisualisasi merupakan simbol yang bermakna atau warna hanya sekedar mewakili emosi yang lahir dari dalam jiwa,” ujar Agus Koecink. (ita)

Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Reog Purbaya Surabaya Raih Juara 3 Nasional FNRP 2026, Lampaui Target dan Harumkan Kota Pahlawan

16/06/2026 - 12:59 WIB

Reog Purbaya Surabaya Tampil Memukau di Festival Nasional Reog Ponorogo 2026, Bidik Posisi Lima Besar

14/06/2026 - 14:05 WIB

Dedikasi Tiga Garda Terdepan Cagar Budaya

27/02/2026 - 10:43 WIB

Meriahkan Hari Guru, KGPS Luncurkan Buku Puisi

01/12/2025 - 11:00 WIB

Pos Bloc Medan, Simbol Transformasi Digital

18/11/2025 - 15:00 WIB

GeLORa Wadahi PT Tingkatkan Peran sebagai Pelestari Budaya

14/11/2025 - 13:00 WIB

Comments are closed.

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.