Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»KESEHATAN»Perbedaan ‘Social’ dan ‘Physical Distancing’

Perbedaan ‘Social’ dan ‘Physical Distancing’

KESEHATAN redaksi03/04/2020 - 13:00 WIB

Pemerintah telah memutuskan social distancing dan physical distancing, harus bisa diterjemahkan dengan bahasa daerah melibatkan tokoh-tokoh di tingkat desa sampai ke Rukun Tetangga (RT)/Rukun Warga (RW) dengan bahasa yang mudah dipahami oleh masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo, usai mengikuti Rapat Terbatas (ratas) melalui konferensi video, Senin (30/3).

“Tentunya tentang apa itu ancaman virus ini, mulai dari bagaimana cara virus ini menular dan apa langkah-langkah yang kita lakukan agar masyarakat tidak dengan mudah terpapar,” ujar Doni seraya menyebutkan beberapa hal terkait yang harus dilakukan.

Pertama, harus disadari bahwa 90% seseorang terpapar virus ini melalui tangan. “Tangan yang menyentuh bagian tertentu pada beberapa tempat, baik di tempat-tempat umum/fasilitas publik, dan sebagainya, kemudian tangan tersebut menyentuh mata, hidung, dan mulut,” kata Doni.

Menurut Doni, inilah yang menjadi faktor penyebab terbesar seseorang terpapar atau bahkan terinfeksi. “Oleh karenanya imbauan untuk selalu cuci tangan bukan hanya sekadar cuci tangan, tetapi juga tangan kita harus betul-betul bisa dikontrol,” sambung Doni.

Kebiasaan umumnya, Doni menyampaikan untuk selalu menyentuh mata, selalu menyentuh hidung, dan juga selalu menyentuh mulut harus bisa dihentikan sebelum mencuci tangan sampai bersih dengan sabun menggunakan air yang mengalir.

“Demikian juga dampak dari seseorang yang sudah positif terpapar virus melalui batuk dan juga bersin yang berbahaya kepada lingkungan sekitarnya,” katanya.

Untuk itu, Doni menyampaikan pentingnya menjaga jarak adalah hal yang sangat prinsipal dalam melakukan physical distancing ini dan ini hendaknya dilakukan bukan hanya di ruang publik, tetapi juga di seluruh rumah, di setiap warga.

Di antara anggota keluarganya mungkin ada yang baru pulang dari luar, sambung Doni, bisa jadi mungkin bagian tertentu dari badannya telah menyentuh droplet atau mungkin barang-barang yang sudah terpapar oleh virus ini.

“Sehingga mengingatkan satu sama lain adalah hal yang paling penting saat ini, jangan biarkan ada saudara-saudara kita yang lalai dan abai,” ujarnya.

Hal berikutnya lagi, sambung Doni, adalah bagaimana bisa melindungi saudara-saudara lyang termasuk kelompok paling rentan. “Yang pertama adalah mereka yang berusia lanjut, hal ini harus menjadi prioritas. Karena sebagian besar yang terpapar bahkan mengakibatkan meninggal dunia adalah keluarga kita yang berusia lanjut,” katanya.

Oleh karenanya, menurut Doni, kalau sayang dengan yang berusia lanjut ini jangan disentuh dulu, lakukan upaya pemisahan, baik di dalam rumah maupun mungkin memisahkan pada rumah-rumah yang memang sudah disiapkan untuk isolasi agar kelompok yang rentan ini terutama yang usia lanjut bisa diselamatkan.

“Demikian juga Saudara-saudara kita yang memiliki penyakit penyerta seperti halnya asma, hepatitis, darah tinggi, ginjal, jantung. Nah, mereka-mereka yang secara sadar atau mungkin tidak begitu mengetahui apa yang menjadi penyakit dirinya hendaknya bisa memastikan, mengetahui, bahwa yang bersangkutan adalah bagian dari kelompok yang rentan tersebut,” ujarnya seraya menyatakan hal itu bisa mendapatkan perlindungan atau mungkin bisa dipisahkan dari keluarga yang lain.

Termasuk juga, menurut Kepala BNPB, saudara-saudara yang secara imunitas mungkin gizinya kurang, sehingga ini juga menjadi faktor yang cukup berpengaruh.

“Oleh karenanya, sekali lagi, diharapkan seluruh masyarakat harus bersatu padu, harus kompak, harus bisa bergotong-royong, saling memberikan dukungannya kepada satu sama lainnya sehingga segala hal yang dapat mengurangi terjadinya masyarakat kita yang terpapar bisa kita optimalkan,” imbuhnya. (sak)

COVID-19 Virus Corona Virus Korona
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

Comments are closed.

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.