Perdagangan BEI Dibuka, IHSG Menguat
EKONOMI BISNIS PERISTIWA

Perdagangan BEI Dibuka, IHSG Menguat

Menteri Koordinator Perekonomian RI, Airlangga Hartarto pada Senin (04/01/20) pukul 09.10.Wib secara seremonial meresmikan Pembukaan Perdagangan Bursa Efek Indonesia awal tahun 2021. Pada pembukaan, IHSG dibuka menguat 0,31 persen ke level 5.997,83.

Peresmian pembukaan juga dihadiri Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Hoesen, Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia Inarno Djajadi, dan secara virtual dihadiri Menteri Keuangan Sri Mulyani, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo.

Dalam sambutannya secara virtual Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, ekonomi dunia tahun 2021 diproyeksikan Tumbu 2 sampai 2,25%, sejalan dengan hal tersebut Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2021 di angka 4,4%, ini tentunya kita lebih optimis akan tumbuh 4,5-5% ekonomi Indonesia di tahun 2021.

“Optimisme ini didorong oleh sentimen positif terkait dengan vaksin Covid-19, dimana per 03 Januari 2021 sudah 12 juta dosis telah disuntikkan. Dan pertumbuhan ekonomi Indonesia memang masih dibawah China dan Vietnam, namun tentunya diharapkan membawa sentimen positif. Yang pasti lebih utama adalah kini penanganan pandemi Covid-19 itu sendiri,” ujarnya.

Ia menjelaskan, optimisme terlihat juga di pasar modal Indonesia sejalan dengan penurunan resiko ditengah ketidakpastian di pasar keuangan global, namun IHSG saat ini diprediksi dari 6.800 bisa mencapai 7.000 sampai akhir Desember 2021.

Sementara itu, jelas Menko Perekonomian, Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan 30 perusahaan yang akan melakukan IPO di tahun 2021 ini.

“Semoga dengan bertambahnya perusahaan yang IPO, semakin banyak perusahaan yang menambah modalnya melalui pasar modal Indonesia,” ungkapnya.

Dalam sambutan Ketua Otoritas Jasa Keuangan, Wimboh Santoso mengatakan untuk mengembangkan pasar keuangan atau pasar modal, maka OJK mengeluarkan beberapa kebijakan yang baru di tahun 2021 untuk mempercepat mendapatkan investor lebih banyak.

Diantaranya Memasyarakatkan Pasar Modal bagi Generasi Muda dan UKM, Pengembanganan Infrastruktur Pasar Modal dengan Mengadopsi Teknologi, Peningkatan Kepercayaan Investor dan Mempercepat Implementasi Kebijakan Pemerintah dalam Pengembangan Pasar Modal. (ita)