Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Jejak Bung Karno di Kota Pahlawan, Surabaya Hadirkan Pameran “Aku Arek Suroboyo” dan Luncurkan Buku Sejarah
  • Pemkot Surabaya Imbau Warga Perbarui Data Aset untuk Perlinsos Digital
  • Kiprah Alumnus FKM Menjaga Asa Masyarakat, Menggapai Ilmu Lintas Negara
  • Gubernur Khofifah Pantau Langsung Proses Verifikasi SPMB di Madiun, Pastikan Verifikasi Terjadwal, Perlancar Proses Pengambilan PIN SPMB Tahun 2026
  • Surabaya Jadi Percontohan Nasional, Program Indonesia–Norwegia Angkat Satu Ton Sampah Plastik dari Sungai Setiap Hari
  • Perekaman KTP Elektronik Tembus 99,68 Persen, Surabaya Percepat Transformasi Digital
  • Peringati Hari Lingkungan Hidup, Pakar UNAIR Serukan Aksi Iklim Nyata
  • Surabaya Jalankan Pilot Project Perlinsos Digital, Libatkan Lebih dari 12 Ribu Agen Pendamping
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»Perjuangan Santri di Balik Jas Dokter

Perjuangan Santri di Balik Jas Dokter

PERISTIWA redaksi05/09/2024 - 13:00 WIB

Selama ini, stigma seorang santri yang beredar di masyarakat identik dengan dunia agama. Namun, melalui acara Dokter UNAIR TV, seorang santri berhasil membalikkan pandangan tersebut.

Dalam Acara yang bertajuk “Dari Pesantren ke FK: Kisah Perjuangan Calon Dokter Santri” pada Jumat (30/08), seorang santri berbagi kisah inspiratifnya tentang perjuangan meraih mimpi menjadi dokter di UNAIR.

Ryan Nur Fikri, mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (UNAIR), membagikan perjalanan hidupnya. Ia bercerita, bahwa ketertarikan awal masuk pesantren tumbuh setelah membaca novel Negeri 5 Menara yang memberikan ketenangan hati.

“Saya merasa ada panggilan dalam hati setelah membaca novel itu. Saya pun mencari tahu lebih jauh tentang pesantren. Akhirnya memutuskan untuk melanjutkan studi di Pondok Modern Darussalam Gontor,” ujar Ryan.

Ryan menjelaskan, kehidupan di pondok Gontor sangat berpusat pada masjid dan kyai sebagai figur sentral. Kegiatan sehari-hari santri meliputi mengaji, belajar di sekolah, salat, dan belajar malam terbimbing.

“Di pondok, kami juga menggunakan bahasa Inggris dan Arab dalam komunikasi sehari-hari. Sehingga kami terbiasa dengan disiplin yang tinggi dan lingkungan yang religius. Saya menempuh pendidikan selama enam tahun, dengan satu tahun pengabdian wajib setelah lulus,” tambah mahasiswa angkatan 2022 itu.

Setelah menyelesaikan masa pengabdian, Ryan menjelaskan perjuangannya mengejar ketertinggalan dalam persiapan masuk FK. Ia menyebut, selama satu bulan setelah masa pengabdian mengikuti les intensif.

“Selama satu bulan, saya fokus mengejar semua materi hingga alhamdulillah diterima di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. Namun, saya merasa saat ini sudah banyak jalur masuk untuk santri ke universitas, seperti jalur tahfidz dan lainnya,” ungkap Ryan.

Lebih lanjut, Ryan mengungkapkan saat awal masa studi sempat mengalami culture shock. Ia menceritakan, sempat merasa minder dengan latar belakangnya sebagai santri dan mencoba menyembunyikannya.

“Saya merasa tidak percaya diri, tetapi seiring waktu, teman-teman saya mengetahui latar belakang saya dan justru menghormati saya lebih dari sebelumnya,” ucapnya.

Pada akhir, Ryan menyampaikan pesan kepada para santri agar tidak minder dan terus berusaha meraih impian. Seorang santri, katanya, dapat menggapai impian yang tinggi dan berkontribusi dalam berbagai bidang, termasuk kedokteran.

“Pendidikan agama dan karakter yang kuat adalah fondasi utama. Dengan fondasi tersebut, kalian bisa meraih cita-cita apa pun, baik sebagai dokter, pengusaha, atau profesi lainnya. Yang penting, jangan pernah berhenti berdakwah di ladang apapun yang kalian pilih,” pungkasnya. (ita)

Ryan Nur Fikri Unair TV
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Jejak Bung Karno di Kota Pahlawan, Surabaya Hadirkan Pameran “Aku Arek Suroboyo” dan Luncurkan Buku Sejarah

07/06/2026 - 18:20 WIB

Pemkot Surabaya Imbau Warga Perbarui Data Aset untuk Perlinsos Digital

07/06/2026 - 18:09 WIB

Kiprah Alumnus FKM Menjaga Asa Masyarakat, Menggapai Ilmu Lintas Negara

07/06/2026 - 17:50 WIB

Gubernur Khofifah Pantau Langsung Proses Verifikasi SPMB di Madiun, Pastikan Verifikasi Terjadwal, Perlancar Proses Pengambilan PIN SPMB Tahun 2026

07/06/2026 - 17:45 WIB

Surabaya Jadi Percontohan Nasional, Program Indonesia–Norwegia Angkat Satu Ton Sampah Plastik dari Sungai Setiap Hari

06/06/2026 - 12:27 WIB

Perekaman KTP Elektronik Tembus 99,68 Persen, Surabaya Percepat Transformasi Digital

06/06/2026 - 12:14 WIB

Comments are closed.

Jejak Bung Karno di Kota Pahlawan, Surabaya Hadirkan Pameran “Aku Arek Suroboyo” dan Luncurkan Buku Sejarah

07/06/2026 - 18:20 WIB

Pemkot Surabaya Imbau Warga Perbarui Data Aset untuk Perlinsos Digital

07/06/2026 - 18:09 WIB

Kiprah Alumnus FKM Menjaga Asa Masyarakat, Menggapai Ilmu Lintas Negara

07/06/2026 - 17:50 WIB

Gubernur Khofifah Pantau Langsung Proses Verifikasi SPMB di Madiun, Pastikan Verifikasi Terjadwal, Perlancar Proses Pengambilan PIN SPMB Tahun 2026

07/06/2026 - 17:45 WIB

Surabaya Jadi Percontohan Nasional, Program Indonesia–Norwegia Angkat Satu Ton Sampah Plastik dari Sungai Setiap Hari

06/06/2026 - 12:27 WIB

Perekaman KTP Elektronik Tembus 99,68 Persen, Surabaya Percepat Transformasi Digital

06/06/2026 - 12:14 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.