Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»SENI BUDAYA»Perluas Pengetahuan Seni Tari dan Karawitan

Perluas Pengetahuan Seni Tari dan Karawitan

SENI BUDAYA redaksi25/11/2019 - 16:00 WIB

Kesenian nusantara wajib hukumnya dilestarikan oleh penerus bangsa. Sejalan dengan hal itu, Unit Kegiatan Tari Karawitan (UKTK) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengadakan kegiatan studi banding dengan Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta.

Vergilia Agam Saputri menjelaskan, kegiatan bernama UKTK Sinau ini didorong oleh keinginan untuk mengetahui kesenian di luar daerah Jawa Timur. Pasalnya, sejak awal berdiri hingga sekarang, UKTK ITS masih berkiblat pada kesenian Jawa Timur. “ISI Surakarta mengiblat pada Keraton Jawa Tengah, dari sinilah kita ingin belajar, berdiskusi dan berbagi” tutur ketua pelaksana ini.

Pada kesempatan ini, ISI Surakarta memberikan pelatihan kepada UKTK ITS berupa tari dan karawitan yang lebih mengarah pada kebudayaan Jawa Tengah. Tak lupa, perwakilan dari Himpunan Mahasiswa Tari ISI Surakarta menjelaskan bahwa Surakarta memiliki perbedaan gerakan dalam seni tari jika dibandingkan dengan daerah Jawa lainnya.

Seperti Tari Gambyong contohnya, tari yang dulunya digunakan untuk upacara ritual pertanian ini memiliki versi yang berbeda antar daerah. Untuk daerah Surakarta sendiri, salah satu gerakannya berupa memutar kepala sedangkan di daerah lainnya berupa memiringkan kepalanya. “Jadi, untuk di Surakarta sendiri, punya ciri khas nya sendiri,” terang Vergi.

Di sisi lain, Ketua HIMA Karawitan ISI Surakarta, Jayananta Eka Aditya menjelaskan pasal karawitan. Meski memiliki jenis musik yang sama, setiap daerah tetap memiliki ciri khasnya masing-masing. Bahkan, untuk Surakarta dan Yogyakarta yang lokasinya cukup dekat juga memiliki perbedaan. “Di Yogyakarta itu dulu pengrawitnya dari kalangan prajurit jadi suaranya lebih tegas,” jelas pria yang sering disapa Jaya ini.

Jaya juga memaparkan bahwa dalam karawitan sendiri terdapat etika-etika yang harus diperhatikan, seperti saat memainkan alat musik posisi duduk pengrawit haruslah dalam keadaan bersila. Juga pengrawit dilarang dengan keras untuk melangkahi alat-alat musik. “Kita belajar menghargai karya, alat-alat musik itu sendiri tidak dibuat dengan mudah,” tegasnya.

Di akhir, Vergi menghimbau bahwa kegiatan UKTK Sinau tidak dilaksanakan semata-mata untuk keperluan program kerja. Melainkan agar ISI Surakarta maupun UKTK ITS dapat saling belajar dan mengambil manfaatnya. “Semoga ilmu yang didapat dari ISI Surakarta bisa diterapkan teman-teman ke setiap divisi, jadi ditunggu implementasinya,” pungkasnya. (ita)

Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta Unit Kegiatan Tari Karawitan ITS
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Reog Purbaya Surabaya Raih Juara 3 Nasional FNRP 2026, Lampaui Target dan Harumkan Kota Pahlawan

16/06/2026 - 12:59 WIB

Reog Purbaya Surabaya Tampil Memukau di Festival Nasional Reog Ponorogo 2026, Bidik Posisi Lima Besar

14/06/2026 - 14:05 WIB

Dedikasi Tiga Garda Terdepan Cagar Budaya

27/02/2026 - 10:43 WIB

Meriahkan Hari Guru, KGPS Luncurkan Buku Puisi

01/12/2025 - 11:00 WIB

Pos Bloc Medan, Simbol Transformasi Digital

18/11/2025 - 15:00 WIB

GeLORa Wadahi PT Tingkatkan Peran sebagai Pelestari Budaya

14/11/2025 - 13:00 WIB

Comments are closed.

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.