Seruan Rektor PTN/PTS di Surabaya
KOMUNITAS PERISTIWA

Seruan Rektor PTN/PTS di Surabaya

Menjelang pengumuman hasil rekapitulasi perolehan suara Pemilihan Presiden Republik Indonesia oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) tanggal 22 Mei 2019 tensi politik kian memanas. Gesekan pendukung masing-masing calon presiden dikhawatirkan menimbulkan gejolak di masyarakat.

Menyikapi situasi dan kondisi itu, bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2019, para Rektor PTN/PTS dan lembaga tinggi yang ada di Surabaya membuat komitmen bersama dan seruan mensikapi situasi dan kondisi akhir-akhir ini.

Komitmen dan seruan bersama tersebut secara lengkap adalah sebagai berikut:

Untuk mewujudkan cita-cita Kebangkitan Nasional, Kemerdekaan Republik Indonesia, dan pembentukan Pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial; DIBUTUHKAN suasana dan iklim yang kondusif serta perjuangan, kontribusi dan peran serta seluruh warga bangsa.

Berkenaan dengan hal tersebut dan dalam rangka memperingati 111 tahun Kebangkitan Nasional yang dahulu diinisiasi oleh para generasi muda, cerdik cendekia, dan alim ulama; serta memperhatikan situasi dan kondisi akhir-akhir ini; kami, Rektor/Pimpinan PTN, LLDIKTI dan PTS di Surabaya BERKOMITMEN dan MENYERUKAN kepada semua pihak untuk:

1. Menjaga kedamaian, kebersamaan, kesatuan dan persatuan diantara sesama warga bangsa dengan TIDAK melakukan tindakan yang berpotensi memecah­belah dan mengadu domba; TIDAK membuat dan atau menyebarkan berita bohong dan fitnah; TIDAK mengganggu ketertiban umum; TIDAK memaksakan kehendak (anarkis); serta TIDAK memprovokasi dan terprovokasi.

2. Menyelesaikan setiap persoalan, permasalahan, dan atau perselisihan yang terjadi dengan jalan musyarawah yang didasari oleh nilai-nilai kebajikan, kebijakan, obyektivitas, dan rasionalitas, serta kemaslahatan masyarakat dan bangsa. Apabila jalan musyawarah tidak mungkin dilakukan, maka hendaknya digunakan mekanisme yang telah diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku serta tidak menggunakancara-cara yang inkonstitusional.

3. Secara berkelanjutan dan bersama-sama, berjuang dan berusaha keras dan cerdas untuk mengembangkan kualitas dan kesejahteraan masyarakat; mengembangkan inovasi dan teknologi serta membangun peradaban; untuk menjadikan Indonesia sebagai bangsa dan Negara yang berketuhanan, berperikemanusiaan, beradab, bersatu, berdaulat, aman, damai, sentosa, maju, sejahtera, adil dan makmur yang sejajar dengan Negara-negara maju di dunia.

Semoga Allah SWT, Tuhan yang Maha Esa senantiasa memberikan taufiq, hidayah, inayah, dan pertolonganNya kepada kita semua dan bangsa Indonesia.

Ada 19 orang yang menandatangani surat tersebut, diantaranya adalah Rektor Universitas Airlangga (Unair) Prof Dr Mohammad Nasih SE MT Ak, Rektor ITS Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng, Rektor Unesa Prof Dr Nurhasan, Rektor Universitas Trunojoyo Madura Dr H Muh Syarif MSi dan Rektor UPN Veteran Jawa Timur Prof Akhmad Fauzi. (ita)