Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»Persona, Kumpulan Cerpen Alumnus Sastra Indonesia Unair

Persona, Kumpulan Cerpen Alumnus Sastra Indonesia Unair

PERISTIWA redaksi05/01/2021 - 16:00 WIB

Penyesalan dalam kehidupan sering menjadi momok tersendiri dalam angan seseorang. Hal itu menjadi pokok acuan yang mencambuk dua alumnus Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Airlangga dalam mencetuskan karya terbarunya.

Mereka adalah Nita Puspita Sari dan Arga Dara Ramadhani, alumnus Sasindo angkatan 2016 yang belum lama ini menerbitkan kumpulan cerita pendek berjudul ‘Persona’.

Alasan keduanya menulis buku tersebut adalah tak lain sebagai lorong kisah pengingat perjuangan hidup yang selama ini telah di laluinya, pahit, manis, terang, dan kelamnya jalan yang dilalui menjadi energi dalam bertahan.

Nita –sapaan akrabnya– mengungkapkan jika buku tersebut mulai disusun selepas sidang skripsi pada awal 2020 lalu. Bersama sahabatnya, Arga Dara atau yang biasa dipanggil Adara, Nita mulai meramu ide, gagasan, serta arus dimensi cerita guna dituangkan menjadi sebuah karya sastra.

“Kami memiliki kegelisahan yang sama, penyesalan akan penyia-nyiaan kesempatan dalam waktu. Berangkat dari hal itu, kami ingin menumbuhkan kesiapsiagaan dalam menerjang derasnya arus kehidupan ini,” ungkap Nita, pekan lalu.

Dalam buku tersebut, lanjut Nita, kegelisahan dipoles sebegitu ciamik sehingga menjadi acuan semangat para tokoh yang dihadirkan dalam ‘Persona’. Beragam emosi dari dua kepala penulis itulah yang kemudian menjadi cerita menarik di dalamnya.

Selanjutnya, narasi upaya-upaya penerimaan diri sendiri ‘menerima aku dalam diriku’ ataupun ‘aku dalam dirimu’ serta hal-hal baik yang dilalui manusia, dan juga hal-hal yang tidak baik. Dari hal tersebut, Nita dan Adara membangun siasat pengevaluasian mutlak agar meminimalisir pengulangan kesalahan di masa depan.

“Buku ini tidak menyangkut genre tertentu, karena di dalamnya mencampurkan genre seperti abstrak, realis, sosialis, dan hyperealis. Kami mencoba mengangkat hal yang tabu jika ditulis oleh penulis muda. Hal ini berkaitan erat dengan era sastra saat ini,” tandasnya.

“Alur penceritaan dibangun atas ketidaksiapan dalam membangun jalan alternatif sebab tak menemui jalan utama. Latar suasana dimana optimisme dan kesungguhan kontra atas jiwa yang membantu dapat terus mengembara,” tambahnya.

Sementara itu, Adara menambahkan bahwa ada satu hal yang tidak bisa ditampik tentang sastra, yaitu fakta bahwa sastra lekat dengan kehidupan.

Bagi Adara, penciptaan cerpen pada khususnya pembuatan karakter atau tokoh yang berasal dari kehidupan sehari-hari, entah itu dari diri-sendiri, teman, orang lain, ataupun segala hal yang yang bisa diterapkan dalam sebuah karya.

“Terima kasih pada usangnya ingatan, topeng terbaik pengalaman, dan perwujudan waktu dalam kehidupan, serta dosa-dosa, inilah wujud peleburannya ‘Persona’,” pungkasnya. (ita)

kumpulan cerpen Persona
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

Comments are closed.

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.