Pertamina Kembangkan Ventilator Unair
PERISTIWA TEKNOLOGI

Pertamina Kembangkan Ventilator Unair

Universitas Airlangga menjalin kerja sama dengan PT Pertamina Bina Medika Indonesia Healthcare Corporation (Pertamedika IHC) terkait Tri Dharma Perguruan Tinggi, meliputi Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat.

Kerja sama tersebut diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman antara Rektor Universitas Airlangga Prof Dr Mohammad Nasih SE MT Ak dan Direktur Utama Pertamedika IHC Dr dr Fathema Djan Rachmat SpB SpBTKV (K) MPH Penandatanganan MoU berlangsung pada Rabu (01/09) secara daring dan luring di Ruang Rektor Kantor Manajemen UNAIR.

Dirut Fathema menjelaskan bahwa pihaknya sangat penghargai kreativitas, utamanya kreativitas yang dihasilkan oleh anak Bangsa. Sebab karya-karya anak bangsa itulah yang dapat membuat Indonesia menjadi negara yang mandiri.

Pihaknya juga mengaku tertarik berkolaborasi pemproduksi mesin ventilator buatan UNAIR untuk bisa didistrubusikan di berbagai rumah sakit. “Saya membayangkan Indonesia bisa mencukupi kebutuhkan kesehatan secara mandiri. Salah satu yang tercepat (risetnya, Red) adalah mesin venilator dari UNAIR,” ucap Fathema.

Sebagai informasi, produk mesin ventilator buatan UNAIR tersebut merupakan inovasi dari Dr Anggraini Dwi Sensusiati dr SpRad (K) dari Fakultas Kedokteran bersama tim. Inovasi tersebut diciptakan untuk mencukupi ketersediaan ventilator mekanis yang secara teknis dan klinis memenuhi persyaratan untuk membantu penanganan pasien Covid-19 yang mengalami gangguan pernapasan.

Inovasi yang dikembangkan bersama mitra Institut Teknologi Sepuluh Nopember tersebut dapat menghasilkan teknologi ventilator nasional untuk memenuhi kriteria penggunaan di ruang perawatan ICU.

Fathema berharap, adanya kolaborasi dengan UNAIR kali ini dapat memberikan pelayanan kesehatan terbaik dan mewujudkan ketahanan kesehatan nasional.

Sementara itu, Rektor UNAIR Prof Nasih menyebut bahwa inovasi tidak berarti tanpa adanya kolaborasi. Pihaknya berharap, kerja sama dengan Pertamedika IHC dapat membawa kemanfaatan dan kebermaknaan untuk bangsa Indonesia.

“Tanpa kolaborasi, inovasi tidak akan menemukan jalannya, termasuk institusi kesehatan. Sesuai renstra (rencana strategis, Red) UNAIR, kami ingin keberadaan kami di bidang apapun harus meaningful,” ucap Rektor.

Selama ini UNAIR telah menjalin kerja sama dengan RSUD dr Soetomo, selain memiliki rumah sakit yaitu Rumah Sakit UNAIR. Kerja sama dengan Pertamedika IHC diharapkan dapat mengembangkan inovasi yang sudah dilakukan UNAIR, utamanya dalam hal riset dan pengembangan layanan kesehatan. (ita)