Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»KOMUNITAS»PPKM Dicabut, Ganjar Jalan Lagi

PPKM Dicabut, Ganjar Jalan Lagi

KOMUNITAS redaksi20/01/2023 - 11:00 WIB

Sempat membatasi interaksi langsung dengan warga karena pandemi Covid-19, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo kini kembali turun ke masyarakat.

Terlebih, dengan kebijakan Presiden RI Joko Widodo, yang mencabut pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Salah satunya, berkunjung ke Pondok Pesantren Salaf Baitul Muqoddas, Kranji, Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Minggu (14/01).

Ganjar menerangkan, silaturahmi dan berinteraksi dengan masyarakat maupun kelompok masyarakat sangatlah penting. Menurutnya, interaksi dengan masyarakat membuatnya bisa mendengar dan menggali persoalan di bawah, sekaligus duduk bersama untuk menemukan solusinya. Dia juga membagikan pengetahuan dan semangat.

“Mumpung PPKM sudah dibuka, kembali lagi silaturahmi. Hari ini karena PPKM sudah dicabut, maka kita jalan lagi,” katanya.

Ganjar mengatakan, pengasuh Pondok Pesantren Salaf Baitul Muqoddas, KH Tajuddin Shorih merupakan sahabat lama. Interaksi dan silaturahmi keduanya juga intens hingga pandemi Covid-19 lalu membatasi pertemuan tatap muka.

“Saya sudah lama, tiga tahun lalu, mau ke sini karena Kiai Tajuddin ini teman dan sahabat. Kita memang sangat intens berkomunikasi, juga dengan tim saya dan sebagainya. Makanya sudah tiga tahun ditunda, sekarang saya berkunjung ke sini,” ujarnya.

Pada silaturahmi kali ini, selain berbincang banyak hal dengan KH Tajuddin Shorih, Ganjar juga menyempatkan untuk menyapa para santri dan santriwati Pondok Pesantren Salaf Baitul Muqoddas. Para santri pun menyambut hangat kedatangan Ganjar.

Mereka terdengar memanggil dan mengelu-elukan nama Ganjar. tu. Suasana cair diselimuti gelak tawa para santri dan pengasuh pondok pesantren terjadi, saat Ganjar berinteraksi dengan santri. Kesempatan itu digunakan Ganjar untuk memberikan beberapa pesan kepada para santri.

“Santri harus punya cita-cita tinggi. Mengajinya yang serius dan fokus. Jangan lupa juga minta doa restu dari orangtua. Lalu ingat untuk menjaga silaturahmi dan interaksi, baik dengan sesama santri, orang tua, maupun Pak Kiai dan Bu Nyai. Juga harus saling bantu,” pesannya saat menyapa para santri.

Ganjar menambahkan, banyaknya santri yang mondok di Pondok Pesantren Salaf Baitul Muqoddas, membuktikan banyaknya harapan para wali santri, agar anak-anaknya menjadi anak soleh dan solehah. Diharapkan para santri dapat mengembangkan ilmu pengetahuan keagamaannya dengan sangat baik, begitu juga dengan pengembangan life skill, karena di pondok pesantren juga diajarkan life skill.

“Juga perlu adaptasi atau melihat kondisi-kondisi luar yang sedang berubah, sehingga ketika nanti lulus dari sini, mereka sangat paham akan situasi. Tentu saja silaturahmi di antara wali santri dengan para kiai, para pengasuhnya itu menjadi penting, untuk menyiapkan anak-anak dan mengawal mereka, agar tidak tergoda pada hal-hal yang tidak menguntungkan mereka di masa depan,” tandas Ganjar. (hms)

Ganjar Pranowo
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

Comments are closed.

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.