Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • D-8 Youth Dialogue UNAIR Soroti Ketahanan Energi, Peran Anak Muda Dinilai Penting dalam Mendorong Inovasi
  • Dishub Surabaya Tempuh Proses Hukum Usai Dugaan Pencurian Rambu Parkir di Satpas Colombo Viral
  • RICH Pakal Jadi Ruang Belajar Bahasa Inggris Gratis, Ratusan Anak Antusias Ikut Kelas
  • Chelsea Rilis Jersey Kandang 2026-2027 dengan Strategi Peluncuran Unik
  • Cross Musea Pertiwi 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan AI dan Wayang
  • ITS Perluas Kerja Sama Global dengan HSE Rusia, Fokus Sains dan Teknologi
  • Khofifah Tinjau SPMB 2026 di Surabaya, Antrean Lebih Tertib dan Layanan Meningkat
  • Khofifah Sambut Jemaah Haji Kloter I, Apresiasi Layanan Imigrasi Digital
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»EKONOMI BISNIS»Produksi Lokal Tekan Ketergantungan

Produksi Lokal Tekan Ketergantungan

EKONOMI BISNIS redaksi27/12/2024 - 11:00 WIB

Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Surabaya, telah memperkuat beberapa program pengendalian inflasi selama dua tahun terakhir. Langkah strategis ini dilakukan sebagai upaya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya, Antiek Sugiharti menyampaikan sejumlah langkah strategis yang telah diterapkan selama dua tahun terakhir. Termasuk gerakan tanam serentak dan program perluasan areal tanam.

“Dua tahun ini kami sudah melakukan pengendalian inflasi. Dari sisi produksi, kami menggerakkan tanam cepat panen untuk komoditas yang mempengaruhi inflasi, seperti cabai, tomat, dan bawang merah,” ujar Antiek saat dihubungi, Selasa (24/12).

Antiek menuturkan bahwa gerakan tanam serentak melibatkan kelompok tani (Poktan) konvensional, urban farming, serta masyarakat di tingkat RT/RW. Selain itu, pihaknya juga membagikan bibit tanaman untuk mendorong warga menanam di pekarangan rumah.

“Jika kalau setiap rumah tangga menanam dua pohon (cabai) saja, hasil panennya sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Ini akan mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar Surabaya,” jelas Antiek.

Di samping itu, Antiek menerangkan bahwa hasil produksi dari petani urban farming dan konvensional, juga diharapkan dapat meningkatkan pasokan bahan pokok secara lokal. “Dengan langkah ini, ketersediaan bahan pokok di Kota Surabaya Insyaallah aman,” ujarnya.

Tidak hanya itu, Antiek membeberkan bahwa upaya lain yang dijalankan TPID Surabaya dalam menjaga ketersediaan bahan pangan adalah melalui program perluasan areal tanam di Kelurahan Jeruk, Kecamatan Lakarsantri. Program ini didukung oleh pemerintah pusat melalui bantuan irigasi pompa.

“Perluasan areal tanam dalam arti yang dulu hanya bisa tanam satu kali setahun, itu dengan irigasi pompa, bisa dua kali tanam. Jadi perluasan areal tanam bukan semata-mata memperluas lahan, tetapi memperpanjang masa tanam,” terang Antiek.

Pada sisi lain, Antiek juga mengimbau masyarakat Surabaya untuk bijak dalam berbelanja kebutuhan pokok. Ia memastikan bahwa stok bahan pangan di Surabaya mencukupi untuk kebutuhan lebih dari tiga bulan ke depan. “Masyarakat tidak perlu panik. Belanjalah sesuai dengan kebutuhan,” pesan dia.

Selain itu, pihaknya juga mengajak masyarakat untuk mendukung program ketahanan pangan. Salah satunya dengan menanam sendiri komoditas bahan pangan seperti cabai, tomat, atau sayuran di pekarangan rumah. “Kalau tidak punya lahan, bisa menggunakan pot atau polybag. Ini tidak hanya mencukupi kebutuhan rumah tangga, tetapi juga menghijaukan lingkungan,” katanya.

Menurut Antiek, gerakan menanam di pekarangan rumah dapat membantu stabilisasi inflasi di Surabaya. Lebih dari itu, gerakan ini sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih asri dan sehat. “Kalau hasil panennya melimpah, juga bisa dibagikan kepada tetangga, sehingga manfaatnya lebih luas,” pungkasnya. (ita)

Pemkot Surabaya
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

D-8 Youth Dialogue UNAIR Soroti Ketahanan Energi, Peran Anak Muda Dinilai Penting dalam Mendorong Inovasi

03/06/2026 - 19:21 WIB

Dishub Surabaya Tempuh Proses Hukum Usai Dugaan Pencurian Rambu Parkir di Satpas Colombo Viral

03/06/2026 - 19:05 WIB

RICH Pakal Jadi Ruang Belajar Bahasa Inggris Gratis, Ratusan Anak Antusias Ikut Kelas

03/06/2026 - 18:57 WIB

Chelsea Rilis Jersey Kandang 2026-2027 dengan Strategi Peluncuran Unik

02/06/2026 - 22:55 WIB

Cross Musea Pertiwi 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan AI dan Wayang

02/06/2026 - 22:01 WIB

ITS Perluas Kerja Sama Global dengan HSE Rusia, Fokus Sains dan Teknologi

02/06/2026 - 21:50 WIB

Comments are closed.

D-8 Youth Dialogue UNAIR Soroti Ketahanan Energi, Peran Anak Muda Dinilai Penting dalam Mendorong Inovasi

03/06/2026 - 19:21 WIB

Dishub Surabaya Tempuh Proses Hukum Usai Dugaan Pencurian Rambu Parkir di Satpas Colombo Viral

03/06/2026 - 19:05 WIB

RICH Pakal Jadi Ruang Belajar Bahasa Inggris Gratis, Ratusan Anak Antusias Ikut Kelas

03/06/2026 - 18:57 WIB

Chelsea Rilis Jersey Kandang 2026-2027 dengan Strategi Peluncuran Unik

02/06/2026 - 22:55 WIB

Cross Musea Pertiwi 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan AI dan Wayang

02/06/2026 - 22:01 WIB

ITS Perluas Kerja Sama Global dengan HSE Rusia, Fokus Sains dan Teknologi

02/06/2026 - 21:50 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.