Pemerintah Kota Surabaya terus memperkuat strategi pengentasan kemiskinan melalui berbagai program pemberdayaan ekonomi berbasis UMKM dan koperasi. Hasil konkret dari program tersebut terlihat dalam kisah warga yang kini mampu meningkatkan taraf hidup dan menciptakan kemandirian ekonomi.
Dalam kegiatan Kelas Inspirasi yang digelar di Balai RW 11 Kelurahan Tanjung Perak, dua warga Surabaya memaparkan dampak langsung program pemberdayaan yang mereka rasakan setelah bergabung dengan Koperasi Sumber Mulia Barokah, binaan Pemkot Surabaya.
M. Prasanti Rahmawatun (58) menjadi salah satu contoh nyata. Berawal dari keterpurukan ekonomi dan tekanan utang, ia mendapatkan akses pelatihan keterampilan menjahit dan kesempatan kerja melalui koperasi.
Berkat pembinaan berkelanjutan, keterampilan Santi berkembang pesat. Saat ini ia mampu menghasilkan pendapatan harian yang stabil, bahkan telah memiliki peralatan produksi sendiri.
“Program ini memberi kami bukan hanya pekerjaan, tapi juga kepercayaan diri untuk bangkit,” ujarnya.
Sementara itu, Ma’ruf, warga Tenggumung, merasakan peningkatan produktivitas kerja setelah bergabung dalam sistem produksi koperasi. Dari pekerjaan serabutan, kini ia terlibat langsung dalam produksi massal seragam dengan penghasilan yang jauh lebih stabil.
Camat Pabean Cantian, Muhammad Januar Rizal, menegaskan bahwa keberhasilan warga binaan menjadi indikator keberhasilan kebijakan pemberdayaan ekonomi Pemkot Surabaya.
“Kami ingin menunjukkan bahwa program ini berdampak nyata. Lapangan kerja tercipta, ekonomi warga meningkat, dan angka kemiskinan dapat ditekan,” ujarnya.
Pemkot Surabaya terus mendorong warga untuk memanfaatkan berbagai program seperti UMKM, koperasi, padat karya, serta pelatihan keterampilan agar kesejahteraan masyarakat dapat meningkat secara berkelanjutan.
Kisah Santi dan Ma’ruf menjadi bukti bahwa dengan dukungan kebijakan yang tepat dan etos kerja kuat, kemiskinan bukanlah akhir dari segalanya, melainkan titik awal untuk bangkit. (tas)
