Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • D-8 Youth Dialogue UNAIR Soroti Ketahanan Energi, Peran Anak Muda Dinilai Penting dalam Mendorong Inovasi
  • Dishub Surabaya Tempuh Proses Hukum Usai Dugaan Pencurian Rambu Parkir di Satpas Colombo Viral
  • RICH Pakal Jadi Ruang Belajar Bahasa Inggris Gratis, Ratusan Anak Antusias Ikut Kelas
  • Chelsea Rilis Jersey Kandang 2026-2027 dengan Strategi Peluncuran Unik
  • Cross Musea Pertiwi 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan AI dan Wayang
  • ITS Perluas Kerja Sama Global dengan HSE Rusia, Fokus Sains dan Teknologi
  • Khofifah Tinjau SPMB 2026 di Surabaya, Antrean Lebih Tertib dan Layanan Meningkat
  • Khofifah Sambut Jemaah Haji Kloter I, Apresiasi Layanan Imigrasi Digital
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»Ragam Busana Nusantara di Istana Merdeka

Ragam Busana Nusantara di Istana Merdeka

PERISTIWA redaksi19/08/2023 - 11:00 WIB

Peringatan Detik-detik Proklamasi di Istana Merdeka Jakarta selalu menjadi ajang yang ditunggu oleh masyarakat, baik yang hadir langsung atau sekadar melihatnya dari siaran di televisi. Ada banyak hal menarik yang kita bisa lihat, salah satunya adalah beragamnya pakaian adat Nusantara yang dikenakan oleh mereka yang datang.

Seperti busana adat daerah-daerah di Sumatra yang kaya akan warna-warna cerah, pakaian dari Jawa dengan segenap kebesarannya. Atau pakaian adat Kalimantan yang lekat dengan unsur kekayaan alam. Begitu pula dari Sulawesi, Maluku, dan Papua yang tak kalah mempesona.

Tidak hanya masyarakat biasa atau prajurit Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) saja yang berpakaian adat Nusantara, undangan seperti pejabat pemerintahan, menteri-menteri dari Kabinet Indonesia Maju, bahkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) beserta istri dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin bersama istri melakukan hal yang sama.

Seperti yang terjadi hari ini, Kamis (17/08), suasana meriah langsung menyeruak saat mata mengalihkan pandangan nyaris ke tiap sudut halaman istana buatan tahun 1873 silam tersebut. Setiap orang berusaha tampil sebaik mungkin dengan pilihan busana adat yang mereka pakai. Semua daerah terwakili dengan segenap kemegahan bentuk dan rupa pakaian, dilengkapi pula penutup kepala, mulai dari model sederhana seperti peci sampai mirip mahkota dan sunting besar di kepala.

Presiden Jokowi memilih busana adat Ageman Songkok Singkepan Ageng yang biasa dikenakan Panglima Raja Pakubuwono Hadiningrat, posisi tinggi dalam struktur keraton Surakarta atau Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Panglima dapat diartikan sebagai pemimpin atau komandan. Sedangkan Pakubuwono Hadiningrat adalah gelar yang dikenakan oleh raja-raja Keraton Surakarta.

Dalam konteks keraton, Panglima Raja bukanlah pemimpin militer dalam arti sebenarnya. Melainkan pejabat tinggi yang memegang peranan penting dalam hierarki keraton. Tokoh itu, memiliki tugas-tugas tertentu dan juga memakai simbol-simbol kebesaran saat upacara-upacara keraton. Sedangkan dalam konteks budaya Jawa, terutama keraton di Yogyakarta dan Surakarta, ada beberapa istilah-istilah yang berkaitan dengan busana atau atribut yang dikenakan oleh para pejabat atau abdi dalem keraton.

Pertama adalah Ageman, merupakan pakaian atau atribut yang dikenakan sebagai tanda pangkat atau kedudukan seseorang di dalam struktur keraton. Kemudian Songkok, yang merupakan sejenis topi yang dikenakan sebagai bagian dari pakaian tradisional di beberapa daerah di Indonesia.

Lalu Singkepan. Dalam konteks Keraton Yogyakarta, singkepan merupakan busana adat yang terbuat dari bahan halus dan biasanya dikenakan oleh abdi dalem dengan kedudukan tertentu. Selanjutnya adalah Ageng, dari kata “ageng” dalam bahasa Jawa berarti “besar” atau “utama”. Oleh karena itu, ketika disebutkan dalam konteks atribut atau busana keraton, bisa jadi mengacu pada versi yang lebih mewah atau utama dari busana atau atribut tersebut.

Pakaian adat tersebut, digunakan pada acara Enggar Enggar Soho Tedhak Loji, yang artinya saat dimana Raja keluar dari Keraton dengan menaiki kereta dihela oleh 4-8 ekor kuda, diikuti dengan perangkat keraton untuk terjun langsung melihat kondisi kawulo atau masyarakat.

Sedangkan Ibu Iriana Jokowi memilih busana Tari Legong dari Bali warna hijau lengkap dengan kemen atau mahkota kepala warna keemasan. Ada pula badong yakni perhiasan warna emas terbuat dari kulit hewan yang dikenakan melingkar di leher sehingga menutupi bahu. Baju lengan panjang yang dikenakan berbahan kain prada hijau tua.

Untuk roknya, Ibu Iriana memilih kain songket warna senada dengan baju atasan. Sebagai pelengkap penampilan, Ibu Iriana memakai aksesoris gelang melingkari lengan hingga gelungan warna keemasan di kepala semakin menambah keunikan dan kemegahan penampilannya.

Sementara itu Wapres dan Ibu Wurry Estu Ma’ruf Amin memilih busana adat Minangkabau dari Nagari Koto Gadang, Kota Bukittinggi, Sumatra Barat. Busana Wapres bernuansa ungu keemasan dipadukan kain songket menutupi pinggang dan menelipkan keris di bagian depan. Maknanya kehati-hatian dalam mengambil tindakan dan setiap pemakainya harus berpikir dan menimbang baik buruknya sesuatu hal sebelum mengambil sebuah keputusan.

Ibu Wurry Estu memakai tikuluang tanduak sebagai penutup kepala. Bentuknya seperti kain panjang segiempat dan menjadi ciri khas Nagari Koto Gadang. Ini berbeda dari busana adat perempuan Minang pada umumnya yang mengenakan sunting besar dan tinggi. Untuk baju atasan, Ibu Wurry memilih model baju kurung ungu dan kain warna senada.

Dalam acara di Istiana Merdeka tersebut, Presiden Jokowi memberikan lima hadiah sepeda kepada undangan yang dinilai mengenakan busana adat Nusantara terbaik, mereka adalah Menteri Keuangan Sri Mulyani, Kaesang Pangarep. Sri Mulyani memakai baju adat dari Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan, NTT. Sementara Kaesang mengenakan baju adat suku Minahasa, Sulawesi Utara. Tiga penerima hadiah sepeda juga diperoleh Raja Amarasi yang memakai pakaian adat NTT, Gretty yang mengenakan pakaian adat Bengkulu, dan Kohar yang memakai pakaian adat asal Banyuwangi. (ist)

busana nusantara
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

D-8 Youth Dialogue UNAIR Soroti Ketahanan Energi, Peran Anak Muda Dinilai Penting dalam Mendorong Inovasi

03/06/2026 - 19:21 WIB

Dishub Surabaya Tempuh Proses Hukum Usai Dugaan Pencurian Rambu Parkir di Satpas Colombo Viral

03/06/2026 - 19:05 WIB

RICH Pakal Jadi Ruang Belajar Bahasa Inggris Gratis, Ratusan Anak Antusias Ikut Kelas

03/06/2026 - 18:57 WIB

Chelsea Rilis Jersey Kandang 2026-2027 dengan Strategi Peluncuran Unik

02/06/2026 - 22:55 WIB

Cross Musea Pertiwi 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan AI dan Wayang

02/06/2026 - 22:01 WIB

ITS Perluas Kerja Sama Global dengan HSE Rusia, Fokus Sains dan Teknologi

02/06/2026 - 21:50 WIB

Comments are closed.

D-8 Youth Dialogue UNAIR Soroti Ketahanan Energi, Peran Anak Muda Dinilai Penting dalam Mendorong Inovasi

03/06/2026 - 19:21 WIB

Dishub Surabaya Tempuh Proses Hukum Usai Dugaan Pencurian Rambu Parkir di Satpas Colombo Viral

03/06/2026 - 19:05 WIB

RICH Pakal Jadi Ruang Belajar Bahasa Inggris Gratis, Ratusan Anak Antusias Ikut Kelas

03/06/2026 - 18:57 WIB

Chelsea Rilis Jersey Kandang 2026-2027 dengan Strategi Peluncuran Unik

02/06/2026 - 22:55 WIB

Cross Musea Pertiwi 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan AI dan Wayang

02/06/2026 - 22:01 WIB

ITS Perluas Kerja Sama Global dengan HSE Rusia, Fokus Sains dan Teknologi

02/06/2026 - 21:50 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.